Wednesday, January 28, 2015

Pengertian Pertunjukan Musik


Sesuai dengan pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , istilah pertunjukan berarti sesuatu yang dipertunjukkan atau tontonan (bioskop, wayang, dan sebagainya), atau juga pameran. Mengacu pada pengertian itu maka apakah pengertian dari pertunjukan musik?

  1. Apa saja yang membedakan pertunjukan musik profesional berbeda dari pertunjukan musik bagi murid sekolah?
  2. Mengapa pertunjukan musik profesional pertunjukan musik bagi murid sekolah?


Berdasarkan apa yang dinyatakan di atas, cobalah analisis perbedaan antara pertunjukan musik yang dilakukan oleh para musisi dan seniman pertunjukan musik yang dilakukan siswa sekolah.

Walaupun berbeda, pertunjukan musik yang dilakukan untuk murid di sekolah tetap menggunakan teknik dan prosedur yang sama dengan yang dilakukan dalam pertunjukan musik untuk musisi profesional. Pertunjukan musik bagi murid dapat dilihat sebagai bagian dari pembelajaran musik di sekolah, yaitu memberi pengalaman pada para murid untuk memahami bagaimana melakukan suatu pertunjukan musik. Untuk lebih jelasnya, perhatikan empat gambar berikut:


Amati perbedaan pada keempat gambar di atas dan cobalah jawab beberapa pertanyaan di bawah ini:

  1. Siapakah pelaku dalam pertunjukan musik dalam keempat gambar di atas?
  2. Apakah para pelaku pertunjukan musik dalam keempat gambar di atas memperlihatkan kolaborasi seni? Sebutkan cabang seni yang dilibatkan dan bagaimana masing-masing cabang seni digunakan?
  3. Bagaimana prakiraan kamu mengenai waktu persiapan dan dana yang dibutuhkan pada masing-masing pertunjukan?
  4. Dari keempat gambar di atas, gambar nomor berapa yang paling mewakili pertunjukan musik sekolah?
  5. Menurut pandangan kamu, bagaimana sebaiknya suatu pertunjukan musik bagi murid di sekolah diselenggarakan?


Berdasarkan jawaban kamu, apakah pertunjukan musik berkontribusi secara positif pada perkembangan pengetahuan dan kemampuan kalian dalam bidang musik? Kalau kalian menjawab “ya” atau “tidak”, diskusikan jawaban itu dengan beberapa teman atau dalam kelompok dan uraikan penjelasan kamu.

Sunday, January 18, 2015

Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya

Teknik pembuatan karya seni kriya disesuaikan dengan bahan yang dipakai. Teknik-teknik yang digunakan dalam membuat karya seni kriya antara laln teknik cor, teknik ukir, teknik membatik, teknik anyam, teknik tenun, teknik bordir dan teknik membentuk. Seni kriya berdasarkan teknik pembuatannya tersebut, dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

1. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya pahat atau seni kriya ukir

Kriya Pahat atau kriya ukir, yaitu kerajinan yang dibuat dengan menggunakan tatah ukir. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir. Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti garis, lingkaran, swastika, zig zag, dan segitiga.
Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya pahat atau seni kriya ukir

Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jents ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan. Contohnya mebel, relief, patung, topeng, wayang, dan lain-lain. Deerah yang dikenal sebagai penghasil kerajinan ini yaitu Asmat, Nias, Toraja, Simalungun, Batak, Bali, Minangkabau, Lampung, Madura, Jepara, Klaten, Surakarta, Yogyakarta, dan Cirebon.

Dilihat dari jenisnya. ada beberapa ukiran, antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, ukiran tinggi (timbul), dan ukiran ukir Pada umumnya, ukiran selain sebagal hiasan juga mengandung makna atau fungsi tertentu, seperli makna simbolis dan religius. Matcna atau fungsi karya seni ukir, antara lain sabagal berikut.

  1. Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
  2. Fungsi magis, yaitu ukiran yang didalamnya mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan splritual.
  3. Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional, dimana selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spirttual d. Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagal hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
  4. Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang bertungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.


2. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya batik


Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kapan tepatnya waktu kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan caara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapatahapan pewarnaan dan tahap nglorod (penghilangan malam). Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali. Corak kain batik setiap daerah beraneka ragam. Corak batik Jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan wama-wama yang beragam. Corak batik pesisir umumnya menunjukkan adanya pengaruh asing. Pekalongan merupakan penghasil batik yang terkenal dan termasuk dalam golongan batik pesisir. Daerah batik bercorak pesisir yang lain adalah Madura, Tuban, dan Cirebon. Batik daerah ini perpaduan warna yang kontras, seperti merah, kuning, cokelat, dan putih. Sedangkan Batik Solo, Yogyakarta, dan sekitamya umumnya menggunakan warna-warna redup, seperti cokelat, biru, hitam, dan hijau.
Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya batik

Alat dan bahan utama yang dipakai untuk membatik, yaitu sebagai berikut.

  1. Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
  2. Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai petintang masuknya warna ke serat kain (benang).
  3. Bahan pewarna, untuk mewarnai kain dapat menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan atau pewarna industri yaitu naptol dan garam diasol.
  4. Canting dan kuas, untuk menorehkan lilin pada kain.
  5. Kuas untuk nemboki, digunakan untuk menutup malam pada permukaan kain yang lebar.


