Wednesday, August 26, 2015

Pengertian Pemeranan dalam Seni Teater

Mengawali pembelajaran seni teater, pemeranan adalah salah satu unsur penting dalam seni teater. Alangkah baiknya, kalian mengetahui dan memahami keberadaan diri sendiri dan orang lain dalam lingkungan; rumah tinggalmu, masyarakat sekitar dan sekolahmu. Setiap waktu kalian belajar dan beribadat, setiap hari kalian sekolah kecuali hari libur, setiap minggu kalian berkumpul dengan keluarga, setiap bulan kalian minta uang untuk liburan. Kamu kini, mencapai usia remaja mempunyai peran dan kedudukan yang sama dengan teman kalian yakni, sebagai; anak dari orang tuamu, warga masyarakat dari lingkungan sekitarmu dan murid dari sekolahmu. Rentang usiamu adalah pengalaman dari hidupmu. Pengalamanmu sangatlah berbeda dengan temanmu. Tetapi semua orang, mendamba kehidupan damai dan penuh cinta kasih antar sesamanya. Namun kenyataan yang ada, dan kalian rasakan tidaklah demikian. Setiap saat, gejolak membayangi kedamaian. Cinta kasih terkubur sebab salah paham, ambisi, angkuh, kesombongan, dst. Ambisi pribadi dan keserakahan manusia menentang kenyataan menjadi watak seseorang, hingga timbul pertentangan (konflik) antarsesama atau dengan lingkungan sebab tanpa kepasrahan dan kesadaran peran dalam memaknai hidup.

Coba sejenak merenung! Perhatikan orang-orang di rumah, lingkungan sekitar, sekolah, dan atau pengalaman kalian yang menakjubkan (menarik hati) atau menyakitkan! Apa yang dapat kalian ceritakan dari orang-orang itu dan dari pengalaman hidupmu? Apakah kalian merasa kagum (suka, senang), benci, atau menyesali dengan; kedudukan, ketampanan, kecantikan, kepribadian orang atau temanmu dan atau dengan pengalaman yang kalian alami? Keterlibatan dan pengalaman hidup kalian secara langsung dengan orang-orang di rumah, di lingkungan masyarakat dan di sekolah, sebenarnya kalian tengah menjalani pemeranan dengan peran atau tokoh dalam kehidupan nyata. Sungguh beruntung manakala kalian dapat berperan dalam menjalani kehidupan sejalan dengan kesadaran orang banyak (baik). Tidak berpihak pada laku jahat, mati hati, sepi rasa dan tidak peduli siapa pun, sehingga kalian dicemooh, diasingkan, dibenci, dicaci, dan diusir orang lain dari lingkungan masyarakat sekitarmu.

Peran dengan perwatakan orang-orang di sekitarmu termasuk kamu, dengan memerhatikan; status sosial, fisik, psikis, kecerdasan dan mental spiritual yang nampak cenderung bersifat relatif, khas, unik, dan beragam. Keragaman dan keunikan orang-orang bersifat hitam putih, senda gurau serius, tinggi pendek, cantik jelek, jahat baik itu adalah watak atau karakteristik manusia sebagai identitas tokoh dari cerita dalam kehidupan nyata. Watak atau karakteristik orang atau tokoh yang khas, unik dan mempesona biasanya sangat berkesan dalam ingatanmu. Begitu pula dengan orang lain saat melihat kalian dalam berperan di masyarakat atau membawakan peran atau pemeranan dalam suatu penokohan cerita teater.

Dengan kesadaran dan berperan aktif dalam kehidupan di masyarakat dengan menghormati kelebihan dan kelemahan potensi seseorang termasuk kemampuan kalian dan teman kalian adalah inti dalam memaknai peran hidup dalam keragaman dan kekhasan (keunikan). Manusia sebagai sumber rangsang kreativitas dan modal dasar mendalami seni peran (pemeranan) dalam pembelajaran seni teater yang akan kalian alami. Setelah kalian menyaksikan seni teater di gedung pertunjukan, di tengah lapang, di media jejaring sosial, di televisi atau layar perak (bioskop), unsur-unsur pertunjukan apa saja yang kalian lihat (tonton)? Coba kalian amati gambar di bawah ini, untuk mengidentifikasi peran atau tokoh dalam pemeranan!



Kamu perhatikan gambar di atas lebih seksama, lalu jawablah pertanyaan di bawah ini!
  1. Gambar manakah yang menunjukkan karya seni teater atau seni pertunjukan yang kalian ketahui dan ada di sekitarmu?
  2. Dapatkah kalian melakukan salah satu pemeranan berdasar gambar itu?
  3. Apa perbedaan yang menonjol dari sudut pandang watak tokoh dalam pemeranannya?
  4. Dapatkah kalian mengidentifikasi watak tokoh pemeran dari contoh gambar itu?
  5. Bagaimanakah tata rias dan busana melalui contoh gambar itu? Berdasarkan pengamatan melalui gambar, sekarang kalian kelompokkan dan isilah tabel di bawah ini sesuai dengan karakter/ watak tokoh dalam pemeranan atau seni peran!
Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep mengenai seni peran atau pemeranan beserta unsur -unsur nya. Selanjutnya, kalian lakukan pengamatan atau apresiasi pada karakter/ watak tokoh pemeran dengan melihat pertunjukan langsung ataupun menonton tayangan dari video, media jejaring sosial, televisi atau film di gedung bioskop serta membaca referensi dari berbagai sumber belajar lainnya.

Pemeranan adalah unsur penting dalam seni teater. Pengertian seni mengandung arti keindahan (estetik) atau kehalusan budi pekerti, oleh sebab itu seni selalu menawarkan keindahan bentuk dan kehalusan pesan atau nilai moral. Pengertian teater (Theatron, Inggris) biasanya dapat diartikan sebagai “ Gedung Pertunjukan” dan Teater pun dapat dikatakan semua jenis pertunjukan, baik menggunakan media pertunjukan langsung (seni tari, seni musik, seni drama) atau tidak langsung atau seni rekam: sinematografi, TV Play dan film. Teater dalam pengertian khusus dapat diartikan sebagai drama. Kata drama sendiri diambil dari bahasa Yunani “ dramoi” atau “to act to” dalam bahasa Inggris yang berarti berbuat, melaksanakan atau bertindak atau berbuat menjadi atau berbuat seolah-olah menjadi di luar dirinya. Dari kata “to act” lahirlah istilah actor yakni pemeran pria dan actrees, pemeran wanita. Oleh karenanya berbicara masalah pemeran yang mempunyai padanan; pemain, pelaku, dan tokoh. tidak dapat dipisahkan dengan pemeranan sebagai ilmu dan seni didalam seni teater.

