Wednesday, August 27, 2014

Artikel ini membahas tentang Mengamalkan Prilaku Manusia Berbudaya dalam Kehidupan Bermasyarakat. Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Mengamalkan Prilaku Manusia Berbudaya dalam Kehidupan Bermasyarakat

Sebelum membahas tentang prilaku manusia berbudaya dalam kehidupan bermasyarakat, perlu kita pahami terlebih dahulu hakikat dan pengertian kebudayaan. Kata budaya berasal  dari kata buddayah (bahasa sansekerta), jamak dari kata budhi yang berarti akal dan nalar. Jadi kata kebudayaan dapat berarti : hal-hal yang berhubungan dengan akal, budi, dan nalar. Pengertian lain dari kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu (Koentjaraningrat). Kebudayaan memiliki tiga wujud, yaitu :
(1) kebudayaan sebagai konsep
(2) kebudayaan sebagai aktivitas,
(3) kebudayaan sebagai artefak.
Dengan klasifikasi tersebut, seluruh aktivitas interaksi manusia dengan penciptanya, interaksinya dengan masyarakat, dan interaksinya dengan alam, semuanya merupakan kebudayaan.

Mengamalkan Prilaku Manusia Berbudaya dalam Kehidupan BermasyarakatKata budaya biasanya juga dipadankan dengan kata adab, yang menunjukkan unsur-unsur budi luhur dan indah, misalnya sopan santun, kesenian, dan ilmu pengetahuan, adalah peradaban atau kebudayaan. Namun menurut Van Peursen, filsafat kebudayaan modern dewasa ini, akan meninjau kebudayaan terutama dari sudut policy tertentu, sebagai suatu strategi  bagi hari depan. Kebudayaan dapat diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang atau setiap kelompok orang-orang. Berbeda dengan hewan, manusia tidak hidup begitu saja ditengah-tengah alam, melainkan selalu mengubah alam itu.

Kita dapat mengembangkan potensi prilaku yang baik untuk bergaul dengan masyarakat seni dan lingkungan sosial sebagai insan yang berbudaya dengan cara mengenal, memahami, dan menghargai budayanya sendiri. Mengembangkan sikap sopan, ramah, dan rendah hati dalam berinteraksi secara efektif dengan para seniman dan budayawan, lingkungan sosial. Kita harus dapat menempatkan diri sebagai cerminan bangsa yang berbudaya dalam pergaulan dunia.

Sumber : S.C. Bangun dkk. Buku Seni Budaya SMK/MA/SMA/MAK Kelas IX Semester I Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2014




No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.