Teknik membatik yang paling banyak diterapkan di Indonesia adalah teknik batik tulis. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, selain tekniktulis juga telah berkembang proses pembuatan kain batik dengan teknik cap, teknik celup, teknik lukis, dan teknik printing.

a. Batik celup Ikat
Batik celup ikat dibuat tanpa menggunakan malam sebagai bahan penghalang tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik ikat atau jumputan.

b. Batik tulis
Batik tulis dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.

c. Batik cap
Pada batik cap digunakan alat cap atau stempel yang telah terpola batik. Stempel tersebut dicelupkan kedalam lilin panas, kemudian ditekan atau dicapkan pada kain batik.

d. Batik lukis
Batik lukis dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efektertentu. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.

e. Batik modern
Batik modern adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena itu pada hasil akhimya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.

f. Batik printing
Batik printing dibuat dengan menggunakan teknik sablon (screen pinting). Proses pernbedan wama dengan cara meletakkan larutan naphtol yang telah dikentalkan ke atas permukaan kain menggunakan alat rakel.

3. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya tenun

Indonesia adalah salah satu negara penghasil tenun terbesar, terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra. Daerah yang terkenal sebagai penghasil tenun lkat, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi, Ball, Sulawesi Tengah, Toraja (Sulawesi Selatan), Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, NTT, Flores, dan Maluku. Sedangkan penghasil songket yang terkenal, antara lain Aceh, Sumatra Barat, Riau, Palembang, Bali, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi, Lombok, Nusa Tenggara, dan Maluku. Kriya tenun kebanyakan dipakai untuk selendang, sarung, kebaya, dan ikat kepala seperti pada pakaian adat. Bahan yang dipakai untuk membuat kain tenun ditentukan oleh ketersediaan alam daerah setempat. Di Sumbawa (NTT)semue produk kain tenun dibuat dan benang kapas. Kain songket berbahan benang sutra dapat dijumpai di Aceh, Sumatra Barat, Palembang, dan Bali, sedangkan yang berbahan dasar benang katun dapat dijumpai di Flores.

Teknik menenun pada dasarnya hampir sama dengan teknIk menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hamplr tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsin dan pakan. Teknik tenun dapat dibagi menjadi empatjenis, yaitu sebagal berikut.

a. Teknik silang tunggal
Teknik silang tunggal merupakan teknik yang memiliki dua arah sumbu yang saling tegak lurus atau midng satu sama lainnya.

b. Teknik silang ganda
Teknik ini hampir sama dengan silang tunggal yaitu menyisipkan dan menumpang dua benda pipih (pakan dan lungsin) yeng berbeda arah. Bedanya ialah pada pakan dan lungsin yang diselusup dan ditumpangl tidak hanya satu tepi tetapi dapat dua, tiga, empat, dan seterusnya sehingga dikenal silangan ganda dua, ganda tiga, ganda empat, dan seterusnya sesuai dengan jumlah benda pipih yang dilompati dan disusupl.

c. Teknik tiga sumbu
Teknik ini sama seperti teknik silang, hanya saja perlu diingat bahwa pakan dan lungsin yang akan ditenun tersusun menurut tiga arah. Teknik ini memberi peluang untuk memperoleh hasil tenunan tiga sumbu jarang dan tiga sumbu rapat. Tenunan tiga sumbu rapat menghasilkan pda bentuk heksagonal (segi enam beraturan) atau belah ketupat.

d. Teknik empat sumbu
Teknik ini berprinsip menyisip dan menumpangkan pakan dan lungsin secara berbeda arah satu sama lainnya. Hanya saja benda pipih yang berbeda arah dsini semakin banyak jumlahnya (empat buah sumbu). Jenis tenun empat sumbu termasuk jenis tenun yang berlubang-lubang dengan bentuk pola oktogonal (segi delapan beraturan).

4. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya anyaman


Kriya anyaman di Indonesia sangat beragam, baik jenis, bahan, maupun bentuknya. Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan.
Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya anyaman

Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu. Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan (diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna. Kriya anyaman tersebar di Nusantara terdiri atas bentuk-bentuk tradisional yang masih bertahan, pengembangan dari bentuk-bentuk tradisional, hingga bentuk-bentuk desain baru. Tasikmalaya (Jawa Barat) adalah salah satu pusat kerajinan anyaman dari berbagai bahan dan bentuk. Di Halmahera (Maluku), rotan diproduksi menjadi tas punggung. Di Papua, anyaman dapat ditemukan pada produksi gelang khas masyarakat Papua yang terbuat dari serat kayu dan batang anggrek hutan. Pada awalnya kegiatan menganyam dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alam yang hanya diproses secara sederhana seperti daun kelapa, rotan, eceng gondok, serta daun pandan, tetapi seiring berkembangnya zaman, menganyam tidak hanya menggunakan bahan-bahan alam, tetapi juga menggunakan bahantelcstil sebagai bahan dasamya. Berikut ini beberapa contohmotif anyaman.

a. Sasak
Prinsip motif ini selang-seling jalinan satu tumpang satu dengan pengembangan variasinya. Menyambung jalinan dilakukan dengan langsung menyisipkan pada saat melakukan tumpang tindih. Contoh benda yang dibuat dengan motif ini adalah keranjang, tas, dan jok kursi (antik).

b. Bilik atau Kepang
Untuk motif ini, selang-seling jalinannya adalah dua tumpang satu dan pengembangannya. Contoh benda yang bermotif ini adalah bilik, tikar, bakul, kipas, dan sebagainya.

c. Bintang
Selang-seling jalinan anyaman motif bintang membentuk segi enam beraturan yang setiap sudutnya tumpang-tindih bergantian. Contoh benda anyaman motif ini misalnya keranjang besar dan kecil.

d. Lilit
Cara menganyam motif ini dengan melilitkan tali selang-seling pada jali nan. Contoh benda anyam dengan teknik lilit yakni keranjang buah, kerai, tempat pensil, bangku, meja, dipan, dan sebagainya.

5. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya bordir


Bordir adalah sebuah seni yang memadukan dekorasi sulaman pada kain. Alat bantunya berupa jarum dan benang. Bordir merupakan kerajinan rakyat yang memedukan ketekunan dan ketelatenan dalam pengerjaannya. Kerajinan ini telah tumbuh di beberapa daerah dengan motif dan rancangan khas daerah masing-masing.Awalnya kerajinan ini berkembang untuk memenuhi kebutuhan pakaian kebaya wanita yang merupakan pakaian nasional Indonesia, tetapi dengan adanya perkernbangan dan penggunaan yang semakin meluas kerajinan ini menjadi bagian dari ciri khas motif pakaian untuk sholat seperti mukena, baju koko, dan selendang.

6. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya cor (cetak tuang)


Pada umumnya, seni kriya yang menggunakan teknik cor dibuat dengan bahan dasar logam dan tanah liat. Ketika kebudayaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, maka mulai dikenal teknik pengolahan perunggu. Terdapat beberapa benda kriya dari bahan perunggu seperti genderang perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan.

Teknik cetak pada zaman perunggu ini ada dua macam, yaitu teknik bivalve dan teknik a cire pardue.
a. Teknik tuang berulang (bivalve)
Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keping cetakan yang terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan ('bi' berarti dua dan 'valve' berarti kepingan). Teknik inl digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hlasannya.

b. Teknik tuang sekali pakai (a cire perdue)
Teknik a cire perdue digunakan untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat. Selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat. Setelah itu, model tersebut dibakar untuk mengeluarkan lilin. Dengan demiklan terjadilah rongga dan akhirnya lelehan perunggu dapat dituang ke dalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat tersebut dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.

Di samping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin.

7. Teknik dan Proses Pembuatan Seni kriya membentuk


Pengertian teknik membentuk di sini yaltu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar, atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya.

Teknik yang umumnya dlgunakan pada proses pembuatan keramik, antara lain sebagai berikut.

a. Teknik lillt pilin (colling)
Teknik ini merupakan gabungan dari pilinan tanah yang ditumpuk satu persatu diantara pilinan yang lain sehingga menjadi sebuah/bentuk keramik. Bentuk pilinan tersebut berfungsi sebagai dinding benda dan dekorasi.

b. Teknik pijat jari (pinching)
Teknik ini merupakan teknik bagi pemula dalam membentuk sebuah benda keramik. Hasil jejak pijitan akan bisa ditamplikan dari tekanan ibu jari dan telunjuktangan. Fungsi pemijitan dengan jari adalah untuk mengarahkan bentuk pada benda keramik yang akan dibuat dan untuk meratakan ketebalan benda keramik secara keseluruhan.

c. Teknik slab (lempengan)
Cara pembentukan dengan tangan langsung sepertl coll, lempengan atau pijatjan merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipa4 oleh seniman atau para penggemar keramik.

d. Teknik putar
Teknik pembentukan dengan alat putar dapat mengheslikan banyak bentuk yang simetrls (bulat, silindris) dan bervarlasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering dipakai oleh para pengrajin di sentra-sentra keramik. Pengrajin keramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel) atau alat putar kaki (kick wheel). Para pengrajin bekerja di atas alat putar dan menghasll kan bentuk-bentuk yang sama seperti gentong, guci, dan lain-lain.

e. Teknik cetak
Teknik pembentukan dengan cetak dapat memproduksi barang dengan jumlah yang banyak dalam waktu relatif singkat dengan bentuk dan ukuran yang sama pula. Bahan cetakan yang biasa dipakai adalah berupa gips, seperti untuk cetakan berongga, cetakan padat, cetakan jigger, maupun cetakan untuk dekorasi tempel. Cara ini digunakan pada pabrik-pabrik keramik dengan produksi massal, seperti alat-alat rumah tangga yaitu piring, cangkir, mangkok, gelas, dan lain-lain.

Di samping cara-cara pembentukan di atas, para pengrajin keramik tradisional juga dapat membentuk keramik dengan teknik cetak pres, seperti yang dilakukan pengrajin genteng, tegel dinding, maupun hiasan dinding dengan berbagai motif seberti binatang atau tumbuh-tumbuhan.