Pengertian Pemeranan

Istilah pemeranan disebut juga dengan seni peran, atau seni akting. Seorang pemeran dalam melaksanakan pemeranannya dikenal dengan sebutan aktor, aktris, pemain, tokoh, dst. Aktor, aktris, pemain, tokoh adalah inti dalam seni peran dan seni teater pada umumnya. Oleh karenanya, tanpa seorang pemeran seni pertunjukan tak akan hadir dihadapan kita. Namun perlu diingat, dalam pemeranan tidak semua aktor, pemeran, tokoh tidak atau kurang berhasil dalam membawakan pemeranannya. Mengapa demikian? Hal ini sangat terkait dengan beberapa unsur seni peran yang menjadi persyaratan didalamnya, antara lain;

  1. Cerita atau naskah yang dibawakannya wajib mengandung konflik atau pertentangan antar tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnnya. Dapat pula permengenai tokoh cerita dengan lingkungan, dengan dirinya sendiri (keyakinannya) dst.
  2. Adanya kerjasama dan kerja bersama baik antar pemain dan sutradara dalam membangun irama permainan seni peran, dengan beberapa unsur artistik pentas yang hadir melingkupi tokoh dalam suatu adegan, babak atau disebut dengan kepekaan ruang dalam membangun atmosfir pertunjukan.
  3. Menghindari terjadinya kesalahan pemilihan tokoh atau miss casting dalam pemeranan, sehingga terjadi over acting (akting yang berlebihan) atau under acting (akting di bawah standar, kurang ekspresif dari tuntutan peran yang dibawakan). Pemeran, aktor, aktris baik adalah manusia kreatif yang selalu berinsiatif untuk mendadani dan melengkapkan tubuhnya, mentalnya, sosialnya tanpa wajib menunggu perintah orang lain dan atau sutradara.
  4. Adanya keberanian untuk mencoba dan gagal (trial and error). Pada dasarnya suatu keberhasilan, kalian harus meyakini dari kegagalan. Itulah pentingnya suatu kegigihan dan kemauan yang keras perlu ditanamkan olehmu.
  5. Memiliki wawasan dan suka bergaul. Karena itu disyaratkan untuk gemar membaca, menonton pertunjukan dan wajib peka pada kejadian sekitar dan isu-isu yang aktual untuk melatih ingatan dan emosi pemeran sekaligus sebagai bahan apa yang akan dibicarakan secara tematik.
  6. Harus percaya diri, mempunyai kesadaran potensi atas kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Tidak sedikit orang di sekitar kita memiliki; kecantikan, ketampanan, jelek, pendek, jangkung atau postur tubuh tidak ideal, tidak menarik dan menjadi pusat perhatian orang lain. Tetapi dengan ketampanan, kecantikan di dalam Sinetron Lorong atas rata-rata atau di bawah rata-rata dan Waktu. ditunjang dengan kemampuan lebih dari dirinya menjadi luar biasa dalam bidang pemeranan. Contohnya; Resa Rahardian, Dude Herlino, Olga Syahputra, Sule, Bopak, Adul, Daus Mini, Ucok Baba, Soimah, Omaswati, Rina Nose, Christine Hakim, Deddy Miswar, dst.

Dengan demikian, seorang pemeran bersifat langsung di atas panggung atau tidak langsung melalui media televisi atau film dituntut untuk membawakan perannya dengan ekspresif, totalitas tubuh sesuai dengan watak tokoh yang diembannya. Pemeran baik wajib mampu menjadi mediator pesan moral (cerita) dan estetis (keindahan pemeranan) melalui ekspresi totalitas tubuhnya, dengan segenap cipta, rasa, dan karsanya.

Untuk menuju atau minimalnya kalian mengetahui dan mengalami pembelajaran seni peran, perlu diingat bahwa para ahli teater atau teaterawan berpendapat bahwa seorang aktor, aktris, pemeran adalah seperti halnya tanah lempung atau tanah liat. Seorang aktor wajib siap dan mampu dibentuk dan dibuat jadi apa saja. Artinya, bahwa aktor atau seorang pemeran itu sebagai bahan baku yang mampu menjadi media utama dalam seni peran atau pemeranan dari cerita yang diekspresikan secara estetis melalui simbol atau lambang audio (suara, kata-kata), visual (tubuh atau ragawi) dan gerak (gerak-gerik dan perlakuan di atas pentas).

Pemeranan atau seni peran dalam seni teater melalui penyajiannya dapat dibedakan dalam dua jenis, yakni pemeranan di atas panggung pertunjukan bersifat langsung, sesaat dengan gaya dan unsur pemeranannya dapat dilakukan dengan teknik stilasi (penyederhanaan) dan distorsi (penglebihan). Pemeranan sinematografi atau film bersifat wajar, tidak langsung, diulang melalui media rekam dan proses editing.

Dalam perkembangannya pemeranan terutama dalam dunia sineas, sinematografi lebih dikenal dengan seni “acting“. Kata acting sendiri dalam bahasa Indonesia ditulis akting, dari turunan kata kerja “to act“ artinya berbuat, bertindak seolah-olah atau menjadi sesuatu. Sesuatu itu dapat berupa; orang (dengan identitas ketokohannya), atau benda dan mahluk hidup lain berasal dari kehidupan nyata lalu diangkat ke atas pentas dalam wujud seni peran atau akting dengan karakter atau watak tokoh yang diperankan. Oleh sebab itu pemeranan disebut juga dengan seni peran atau seni akting yakni seni dalam membawakan peran orang lain di luar dirinya dengan perwatakan bersifat; tepat takaran, logis (wajar), etis dan estetis.

Seorang pemeran wajib mampu membawakan pemeranannya secara prima dan mempesona di atas pentas. Sebagai rasa tanggungjawab yang dipikulnya, maka seorang pemeran atau aktor, aktris untuk senatiasa selalu mengasah kemampuan dirinya melalui pengolahan unsur penting pemeranannya, yakni: tubuh, suara, rasa atau penghayatan yang melingkupinya. Dengan demikian kepekaan dan mengolah kesadaran unsur pemeranan yang melingkupinya mampu menampilkan penokohan sesuai watak tokoh dengan takaran pemeranan yang mempesona dalam suatu pementasan. Artinya, dalam pemeranan akan dialami dan ditemukan persoalan takaran atau ukuran dalam menciptakan irama permainan apakah lebih mengarah pada “over acting“ atau akting yang berlebihan atau bersifat “under acting” atau akting dibawah ukuran atau takaran yang seharusnya, sehingga irama permainan menjadi monoton, tidak berkembang, menjemukan, membosankan lawan main dan penonton.