Saturday, January 17, 2015

Bahan Seni Kriya Nusantara


Bahan seni kriya nusantara diambil dari beragam sumber yang ada di bumi ini. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam. Oleh sebab itu, di Indonesia banyak kerajinan tangan yang diolah dari bahan-bahan yang langsung diambil dari alam, contohnya kayu, batu, kulit binatang, tanah liat, logam, dan serat alam. Berdasarkan bahan yang digunakan tersebut, seni kriya Nusantara dibedakan menjadi seni kerajinan kulit, seni kerajinan logam, seni kerajinan tekstil, seni kerajinan keramik, seni kerajinan batu, dan seni kerajinan kayu.

Bahan Seni Kriya Nusantara


  1. Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudeh dimasak, kulit mentah, atau kulit sintetis. Contohnya tas, sepatu, wayang, dan lain-lain. Daerah yang dikenal sebagai penghasil kerajinan ini diantaranya Yogyakarta, Solo, Kedu, Bali, Bandung. 
  2. Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempa, atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain. Sentra-sentra kerajinan logam antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto. 
  3. Seni kerajinan tekstil, meliputi batlk dan tenun. Benda-benda pakai yang dihasilkan dari kerajlnan ini adalah kain, selendang, taplak meja, sprei, sarung bantal, hiasan dinding, gorden, dan lain-lain. Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang, dan Cirebon. Sedangkan daerah penghasil kain tenun diantaranya Troso, Pidan, Sumba, Makasar, Maumene, Ende Maluku, dan Nusa Tenggara limur 
  4. Seni kerajinan keramlk, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran, dan glasir) sehingga menghasllkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring dan lain-lain. Daerah yang dikenal sebagai penghasil kerajinan ini yaltu Klaten. Purwakarta, Mataram, dan Lombok. 
  5. Seni kerajinan batu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan baku yang berasal dari batu. Batu yang memillki tekstur keras dan cenderung kaku untuk dibentuk ternyata dapat diolah menjadi seni kerajinan yang indah. Salah satunya berasal dari daerah Sukaraja, Sukabumi. Di daerah ini dapat dijumpai berbagai material batu yang telah dlolah menjadi hiasan dan dekorasi rumah. Ada batu akik, jesper, fosil, dan batu-batu permata lainnya yang dibentuk menjadi hiasan dengan motif flora dan fauna. 
  6. Seni kerajinan kayu, merupakan seni kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu. Kayu yang biasa digunakan adalah kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka, dan lain-lain. Kayu banyak menghasilkan herbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, Patung, dan hiasan ukir-ukiran. 


Fungsi Pembuatan Seni Kriya


Fungsi pembuatan seni kriya dapat dilihat dari tujuan penggunaannya. Keberadaan seni kriya selalu berkaitan dengan pemanuhan fungsi-fungsi tertentu. Ada tiga kategori fungsi seni, yartu fungsi personal, fungsi sosial, dan fungsi fisik Fungsi personal berkaitan dengan pemenuhan kepuasan jiwa pribadi dan Individu. Fungsi sosial berhubungan dengan tujuan-tujuan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan kepercayaan. Sedangkan fungsi fisiknya berurusan dengan pemenuhan kehutuhan praktis.

Praktek seni kriya pada awalnya bertujuan untuk membuat barang-barang fungsional, baik ditujukan untuk kepentingan keagamaan (religius) atau kebutuhan praktis dalam kehldupan manusla seperti perkakas rumah tangga. Dalam perkembangannya seni kriya dapat dikelompokan berdasar tujuan penciptaan atau penggunaannya menjadi kriya yang mempunyai fungsi: praktis, estetis, dan simbolis (religius).

Seni kriya diminati dengan tujuan yang berbeda-beda, hal tersebut disebabkan kebutuhan orang berbeda-beda, karena itu seniman-seniman seni kriya sering membuat bermacam Jenis seni kriya. Kebutuhan manusis terhadap seni kriya tidak hanya digunakan untuk sarana kehidupan secara fisis saja melainkan juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan akan keindahan (psikologis).

Fungsi Pembuatan Seni Kriya

Secara garis besar, fungsi seni kriya terbagi atas 3 golongan, yaitu sebagai berikut.
1. Sebagai benda pakai
Seni kriya sebagai benda pakai diciptakan dengan mengutamakan fungsinya, sedangkan unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.

2. Sebagai benda hias
Seni kriya sebagai benda hias yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan dibandingkan dengan aspek kegunaan atau segi fungsinya.

3. Sebagai benda mainan
Seni kriya sebagai benda mainan dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pemiainan.

Pengertian Seni Kriya Nusantara

Pengertian Seni Kriya Nusantara dapat kita pelajari dengan melihat dari istilah 'seni kriya' yang berasal dari akar kata 'kr' (bahasa Sansekerta) yang berarti 'mengerjakan'; dari akar kata tersebut kemudian menjadi kata karya, kriya, kerja. Dalam arti khusus adalah mengerjakan sesuatu untuk menghasilkan benda atau obyek. Dalam pengertian berikutnya semua hasil pekerjaan termasuk berbagai ragam keteknikannya disebut 'seni kriya'. Kata 'kriya' dalam bahasa Indonesia berarti pekerjaan (kerajinan tangan). Di dalam bahasa Inggris disebut craft yang mengandung arti energi, kekuatan, atau keterampllan mengerjakan atau membuat sesuatu. Pada kenyataannya seni kriya sering dimaksudkan sebagai karya yang dihasilkan karena skill atau keterampilan seseorang, sebagaimana diketahui bahwa semua kerja dan ekspresi seni membutuhkan keterampilan. Dapat disimpulkan bahwa seni kriya adalah semua hasil karya manusia yang memerlukan keahlian khusus yang berkaitan dengan tangan, sehingga seni kriya sering juga disebut kerajinan tangan.
Pengertian Seni Kriya Nusantara

Pada saat ini seni kriya digolongkan sebagai bagian dari seni rupa, yaitu karya seni yang dinikmati dengan indera penglihatan. Yang membedakan seni kriya dan seni murni adalah fungsinya. Sementara seni murni bersifat ekspresif dan komunikatif, seni kriya lebih berorientasi pada kegunaan dalam kehidupan manusia sehari-hari disertai dengan teknik pembuatan yang tinggi.

Karya seni kriya Nusantara dapat diidentifikasi mengenai keunikan dan gagasannya. Karya seni yang unik berarti karya yang tiada bandingannya atau tiada yang menyamai sehingga menjadi khas, tunggal, atau hanya satu ciri bentuk yang dimilikinya. Dalam mengidentifikasi keunikan karya seni kriya Nusantara, akan diteliti apakah karya tersebut tidak ada bandingannya (tidak ada persamaan) dengan karya yang lain. Sedangkan gagasan atau ide yang tampak dalam seni kriya Nusantara dapat kita perhatikan dari tanggapan seseorang dalam menangkap keindahan alam yang muncul dari hasil karya. Sebuah gagasan (ide) dapat pula ditangkap/dimengerti melalui tema karyanya.

Seperti pada seni rupa murni, seni kriya juga memiliki unsur penting dalam penciptaannya. Unsur-unsur tersebut, antara lain sebagal berikut.

1. Bentuk Seni Kriya
Yang dimaksud dengan bentuk dalam seni kriya adalah wujud flsik dari suatu karya. Bentuk selalu bergantung pada sentuhan keindahan (estetika), karena itu dalam penciptaannya seorang seniman harus menguasai unsur-unsur seni rupa seperti garis, bentuk, wama, komposisi, dan lain-lain. Alam merupakan sumber inspirasi bentuk bagi seorang seniman kriya.

2. Fungsi Seni Kriya
Dalam seni kriya terapan, seorang seniman kriya harus mampu menghubungkan bentuk dengan fungsi sehingga karya yang dihasilkan dapat memenuhi fungsi, sementara bentuknya tetap indah. Dalam menciptakan benda kriya fungsional (terapan), pencipta harus benar-benar memperhatikan nilai ergonomis yang meliputi kegunaan (utility), keamanan (security), kenyamanan (comfortable), kemudahan atau keruwesan (flexibility), dan keindahan (aesthetic).

3. Materlal (media) Seni Kriya
Pemilihan bahan atau material dalam pernbuatan seni kriya sangat penting karena material akan mendukung nilai bentuk. Kenyamanan dalam menggunakan benda terapan juga akan memengaruhi kualitas dari barang tersebut.

Friday, January 16, 2015

Pengertian, Persamaan dan Perbedaan Nasyid dengan Akapela

Pengertian Akapela


Seni musik akapela merupakan suatu teknik bernyanyi yang biasanya dilakukan secara berkelompok tanpa diiringi alat musik. Seni musik ini merupakan musik dari suara mulut yang meniru suara alat-alat musik lainya seperti gitar, drum, perkusi dan lain sebagainya. Saat ini mungkin sudah banyak yg tahu apa itu akapela yang mempunyai keunikan tersendiri yaitu memiliki keharmonian dan persatuan nada indah yang dapat membuat bulu kuduk merinding akan keindahan suaranya.

Berbeda dengan Indonesia, di Negara Negara barat musik akapela cukup berkembang pesat. Dibuktikan dengan saat ini muncul kontes vocal berbasis akapela bertajuk, Sing Off. Kualitas dan kreativitas musik akapela di luar negeri terus berkembang, jika dulu kita mengenal BoyzIIMen, All 4 One, atau Neri Percaso, sejak Sing Off digelar, setidaknya ada belasan grup musik akapela yang eksis dan mempunyai banyak penggemar, seperti Pentatonix.

Pengertian Nasyid


Nasyid (Arab: أناشيد) adalah senandung bercorak Islam yang biasanya berisi pujian kepada Allah, kata-kata nasihat, kisah para nabi, dan yang berkaitan dengan dengan Islam lainnya. Nasyid biasanya dinyanyikan secara akapela atau dengan diiringi gendang (duff). Hal ini terjadi karena banyak ulama Islam yang melarang penggunaan alat musik kecuali alat musik perkusi.

Pengertian, Persamaan dan Perbedaan Nasyid dengan Akapela
Nasyid
Pada awal sejarahnya nasyid dibawakan dengan alunan bercorak padang pasir, tetapi kini kumpulan grup nasyid telah berinovasi membawa perbagai bercorak baru untuk para pendengar. Pembaharuan ini menjadikan lagu-lagu nasyid lebih menarik dan memiliki daya saing yang lebih tinggi dalam bidang seni.