Dalam seni peran atau pemeranan terjadi kebebasan tafsir, orsinil, bersifat laku jujur atas peran atau penokohan yang diemban pemerannya. Tokoh atau peran yang sama dari satu naskah dengan pengarang yang sama, diperankan oleh seseorang akan terjadi kesan pemeranan atau akting yang berbeda. Contohnya, Film Nagabonar yang diperankan oleh Dedy Miswar akan berbeda kesan (ruh, greget) pemeranannya dengan tokoh Nagabonar yang diperankan Tora Sudiro. Karena jam terbang dan pengalaman dalam dunia seni peran yang berbeda dan itulah membuktikan bahwa dalam dunia seni peran bersifat kejujuran tanpa manipulasi. Penghargaan baik tidaknya atau memikat tidaknya pemeranan yang dibawakan oleh seseorang hanya dapat diberikan oleh penontonnya, bukan atas penilaian diri sendiri pemeran atau aktor.

Jenis dan bentuk teater yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat pedesaan dan perkotaan di Indonesia, pengungkapannya dapat dibedakan menjadi teater tradisional (teater rakyat dan teater klasik) dan non tradisional (teater modern dan sinematografi/film). Berdasarkan jenis dan bentuk teater itu sangat mempengaruhi ciri atau identitas pembentuk seninya, termasuk di dalam hal pemeranan.

Dalam perkembangannya setelah masuknya teori atau keilmuan barat, yakni pengaruh dunia pendidikan seni teater di Indonesia. Maka dunia seni peranpun dapat dibedakan dengan berbagai gaya atau aliran yang berkembang: teater realis, non realis (surealis dan absurd). Seni akting dari bersifat idiom-idiom tradisi berkembang pada seni teater non tradisional (teater barat, teater eksperimen, teater ekstrim dst. sebagai pengaruh dari budaya postmodernisme. Sehingga lahirlah beberapa istilah bentuk pertunjukan, seperti; teater tubuh, teater gerak, teater jeprut, happing art, dan teater jalanan.

Namun demikian, kalian harus memahami bahwa belajar pemeranan atau seni peran atau seni akting sebagai unsur atau elemen pentingnya adalah hadirnya pemeran, aktor, aktris yang mempunyai karakter/ watak dengan unsur penunjangnya. Unsur yang dimaksud adalah tubuh, suara, rasa, pikir dan artistik penunjangnya, hingga mencapai kesadaran dan kepekaan yang kuat melalui latihan dengan beberapa penguasaan teknik seni peran agar memunculkan sosok pemeranan yang menganggumkan, mempesona, mengigit, mempunyai greget, mengandung ruh dan peran menjadi hidup (menarik hati penonton). Dan inilah sejatinya yang wajib dilakukan seorang pemeran atau aktor.

Setelah kalian membaca artikel mengenai pengertian pemeranan ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut!

  1. Apa yang dimaksud dengan seni peran atau akting ?
  2. Apa perbedaan pemeranan teater tradisional dan non tradisional?
  3. Apa yang wajib kamu lakukan agar pemeranan kamu, dapat mempesona ?



Tuesday, August 25, 2015

Latar Belakang Munculnya Seni Rupa Modern

Seni rupa modern di Indonesia dirintis sejak abad ke 18 Masehi atau pada masa Kolonialisme Belanda. Ada perubahan yang cukup mendasar pada fungsi kesenian di zaman modern daripada masa sebelumnya. Pada masa traditional, pencipta karya seni selalu dihubungkan dengan fungsi sakral, seperti pembuatan patung nenek moyang, pendirian candi, masjid, dan lain–lain yang semuanya ditunjukkan untuk mendorong semangat beribadah. Adapun di zaman modern, nilai - nilai kreativitas dan estetika menjadi dasar penciptaan. Dorongan akan kebebasan berekspresi dan pengaruh individualisme Barat pun muncul. Karya - karya seni rupa banyak beralih fungsinya yang awal dikontribusikan untuk kepentingan ibadah atau sakral, kepentingan tradisi atau untuk memenuhi fungsi sosial lainnya, berubah menjadi seni yang berfungsi individual yaitu sebagai media ekspresi murni estetis untuk para senimannya. Seni rupa modern adalah seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu adat atau daerah, namun tetap berdasar sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa. Ciri-cirinya adalah Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi , tetapi jangkauan penjabaran visualisasinya tidak terbatas. Tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.

Karya seni rupa yang banyak dibicarakan di zaman modern adalah karya seni lukis. Berbeda dengan seni lukis traditional, seni lukis modern bersifat tarditional. Pengertiannya adalah bahwa seni lukis modern telah melepaskan diri dari tata cara yang sudah ada dan lebih
bersifat membentuk kepercayaan dan kepribadian seseorang Perintis pertama seni lukis modern dilakukan Raden Saleh Syarif Bustaman sepulang dari studinya di Eropa walaupun sebenarnya terjadi secara tidak disengaja. Hampir setengah abad lalu muncullah bentuk seni lukis Indonesia yang dikenal dengan nama Indonesia Jelita atau Mooi Indie atau disebut juga Hindia Molek.
Nama Mooi Indie pada dasarnya untuk menamai tipe karya dan pengarahan tema seni lukis Hindia Belanda pada tahun 1925 - 1938. Bisa dikatakan pelukis - pelukis Mooi Indie adalah Abdullah Suryo Subroto ( 1878 - 1941 ) yang adalah putra Dr Wahidin Sudirohusodo, Wakidi, M. Pirngadi, Sujono Abdullah, Basuki Abdullah, Trijoto Abdullah, dan pelukis - pelukis  keturunan Cina seperti Lee Man Fong dan Oui Tiang Boen. Juga ada sebagian dari kalangan  pelukis barat seperti Lee Mayeur, Walter Spies, Rudolf Bonet, Van Mooyen, Max Fleischer, Duchatel, Carel Dake, Isaac Israel, J.Frank, Hofker, dan Ernest Desentje.
Latar Belakang Munculnya Seni Rupa Modern

Pada tahun 1938, muncul sebuah perkumpulan seniman lukis yang mendasari gerakannya dengan jiwa nasionalisme tinggi. perkumpulan seniman lukis itu disebut PERSAGI. Para  anggota yang tergabung didalamnya saling mendidik satu sama lain tanpa bekal metode yang benar. Kelompok ini memang tidak mementingkan teknik, namun lebih mementingkan isi jiwa. Anggota PERSAGI antara lain adalah Agus Jaya ( Ketua ), S. Sujoyono ( juru bicara ), L. Sutiyoso, Rameli, Latief, Hebert Hutagalung, Abdul Salam, Otto Jaya, Emiria Sunasa dan Surono. Tujuan PERSAGI itu adalah mengembangkan seni lukis dikalangan masyarakat Indonesia dangan mencari corak Indonesia baru. Salah satu tokohnya, Sujoyono melarang para generasi muda untuk menjadi seniman penjiplak. Dia terkenal dengan ungkapannya bahwa seni adalah jiwa ketok.