Dari penjelasan di atas jelaslahlah bawa perbedaan antara Nasyid dan akapela adalah :

  1. Nasyid lebih bercorak Islam, sedangkan akapela coraknya umum
  2. Nasyid ada yang dinyanyikan secara akapela, tapi terkadang juga diiringi musik perkusi
  3. Akapela dinyanyikan tanpa alat musik sama sekali, sedangkan nasyid bisa menggunakan, bisa juga tidak

Sedangkan persamaan nasyid dan akapela adalah sama-sama dilakukan secara berkelompok dan mengandalkan suara untuk meniru alat-alat musik.

Tanya Jawab deputar Nasyid dengan Akapela

Apakah perbedaan nasyid dan akapela? Jelaskan!

Jawaban : Nasyid adalah musik yang biasanya diiringi oleh instrumen musik atau secara a cappella dengan penggunaan bahasa Arab atau bahasa lokal, sedangkan akapela adalah teknik menyanyi tanpa diiringi oleh instrumen musik dan biasanya menggunakan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Jadi, perbedaan utama antara nasyid dan akapela adalah pada penggunaan instrumen musik dan bahasa yang digunakan.

Apa persamaan antara nasyid dan akapela?

Jawaban : Persamaan antara nasyid dan akapela adalah keduanya merupakan jenis musik vokal yang dinyanyikan tanpa diiringi instrumen musik. Kedua jenis musik juga biasanya mengandung pesan keagamaan atau moral.

Apa pengertian nasyid acapella?

Jawaban : Nasyid a cappella adalah jenis musik nasyid yang dinyanyikan tanpa diiringi oleh instrumen musik dan hanya menggunakan suara vokal. Jenis musik ini biasanya menggunakan bahasa Arab atau bahasa lokal dan mengandung pesan keagamaan atau moral.

Apa persamaan dari nasyid, musik akapela, vokal grup koor, dan lagu kanon?

Jawaban : Persamaan dari nasyid, musik akapela, vokal grup koor, dan lagu kanon adalah bahwa semuanya merupakan jenis musik vokal yang dinyanyikan tanpa diiringi oleh instrumen musik. Selain itu, jenis musik ini biasanya mengandung pesan keagamaan atau moral.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan akapela?

Jawaban : Akapela adalah teknik menyanyi tanpa diiringi oleh instrumen musik. Dalam akapela, suara vokal menjadi satu-satunya alat musik yang digunakan untuk menciptakan harmoni dan ritme musik.

Apa yang anda ketahui tentang nasyid?

Jawaban : Nasyid adalah jenis musik vokal yang berasal dari dunia Islam. Biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab atau bahasa lokal dan mengandung pesan keagamaan atau moral. Nasyid dapat diiringi oleh instrumen musik atau dinyanyikan a cappella.

Apa perbedaan akapela dan lagu?

Jawaban : Akapela adalah teknik menyanyi tanpa diiringi oleh instrumen musik, sedangkan lagu adalah gabungan antara vokal dan instrumen musik. Dalam lagu, instrumen musik memainkan peran penting dalam menciptakan harmoni dan ritme musik.

Apakah perbedaan kanon dan akapela?

Jawaban : Kanon adalah teknik musik di mana beberapa vokal mengikuti pola melodi yang sama dengan sedikit perbedaan waktu, sementara akapela adalah teknik menyanyi tanpa diiringi oleh instrumen musik.

Apa ciri dari nasyid?

Jawaban : Beberapa ciri dari nasyid antara lain lirik yang berkaitan dengan pesan keagamaan atau moral, penggunaan bahasa Arab atau bahasa lokal, dan penggunaan instrumen musik tradisional seperti gambus atau rebana. Nasyid juga biasanya dinyanyikan oleh grup vokal yang terdiri dari beberapa orang.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan akapela Brainly?

Jawaban : Brainly adalah situs web yang menyediakan platform tanya jawab online di mana pengguna dapat bertanya dan menjawab pertanyaan dari pengguna lain. Akapela sendiri adalah teknik menyanyi tanpa diiringi oleh instrumen musik.

Apakah nasyid menggunakan alat musik?

Jawaban : Ya, nasyid dapat diiringi oleh instrumen musik tradisional seperti gambus, rebana, atau gendang. Namun, ada juga nasyid yang dinyanyikan secara a cappella tanpa diiringi oleh instrumen musik.

Apa manfaat nasyid?

Jawaban : Manfaat nasyid antara lain dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kesatuan umat Islam, mengajarkan nilai-nilai moral dan keagamaan, serta dapat menjadi sarana untuk beribadah dan mempererat hubungan dengan Allah SWT.

Bolehkah nasyid tanpa musik?

Jawaban : Ya, nasyid dapat dinyanyikan secara a cappella tanpa diiringi oleh instrumen musik.

Apa keunikan yang terdapat pada penyajian musik akapela?

Jawaban : Keunikan dari penyajian musik akapela adalah harmoni dan ritme musik dihasilkan hanya dengan suara vokal tanpa diiringi oleh instrumen musik, sehingga menghasilkan kesan musik yang sederhana dan alami.

Mengapa akapela memiliki keunikan sendiri-sendiri?

Jawaban : Akapela memiliki keunikan sendiri-sendiri karena teknik ini membutuhkan keahlian dan koordinasi yang baik antara para penyanyi untuk menciptakan harmoni dan ritme musik hanya dengan suara vokal tanpa diiringi instrumen musik.

Apa perbedaan antara paduan suara dan vokal grup?