Masa setelah PERSAGI adalah masa pendudukan Jepang yang berlangsung antara tahun 1942 – 1945 Jepang mendirikan Poetra ( Poesat Tenaga Rakjat ) dimana kesenian diberi kesempatan luas untuk tumbuh. Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggalnya yang lalu  dilanjutkan dengan adanya pameran gabungan karya - karya Affandi dan Basuki Abdullah serta pelukis - pelukis lainnya. Setelah peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 dicatat sebagai masa pendirian sanggar - sanggar. Pertumbuhan seni rupa berjalan terus hingga tahun 1950 dimana lahir lembaga - lembaga pendidikan kesenian formal seperti Akademi Seni Rupa ( ASRI ) Yogyakarta dan Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar yang lalu menjadi bagian Seni Rupa ITB yaitu sebuah lembaga yang khusus mendidik calon seniman dan guru gambar.

Sekitar tahun 1975, muncullah karya - karya seni rupa baru yang tidak lagi dapat disebut sebagai seni lukis dalam arti umum. Pada pameran tahun 1975 itu, kedatangan seni rupa baru itu disambut dengan tanggapan kurang positif, bahkan cemoohan oleh para seniman, masyarakat, juga kaum kritisi seni rupa. akan tetapi, sebagai sesuatu yang baru sebenarnya hal itu adalah kewajaran. Pameran seni rupa baru tahun 1975 adalah sikap pemberontakan pada kemapanan seni dan seniman yang ada. Karya - karya seni rupa yang baru itu cenderung bersigat eksperimental atau memberi  pengalaman yang baru dari apa yang telah ada. Konsep berkarya tidak juga hanya mencari sisi  lain yang berbeda, tetapi bermaksud pula memenuhi tuntutan zaman dan situasi yang berkembang. Di dalam grup seni rupa baru ini tercatat nama - nama seperti Harsono, Nanik Mirna, Siti Adiyati Subangun, Ris Purwono, S. Prinka, Bonyong Munni Ardhi, dan Jim Supangkat. Munculnya gerakan seni rupa baru itu memberi keleluasaan kepada seniman muda untuk berekspresi. Gerakan itu memunculkan seniman muda yang potensial dibeberapakota  di Indonesia seperti Agus Kamal dan Ivan Sagito.

Wednesday, August 12, 2015

Pengertian dan Proses Kreativitas Tari

Setelah mempelajari artikel tentang Pengertian dan Proses Kreativitas Tari ini, kalian diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni tari, yaitu:

  1. Memahami pengertian kreativitas tari.
  2. Memahami proses kreativitas.
  3. Mengklasifikasikan proses kreativitas.
  4. Memahami tahapan dalam menyusun karya tari.
  5. Mengklasifikasikan tahapan dalam menyusun karya tari. 6. Membuat rangkaian gerak tari hasil dari proses kreatif.
  6. Mengkomunikasikan seni tari dengan menyajikan karya seni tari.

Kreativitas baik adalah aktualisasi dari pribadi yang positif. Antara lain wajib memiliki inisiatif, keberanian dan kemampuan penalaran. Dalam menata sebuah tarian ada kalanya dimulai dari sebuah ide lalu dikembangkan dalam bentuk gerak namun dimulai dengan merangkai gerakkan lalu mencari ide, yang terpenting gerak yang dipilih wajib memiliki motivasi untuk pembentukaan tarian.

Penataan tarian dapat dimulai dengan cara eksplorasi gerak yang akan menghasilkan gerak yang baru . Dalam pengembangan selanjutnya eksplorasi diolah bersama ketiga elemen dasar pada seni tari yaitu gerak, waktu/ritme, ruang / pola lantai dan tenaga.

Cari dan amatilah beberapa gambar orang yang sedang menari di internet. diskusikan bersama dengan teman-temanmu. Termasuk ke dalam genre tari apakah gerak-gerak yang terdapat pada gambar itu.
  1. Apakah gambar itu termasuk gerak tari?
  2. Apa pendapat kalian tentang seluruh gambar itu?
  3. Gerak manakah yang termasuk gerak maknawi dan gerak murni?
  4. Lakukanlah gerak-gerak pada gambar itu?
  5. Gambar manakah yang sulit dan mudah untuk dilakukan? Jelaskan alasan kalian?
  6. Lakukan salah satu dari gerak pada gambar tersebut dan kembangkanlah gerak itu menjadi gerak yang baru dari hasil imajinasi kalian
Setelah kalian menjawab pertanyaan di atas, lalu diskusikanlah dengan teman-temanmu. Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep-konsep mengenai kreativitas tari, tahapan kreativitas tari, menyusun tari. Selanjutnya kalian dapat menampilkan karya tari dengan menggunakan iringan.

Pengertian Kreativitas Tari

Kata kreatif bukan adalah hal yang asing dan sering kita dengar. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari salah satu bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas karya seni. Dalam menyusun karya seni sangat dibutuhkan kreativitas tinggi untuk menghasilkan karya seni baik. Menyusun karya seni dapat menggunakan pembendaharaan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian dan pengembangan gerak yang belum terpola sebelumnya yaitu dengan cara melaksanakan eksplorasi gerak, improvisasi gerak dan komposisi gerak yaitu penyusunan gerak menjadi sebuah tarian. Pengalaman dan kemampuan seseorang baik secara teoritis atau praktek dapat dijadikan bekal dalam mewujudkan kreativitas yang diwujudkan dalam karya seni.

Pernahkah kalian melihat seseorang yang sedang menciptakan karya seni tari? Bagaimanakah cara mereka membuat karya tari? Perhatikan dan amatilah gambar di bawah ini. Jelaskan bentuk pengembangan gerak pada gambar di bawah ini!

Pengertian dan Proses Kreativitas Tari

Mencipta adalah dorongan untuk merasakan, menemukan dan menuangkan ide-ide yang ada untuk dikembangkan. Tari tidak tercipta secara instan, terdapat sebuah proses atau langkah-langkah yang wajib ditempuh dalam menciptakan tarian. Proses untuk mencipta atau membuat karya tari dimulai dari mencari ide-ide, yaitu melalui eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan (komposisi).

Setelah kalian memahami tentang kreativitas tari. Jawablah pertanyaan di bawah ini:
1. Jelaskan yang dimaksud dengan kreativitas?
2. Sebutkan dan jelaskan tahapan melaksanakan proses kreativitas dalam berkarya seni?

Proses Kreativitas Tari

Pada dasarnya setiap orang mempunyai potensi kreatif. Meskipun dalam kadar yang berbeda, sebab setiap orang mempunyai kemampuan dan intensitas yang berbeda. Namun kreatif dapat dikembangkan melalui pendidikan dan latihan-latihan. Seperti menggambar jika tidak mencoba dan melaksanakan latihan secara rutin maka gambar yang dapat dibuat hanya pemandangan gunung saja. Kreatif tidak muncul begitu saja, tetapi wajib melalui proses terlebih dahulu yaitu dengan mencoba , melaksanakan dan berlatih secara berkelanjutan.

Kreativitas seseorang dapat dilihat dari hasil akhir kreatif yaitu karya. Hasil akhir itu dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal seperti faktor lingkungan, sarana, keterampilan, identitas, orisionalitas, dan apresiasi. Mengapa sebuah karya wajib orisionalitas? Apa penyebabnya jika karya itu tidak orsinil?Jelaskan pendapat kalian?

Proses kreativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu: Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.

  • Improvisasi yaitu spontanitas sebab memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakuakan mulai gerak yang sederhana lalu dikembangkan.
  • Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh.


Buatlah kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima orang. Masing-masing orang mencari gerak yang ada di sekiling kalian. Imajinasikanlah gerak itu, menjadi gerak yang indah. Rangkai gerak-gerak dari masing-msaing individu menjadi satu bentuk tari.

Menyusun Karya Tari

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang suadah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya. Perlu diperhatikan bahwa tari sebagai ekspresi seni menuntut kemampuan lebih dari sekedar merangkai gerak menjadi sebuah koreografi, melainkan wajib memiliki nilai estetis. Setelah gerak-gerak yang dimaksud telah terkumpul, lalu dirangkai menjadi tarian. Menyusun gerak baik adalah memadukan gerak maknawi dengan gerak murni, dirangkai sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dan sudah mencakup arah gerak dan arah hadap. Arah memberikan orientasi pada tarian. Ada dua macam arah dalam menari, yaitu:


  1. Arah Hadap, menunjukkan kemana penari menghadap, ke kanan, ke kiri, ke depan, ke belakang, menengadah atau menunduk.
  2. Arah Gerak (lintas gerak), menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb.


1. Level

Tingkat jangkauan gerak atau tinggi rendahnya gerak. Ada tiga level dalam menari, yaitu:
a. Level Tinggi : Meloncat
b. Level Sedang : Membungkuk
c. Level Rendah : Duduk

Dari hasil pengolahan suatu gerakan atau gerak yang telah mengalami sitisasi atau distorsi lahir dua jenis gerak tari. Pertama, gerak tari yang bersifat gerak murni dan yang kedua bersifat gerak maknawi.

Gerak murni adalah gerak tari dari hasil pengolahan gerak yang dalam pengungkapannya tidak mempertimbangkan suatu pengertian dari gerak tari itu. Disini yang dipertimbangkan adalah faktor nilai keindahan gerak tarinya saja. Misalnya gerak-gerak memutar tangan pada pergelangan tangan, beberapa gerak leher seperti pacak-jangga di Jawa, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan gerak maknawi adalah gerak wantah yang telah diolah menjadi suatu gerak tari yang dalam pengungkapannya mengandung suatu pengertian atau maksud disamping keindahannya.


2. Desain


Penata tari baik juga memperhatikan desain tari. Desain adalah garis yang terlihat oleh penonton yang ditimbulkan oleh gerak penari. Garis yang dilalui di lantai oleh para penari disebut desain bawah. Misalnya, garis diagonal, horizontal, zig-zag, spiral dll. Garis yang dilihat oleh penonton sebagai gerakan penari di atas pentas adalah desain atas. Contohnya, loncatan, gerak payung, dan pita.

Merangkai gerak agar menarik perlu ada adanya keseimbangan dasar dengan elemen lainnya, yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut.

  1. Irama sebagai pengiring dan pemertegas gerak.
  2. Penguasaan ruangan dengan desain atas, bawah dan medium.
  3. Penataan komposisi penari untuk mengatasi kejenuhan sesuai dengan jumlah penari.
  4. Penggunaan rias dan busana yang selaras dan mencerminkan tema.

Desain musik adalah bagian yang terpenting dalam tari, musik adalah bagian pendukung dalam seni tari yaitu sebagai pengiring, pemberi suasana dan memberikan ilustrasi (ekspresi). Musik juga mengatur cepat lambatnya gerak dan membantu mewujudkan dramatik.

Tugas kelompok: Buatlah gerakan sederhana dengan iringan musik Cublak- Cublak Suweng hasil kreasi kalian dan tampilkan di depan kelas.

Menampilkan Karya Tari dengan Iringan


Menampilkan tari Lenggang Patah Sembilan

Dinamakan tari Lenggang Patah Sembilan sebab sesuai dengan pepatah Melayu lama. “Lenggang Patah Sembilan, semut dipijak tidak mati, antan terlan patah tiga”. Makna yang tersirat pada tarian mengungkapkan corak tarian ini sangat lembut namun pasti. Menyatakan bahwa seseorang itu wajib memiliki budi pekerti yang halus dan luhur, tetapi mempunyai ketegasan dalam berpikir dan bertindak. Lagu yang mengiringi tarian ini adalah Kuala Deli, Damak, Makan Sirih, Anak Tiung, Tudung Periuk, Batu Belah, Tudung Saji, Mas Merah , Burung Putih.

1. Perhatikan contoh tari Lenggang Patah Sembilan dari Melayu
2. Lakukan gerak tari Lenggang Patah Sembilan secara berpasangan dengan iringan

Ragam gerak tari Lenggang Patah Sembilan

1. Lenggang di tempat dan Patah Sembilan 1 x 8
2. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke luar) 1 x 8
3. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke belakang) 1 x 8
4. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (arah ke dalam) 1 x 8
5. Lenggang mengubah arah dan patah sembilan (kembali ke depan) 1 x 8
6. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan , 1 x 8
7. Lenggang maju lurus ke depan dan patah sembilan, 1 x 8
8. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan, 1 x 8
9. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke luar) 1 x 8
10. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan , 1 x 8
11. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan (ke belakang) 1x8
12. Lenggang memutar satu lingkaran dan patah sembilan 1 x 8
13. Lenggang mengubah arah, maju lurus dan patah sembilan ( ke dalam )
14. Hitungan 1 – 4 menghadap ke depan.