Jawaban : Perbedaan antara paduan suara dan vokal grup adalah bahwa paduan suara biasanya terdiri dari beberapa bagian suara (soprano, alto, tenor, bass) yang dinyanyikan bersama untuk menciptakan harmoni dan ritme musik, sedangkan vokal grup biasanya terdiri dari beberapa orang yang menyanyikan melodi secara bersama-sama.

Apa persamaan dan perbedaan antara paduan suara dan vokal grup?

Jawaban : Persamaan antara paduan suara dan vokal grup adalah keduanya merupakan jenis musik vokal yang menggunakan suara manusia sebagai alat musik utama. Perbedaan antara paduan suara dan vokal grup sudah dijelaskan sebelumnya yaitu pada jumlah bagian suara yang digunakan dan pada penyajian harmoni dan ritme musik yang dihasilkan.

Jelaskan apa perbedaan antara teknik akapela kanon dan vokal grup?

Jawaban : Perbedaan antara teknik akapela kanon dan vokal grup adalah bahwa pada teknik akapela kanon, beberapa vokal mengikuti pola melodi yang sama dengan sedikit perbedaan waktu, sedangkan pada vokal grup, beberapa orang menyanyikan melodi secara bersama-sama.

Apa contoh lagu nasyid?

Jawaban : Contoh lagu nasyid antara lain "Ya Rasulullah", "Assalamu'alaikum", "Allahu Allah", dan "Alangkah Indahnya".

Apa hukumnya nasyid?

Jawaban : Hukum nasyid dalam Islam adalah halal, asal tidak melanggar prinsip-prinsip Islam seperti tidak mengandung unsur syirik, tidak meresahkan masyarakat, dan tidak menimbulkan kerusakan di masyarakat.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan vokal grup nasyid?

Jawaban : Vokal grup nasyid adalah kelompok penyanyi yang menyanyikan musik nasyid dengan menggunakan suara vokal sebagai alat musik utama dan biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab atau bahasa lokal.

Bagaimana bentuk penyajian seni nasyid?

Jawaban : Bentuk penyajian seni nasyid bisa berupa solo atau kelompok, dengan atau tanpa alat musik, dan biasanya dilakukan dalam suasana yang tenang dan religius.

Berasal dari manakah lagu nasyid?

Jawaban : Lagu nasyid berasal dari dunia Islam dan biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab atau bahasa lokal.

Apakah nasyid termasuk seni musik Islam?

Jawaban : Ya, nasyid termasuk seni musik Islam karena biasanya dinyanyikan dalam bahasa Arab atau bahasa lokal dan mengandung pesan keagamaan atau moral yang bersumber dari Islam.

Bahasa apa yang digunakan dalam awal adanya nasyid?

Jawaban : Bahasa yang digunakan dalam awal adanya nasyid adalah bahasa Arab, karena bahasa Arab merupakan bahasa utama dalam agama Islam.

Siapa yang memperkenalkan seni musik pada masa Islam?

Jawaban : Seni musik diperkenalkan pada masa Islam oleh para sahabat Nabi dan para ulama yang kemudian menyebarluaskan seni musik ini di seluruh dunia Islam.

Jenis-jenis Teater Di Indonesia


Jenis-jenis teater di Indonesia dapat dibagi menjadi dua bentuk sajian. Keduanya hidup berdampingan bahkan saling mempengaruhi dan merupakan sumber penciptaan yang satu terhadap yang lainnya. Dua bentuk sajian teater tersebut dikenal dengan sebutan Teater Tradisional dan Teater NonTradisional (Teater Modern).

1. Teater Tradisional

Teater Tradisional sering juga disebut dengan “Teater Daerah” merupakan suatu bentuk teater yang bersumber, berakar dan telah dirasakan sebagai milik sendiri oleh masyarakat lingkungannya. Pengolahannya didasarkan atas cita rasa masyarakat pendukungnya. Teater Tradisional mempunyai ciri-ciri yang spesifik kedaerahan dan menggambarkan kebudayaan lingkungannya.

Jenis-jenis Teater Di IndonesiaCiri-ciri utama Teater Tradisional :
a. Menggunakan bahasa daerah.
b. Dilakukan secara improvisasi.
c. Ada unsur nyanyian dan tarian.
d. Diiringi tetabuhaan (musik daerah).
e. Dagelan/banyolan selalu mewarnai.
f. Adanya keakraban antara pemain dan penonton.
g. Suasana santai.

Jenis teater yang dapat dikelompokan ke dalam Teater Tradisional adalah : Teater Rakyat, Teater Klasik, dan Teater Transisi.

a. Teater Rakyat

Teater rakyat lahir dari spontanitas kehidupan dalam masyarakat, dihayati oleh masyarakat dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Kelahiran Teater Rakyat umumnya karena dorongan kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, kemudian meningkat untuk kepentingan lain seperti ; kebutuhan akan mengisi upacara dan upacara adat. Contoh teater rakyat adalah Longser, Sandiwara Sunda, Wayang Golek, Pantun Sunda, Bengbengberokan (Bandung); Topeng Cirebon, Wayang Kulit, Sintren, Kuda Kepang (Cirebon); Topeng Banjet, Odong-odong, Sisingaan (Karawang dan Subang) dan lain-lain.