Evaluasi Pembelajaran 

Setelah kalian belajar dan menampilkan karya tari dengan iringan, jawablah pertanyaan berikut dengan Ya/Tidak

  1. Saya berusaha belajar kreativitas tari dengan sungguh-sungguh
  2. Saya berusaha belajar proses kratifitasi tari dengan sungguh-sungguh 
  3. Saya mengikuti pagelaran tari dengan tanggung jawab 
  4. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu 
  5. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami 
  6. Saya berperan aktif dalam kelompok 
  7. Saya menyerahkan tugas tepat waktu 
  8. Saya menghargai hasil karya orang lain yang di pertunjukkan 
  9. Saya menghormati dan menghargai orang tua 
  10. Saya menghormati dan menghargai teman Saya menghormati dan menghargai guru


Rangkuman

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dengan lingkungannya. Kata kreatif sering dikaitkan dengan membuat karya. Tari adalah bidang yang dapat dijadikan sebagai objek kreativitas. Proses kreativitas tari dapat dilakukan dengan tahapan yaitu:

  • Eksplorasi gerak, yaitu proses berfikir, imajinasi merasakan dan merespon dari suatu objek yang kita jadikan sebagai bahan karya seni.
  • Improvisasi yaitu spontanitas sebab memiliki kebebasan dalam gerak dapat dilakukan mulai gerak yang sederhana lalu dikembangkan.
  • Komposisi atau penciptaan karya seni yaitu menata, mengatur dan menata bagian-bagian sehingga satu dengan yang lainnya saling menjalin menjadi kesatuan yang utuh.

Dalam menyusun karya tari dapat mempergunakan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian gerak yang belum terpola sebelumnya.untuk menyusun karya tari dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pertama musik sudah ada lalu dibuat gerak tari dan kedua dengan menyusun gerak tari dan juga membuat iringan tarinya.


Refleksi

Arah Gerak, menunjukkan kemana penari akan bergerak, membuat lingkaran, zig-zag, berjalan maju dan mundur, serong diagonal, spiral dsb. Dan menata tari perlu diperhatikan pula level (level atas, level tengah dan level bawah) dan desain (desain atas, desain bawah, dan desain musik). Menampilkan karya tari tradisional Lenggang Patah Sembilan dengan iringan tari Melayu.

Kegiatan kreativitas adalah kegiatan yang mengarah pada penciptaan karya tari. Seseorang dapat menciptakan karya tari bila dalam dirinya mempunyai kemauan dan kemampuan. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda, kemampuan seseorang tergantung kepada kemauan dari orang itu sendiri.

Jika kita mau berusaha pasti akan diberikan jalan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Bersikap jujur, disiplin dan tanggung jawab dengan hasil karya yang telah diciptakan akan membuahkan hasil yang memuaskan. Menghargai karya seni orang lain dengan memberikan apresiasi positif dan memberikan penghargaan pada kreativitas yang dihasilkannya.

Tanya Jawab Singkat sekitar Pengertian dan Proses Kreativitas Tari 

Apa yang dimaksud dengan komposisi pada proses kreativitas tari?

Jawaban: Komposisi pada proses kreativitas tari adalah penyusunan gerakan, formasi, dan pola tari dalam suatu struktur yang harmonis dan artistik untuk menciptakan sebuah karya tari yang utuh dan menarik.

Apakah yang dimaksud dengan tahap eksplorasi dalam proses kreativitas tari?

Jawaban: Tahap eksplorasi dalam proses kreativitas tari adalah proses mencari dan menemukan ide, gerakan, dan teknik baru yang dapat digunakan dalam penciptaan karya tari yang orisinal dan inovatif.

Apakah pengertian dari kreativitas tari?

Jawaban: Kreativitas tari adalah kemampuan untuk menciptakan gerakan, pola, dan struktur tari yang unik, orisinal, dan artistik dengan menggabungkan elemen-elemen tari dan ekspresi pribadi koreografer atau penari.

Jelaskan langkah langkah kreativitas tari?

Jawaban: Langkah-langkah kreativitas tari meliputi ideasi, eksplorasi, seleksi, pengembangan, dan komposisi untuk menciptakan karya tari yang utuh dan menarik.

Langkah pertama dalam proses penciptaan karya tari adalah?

Jawaban: Langkah pertama dalam proses penciptaan karya tari adalah ideasi, yaitu mencari dan menemukan ide atau konsep dasar yang akan dijadikan tema atau inspirasi dalam menciptakan karya tari.

Apa 3 unsur utama dalam gerak tari?

Jawaban: Tiga unsur utama dalam gerak tari adalah ruang, waktu, dan energi yang digunakan untuk menciptakan gerakan yang ekspresif dan artistik.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kreativitas pada sebuah seni?

Jawaban: Kreativitas pada sebuah seni adalah kemampuan untuk menciptakan karya seni yang unik, orisinal, dan menarik dengan menggabungkan elemen-elemen seni, teknik, dan ekspresi pribadi seniman.

Bagaimana tahapan melaksanakan proses kreativitas dalam berkarya seni?

Jawaban: Tahapan melaksanakan proses kreativitas dalam berkarya seni meliputi ideasi, eksplorasi, seleksi, pengembangan, dan penyusunan komposisi untuk menciptakan karya seni yang utuh dan menarik.

Apa yang dimaksud dengan kreativitas atau kreasi?

Jawaban: Kreativitas atau kreasi adalah proses menciptakan sesuatu yang baru, unik, orisinal, dan menarik melalui pemikiran, imajinasi, dan ekspresi pribadi seniman atau pencipta.

Sunday, August 9, 2015

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari

Seni tari adalah bagian dari seni pertunjukkan, yang mencakup seni musik, seni rupa dan seni teater. Jika kalian melakukan gerak berjalan, gerak senam atau olah raga apakah sudah dapat dikatakan sebagai aktivitas menari? apakah itu juga merupakan gerak tari? apakah perbedaaan gerak tari dengan gerak berjalan atau gerak olah raga? Gerak adalah subtansi baku dari seni tari, dimana gerak menjadi bahasa media yang dapat mengungkapkan harapan yang berarti berbentuk pesan yang dikomunikasikan lewat gerak tari. Dengan menari seseorang dapat mengekspresikan dirinya melaui gerak. Karena tari adalah rangkaian dari gerak-gerak tubuh yang mempunyai nilai estetis.

Seni tari adalah cabang kesenian yang tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan manusia. Dalam kelompok masyarakat tertentu tari adalah bagian terpenting sebagai bagian upacara keagamaan atau upacara adat. Seperti di Bali seni tari adalah bagian terpenting didalam setiap upacara keagamaan. Dan melalui tari seseorang dapat mengungkapkan perasaan, emosi dan gagasan pirannya yang diungkan melakui gerak Ketika kalian menyaksikan pertunjukan tari? apakah keunikan dari pertunjukan tari itu? Perhatikan dan amatilah gambar dibawah ini gerak dasar apa saja yang terdapat pada gambar dan jelaskan pendapatmu tentang keunikan dari setiap ragam gerak tari itu?