 b. Teater Klasik

Teater Klasik adalah suatu perkembangan seni yang telah mencapai tingkat tinggi baik teknis maupun coraknya. Kemapanan dari jenis Teater Klasik ini sebagai akibat dari adanya pembinaan yang terus menerus dari kalangan atas, seperti; Raja, bangsawan atau tingkat sosial lainnya. Oleh karena itu jenis kesenian klasik kebanyakan lahir dilingkungan istana (pusat kerajaan). Untuk jenis teater yang termasuk klasik, misalnya: Wayang Golek (Jawa Barat); Wayang Kulit dan Wayang Orang (Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Cara pementasan Teater Klasik sudah tidak sebebas Teater Rakyat. Teater Klasik harus menuruti aturan-aturan etis (tata kesopanan) dan estetis (nilai keindahan) yang telah digariskan.

c. Teater Transisi

Pada dasarnya jenis Teater Transisi juga bersumber pada Teater Tradisional, tetapi gaya pementasannya sudah dipengaruhi oleh Teater Barat. Pengaruh Teater Barat nampak pada tata cara penyajiannya. Walaupun pada Teater Transisi masih belum setia terhadap naskah Teater, namun karena tumbuhnya dari masyarakat kota dan banyak dimainkan oleh para pendatang, tidak mencerminkan aspirasi rakyat secara utuh.

Jenis Teater Transisi pada masa awal, seperti: Komedi Stambul dan Sandiwara Dardanella. Teater semacam ini lebih disebut “Sandiwara“. Sedangkan Teater Transisi masa sekarang adalah : Sandiwara Srimulat (Jawa Timur); Sandiwara Sunda (Jawa Barat); Sandiwara Bangsawan (Sumatra Selatan dan Utara).

2. Teater Nontradisional

Teater Nontradisional atau sering disebut dengan Teater Modern merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat kota besar dan sangat dipengaruhi oleh teori-teori barat, terutama pada kaum terpelajar. Teater Modern di Indonesia sudah dikenal sejak abad ke-19. Bentuk-bentuk pertunjukannya yang diakomodir, antara lain: Baca Puisi, Deklamasi, Dramatik Reading, Visualisasi Puisi, Musikalisasi Waktu“ Karya Sinetron Puisi, Monolog, Teater Konvensional, Teater Indonesia Eksperimen, Teater Alternatif, Pertunjukan Posmodernisme, Teater Jalanan, Jeprut, Happening Art. Drama Televisi, Sinetron, Dunia Sineas dan Perfilman, dst..

Teater sebagai seni pertunjukan berdasarkan ciri-ciri pokok seninya, dapat dibedakan ke dalam dua jenis: teater tradisional dan teater nontradisional. Berdasarkan perbedaan ciri-ciri pokok seni dan hubungan seni yang mendasari pertunjukannya dapat disimpulkan bahwa teater tradisional keberadaan seninya tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat pendukungnya, baik masyarakat suku pedalaman, masyarakat pedesaan, perkampungan (pertanian huma dan pesawahan) dan masyarakat istana atau pendopo atau keraton.

Dalam perkembangannya Teater sebagai salah satu bentuk karya seni pertunjukan ditinjau dari media yang digunakannya, Sumardjo (2000), mengatakan dapat dibedakan ke dalam; teater boneka dan teater manusia.

Teater boneka adalah bentuk pertunjukan teater dengan media ekspresi seninya menggunakan alat boneka atau disebut teater muffet. Contohnya, wayang golek, wayang kulit, dst. Teater dengan media manusia, yakni dapat dibedakan menjadi teater orang dan teater tutur. Teater dengan medium utama manusia atau orang, banyak ditemukan pada jenis dan bentuk teater tradisional dan non tradisonal dengan ciri utama manusia ditempatkan sebagai pemeran, aktor, aktris di atas pentas. Teater Tutur memiliki kekhasan penyajian pada penyampaian teks dialog berupa kata-kata yang dibawakan melalui tokoh (pemeran) diungkap dengan cara bernyanyi, dilagukan, seperti juru dongeng atau bercerita. Contohnya; Kentrung (Jawa Timur), Seni Pantun, Beluk (Jawa Barat), MPToh (Aceh), dst.

Teater berdasarkan bentuk dikenali dua bentuk, yakni Teater verbal dan nonverbal. Teater verbal, menekankan tokoh cerita (pemeran) melakukan dialog (percakapan antar tokoh atau sendiri) dengan alasan bahwa pesan cerita yang ingin disampaikan kepada penonton digambarkan atau disampaikan dengan bahasa kata-kata. Contohnya. Teater Tutur, Sandiwara Radio, Mendongeng, Standing Up Comedy. Story Toling, dst. Teater non verbal, artinya pesan cerita yang akan disampaikan kepada penonton dapat digambarkan laku dramatiknya melalui kekuatan ekspresi gerak tubuh pemeran. Contohnya. Teater Gerak, Teater Tubuh, (Kelompok Payung Hitam, Rachman Sabur – Bandung; Teater Kubur, Dindon-Jakarta), dan Teater Mini Kata (Teater Rendra, Jakarta) Seni Pantomin.

Setelah kamu belajar tentang jenis teater, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
1. Apa saja yang kamu ketahui tentang ragam jenis dan bentuk teater yang ada disekitarmu?
2. Apa perbedaan teater tradisional dengan teater non tradisional?