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari


  1. Perhatikan gambar di atas, kelompokkan ragam gerak dasar tari sesuai dengan asal daerahnya
  2. Tirukanlah ragam gerak dasar tari pada gambar di atas (bisa di sesuaikan dengan kontek daerahnya)
  3. Apakah perbedaan yang menonjol dari berbagai gerak dasar tari itu?
  4. Adakah persamaan dalam setiap gerak dasar tari itu?
  5. Bagaimanakah teknik kepala, tangan, badan dan kaki dalam menggerakkan gerak dasar tari itu?
  6. Lakukan ragam gerak tari itu dengan menggunakan hitungan atau ketukan?

Berdasarkan pengamatan kamu, sekarang carilah informasi dari berbagai sumber, untuk dapat menjawab ragam gerak dasar yang terdapat pada gambar di atas dan asal daerah manakah gerak tari itu.

Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep-konsep mengenai ragam gerak dasar tari, fungsi tari, simbol pada gerak tari, nilai-nilai estetis yang terkandung dalam gerak tari. Selanjutnya, kalian bisa mengamati lebih lanjut dengan melihat pertunjukan langsung ataupun melihat gambar, tayangan dari video serta membaca referensi dari berbagi sumber belajar yang lain.

A. Pengertian Seni Tari

Setiap orang pasti pernah melihat tarian disadari atau tidak bahkan pernah menari. Seni Tari adalah cabang seni yang menggunakan tubuhnya sebagai media. Gerak adalah elemen pokok dalam tari yang terdapat unsur ruang, waktu dan tenaga. Apa Tari itu? tari dapat diartikan secara universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Perlu kalian ketahui bahwa gerak tari mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Setiap tarian mempunyai ciri khas atau keunikan geraknya masing-masing. Sehingga gerak tari tidak hanya terpaku pada gerak tari baku melainkan gerak tari dapat dikembangkan menjadi gerak tari kreasi.

Eksplorasi gerak dllakukan dengan cara proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui panca indera. Objek ini bentuknya bisa Gibang pada tari topeng berupa benda, alam, suara dan rasa. Tari Betawi diklasifikasikan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar pada tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar itu dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas.

Pengertian Seni TariTari adalah bagian dari kehidupan masyakat Bali, nyaris semua rutinitas upacara keagaman atau upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan Ngumbang pada tari Legong Kraton mata (nyeledet).

Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan mempunyai gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah. Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan). Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang mempunyai nilai filosofi yang dianut dalam ketentuan dan adat leluhur mereka.

Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.

Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton mempunyai aturan- ketentuan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak mempunyai makna dan filosofi tersendiri. Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau rakyat mempunyai gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding.

Setelah kalian belajar mengenai konsep-konsep tari. Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan yang dimaksud dengan Tari ?
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan gerak tari?
  3. Jelaskan yang dimaksud dengan ruang, waktu dan tenaga yang terkandung didalam gerak tari?
  4. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional?
  5. Apakah setiap daerah mempunyai tari tradisional?

B. Fungsi Seni Tari

Sebelum memahami fungsi tari, cobalah kamu menjawab pertanyaan berikut ini: pertanyaan yang pertama apa tujuan kalian belajar? diantara jawaban kalian akan menjawab agar pintar dan agar mengetahui banyak pengetahuan. Pertanyaan yang kedua kenapa seseorang itu wajib bekerja? Jelaskan pendapat kalian keduapertanyaan itu.

Pada dasarnya segala aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti belajar, bekerja, bermain dan berkesenian. Namun tari sebagai cabang kesenian bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga dapat menunjang kepentingan kegiatan manusia. Indonesia adalah negara yang kaya dengan tari-tarian. Dari mulai tarian yang sangat sederhana seperti daerah-daerah pedalaman sampai daerah yang sangat indah seperti Bali dan Jawa. Namun walaupun tarian itu terdapat didaerah pedalaman tetap mempunyai nilai-nilai keindahan.

Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu tari sebagai sarana upacara, tari sebagai sarana hiburan, tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan. Apakah kalian pernah melihat pertunjukan seni tari? dimanakah kalian melihatnya? Masuk kedalam fungsi tari apakah pertunjukan yang kalian tonton? dari masing masing fungsi tari mempunyai peranan yang berbeda-beda.

Setelah kalian belajar mengenai teknik dan prosedur gerak dasar tari, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
  1. Jelaskan fungsi tari sebagai upacara, tari sebagai hiburan, tari sebagai pertunjukan dan tari sebagai pendidikan?
  2. Apakah tempat pertunjukan mempengaruhi fungsi dari tarian itu?Jelaskan!

C. Simbol Dalam Seni Tari

Sebelum berangkat pada pemahaman simbol dalam gerak tari. Menurut kalian apakah yang dimaksud dengan simbol? apakah simbol hanya berupa benda, seperti pedang? Coba kalian sebutkan apa saja yang dapat dijadikan sebagai simbol?

Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak adalah aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan - perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian.

Tari adalah ekspresi jiwa, oleh sebab itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.

Untuk dapat lebih memahami tentang simbol gerak tari. perhatikan dan amatilah gambar dibawah ini. Sebutkan simbol gerak yang terdapat pada gambar itu? Setelah mempelajari simbol gerak dasar, amatilah satu pertunjukan seni tari yang ada disekitar daerahmu lalu identifikasikanlah simbol gerak yang terdapat pada tarian itu? Apakah semua gerak mempunyai simbol gerak? jelaskan alasan kalian?

D. Nilai Estetis Dalam Gerak Tari


Estetis sering dikatakan estetika dan diartikan hanya sebatas indah atau keindahan dan dari keindahan akan muncul suatu nilai seni. Pernahkah kalian mengalami pengalaman dalam melihat pementasan seni tari? apakah yang kalian rasakan saat melihat pementasan seni tari? setiap jawaban pasti tak akan sama sebab keindahan muncul dari pengalaman yang dialami oleh masing-masing individu.

Nilai estetis pada gerak tari adalah kemampuan dari gerak itu untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetika dari seorang penari dalam melaksanakan gerak wajib dilihat pula dalam kualiatas gerak yang dilakukannya. Setiap gerak tarian pasti mempunyai nilai estetis tersendiri yang dapat diuraikan dan dijelaskan secara cermat. Jadi apa itu estetis? Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis sebab adanya sifat yang melekat pada benda dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya estetis itu sebab adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, estetis itu ada sebab proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati.

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari
Tari Saman dari Aceh
Masing-masing gerak setiap daerah mempunyai keunikannya tersendiri yang tidak bisa terlepas dari pengaruh kebudayaan yang ada pada daerah itu sendiri. Genre dalam suatu daerah juga mempunyai pengaruh besar dalam menilai nilai estetis suatu gerak tari. Jenis tari berdasar penyajiannya terbagi menjadi dua yaitu tari tradisional dan kreasi baru. Tari tradisional terbagi lagi menjadi tiga yaitu tari primitif, tari rakyat dan tari klasik. Mengapa pada tari Bali mempunyai ciri khas pada mata yang melotot ( dalam istilah Balinya adalah Nuding) sedangkan pada tari Jawa gerak mata mengarah kebawah. Begitu pula pada tari saman dari Aceh yang mempunyai ciri khas kecepatan dalam menggerakkan tangan sedangkan pada tari pakarena dari Sulawesi gerak tangannya sangat lembut dan mengalir? Diskusikan bersama dengan teman-teman kalian dan berikan alasannya?

Tari Gambyong dari Jawa tengah Tari Gitek dari Betawi Setelah mempelajari nilai estetis pada gerak tari, jelaskan nilai estetika gerak pada tari primitif, tari rakyat dan tari klasik? Mengapa gerak pada tari mempunyai nilai estetika yang berbeda-beda?

E. Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan

Melakukan gerak tari dengan menggunakan hitungan akan lebih mengetahui bagaimana teknik dan proses dalam melakukannya. Dalam prosesnya melaksanakan gerak tari dapat dilakukan dengan perorangan, berpasangan atau berkelompok.

Sekarang, cobalah kita melaksanakan salah satu gerak burung terbang dengan hitungan 2 x 8, dengan tempo lambat dan lakukan kembali gerakan itu dengan tempo cepat. Apakah ada perbedaan dari gerak yang kalian lakukan? Berikan pendapat kalian?

Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut. Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri. Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan. Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang. Entrag, yaitu menghentakkan badan ke bawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.

Gerak kepala dalam tari jawa yaitu pacak gulu, gebesan, gileg, gelieur, anggukan dan gelengan kepala tengok kanan dan kiri Gerakan kaki Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit. Trecet, yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam. Gerakan tangan Malangkerik, yaitu gerakan posisi tangan berkacak pinggang. Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping. Nggrodha, yaitu gerakan siku di tekuk. Panggel, yaitu mengadu pangkal pergelangan tangan

Setelah kalian belajar dan merangkai serta melaksanakan gerak tari, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan Ya atau Tidak.
  1. Saya berusaha belajar ragam gerak dasar tari dengan sungguh-sungguh
  2. Saya berusaha belajar gerak tari daerah lain dengan sungguh-sungguh
  3. Saya mengikuti pembelajaran ragam gerak tari dengan tanggung jawab
  4. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
  5. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami
  6. Saya berperan aktif dalam kelompok
  7. Saya menyerahkan tugas tepat waktu
  8. Saya menghargai perbedaan gerak yang terkandung di dalam tari tradisional yang lain


Rangkuman

Setiap tari mempunyai ragam gerak dasar yang dirangkai menjadi sebuah tarian. Gerak dasar tari terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan atau kaki. Gerak dan sikap yang dilakukan dengan teknik yang tepat akan melahirkan rasa dalam melakukannya. Teknik dalam melaksanakan gerak yang tepat akan mempengaruhi kesatuan struktur gerak yang dibuatnya.

Setiap tarian mempunyai simbol dan jenis ragam gerak dasar untuk menjadikan ciri khas gerak pada tarian itu. Sehingga tarian itu mempunyai nilai estetis tinggi untuk dapat dinikmati oleh penonton.

Refleksi

Ragam gerak dasar yang berbeda antara tarian satu dengan yang lainnya akan menjadi ciri khas tersendiri, menghargai perbedaan itu dan mensyukurinya bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan suku dan bangsa yang berbeda-beda.

Keanekaragaman ragam gerak dasar tari adalah rahmat Tuhan dan adalah kenyataan maka perlu dihargai dan disyukuri keberadaannya. Tuhan menciptakan manusia dari berbagai macam suku dan bangsa. Gerak berawal dari gerak-gerak tari primitif, gerak klasik dan gerak rakyat. Dari perbedaan gerak tari itu maka terlahir tarian yang mempunyai ciri khas gerak tertentu.

Tari telah menjadi bagian dari kehidupan seorang seniman tari. Dengan menari seorang penari dapat mengekspresikan jiwanya melalui gerak tari yang mempunyai nilai estetika tinggi. Gerak dasar tari yang mempunyai simbol atau makna dalam tarian itu akan mempunyai nilai estetis tersendiri. Melaluui gerak seorang penari dapat berkomunikasi dengan penikmatnya, dan sebab gerak seseorang dapat berekpresi dengan terus mengembangkan gerak itu menjadi lebih gerak yang baru.

Friday, August 7, 2015

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Kita telah mempunyai pemahaman mengenai pengertian musik sebagai simbol, nilai estetik dalam musik, fungsi musik, dan permainan musik. Pada artikel ini materi akan difokuskan pada kolaborasi unsur-unsur dasar seni tari (gerak) dan seni rupa (imaji atau visual) dalam permainan musik.

Penjelasan dalam artikel ini akan diawali dengan pengertian kolaborasi seni, eksplorasi musik, kolaborasi musik dengan gerak, serta kolaborasi musik dengan. Dalam prosesnya, kolaborasi seni dalam permainan musik bertujuan untuk turut melestarikan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dan meningkatkan apresiasi murid terhadap budaya lokal. Berdasarkan tujuan itu maka kolaborasi seni dalam permainan musik diharapkan dapat menjadi wadah bagi murid untuk dapat mengekspresikan gagasan atau ide mereka dalam bidang seni budaya.

Untuk lebih memahami mengenai kolaborasi seni dalam permainan musik, carilah beberapa referensi dari bermacam-macam sumber. Kalian dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dengan mendengar dan menyaksikan beragam aktivitas kolaborasi seni dalam permainan musik yang dilakukan pelaku- pelaku musik, baik dengan menyaksikan pertunjukan musik secara langsung, melihat dokumentasi pertunjukan musik di suatu situs internet (misalnya youtube), mendengarkan dokumentasi audio bermacam-macam karya musik, maupun membaca banyak referensi mengenai instrumen musik.

A. Pengertian Kolaborasi Seni

Kolaborasi seni dapat diartikan sebagai kerjasama dua atau lebih cabang seni. Pernahkah kalian menyaksikan kolaborasi antara musik dengan gerak yang adalah substansi dasar seni tari? Atau, kolaborasi antara musik dengan imaji atau visual yang adalah substansi dasar seni rupa? Atau, kolaborasi antara seni musik, gerak tubuh, dan imaji atau visual dalam suatu pertunjukan? Perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik
Sumber : Dokumen Kemdikbud
Perhatikan gambar  diatas! Dalam gambar itu kita dapat melihat beberapa orang menyesuaikan gerakan mereka dengan musik yang terdengar. Hubungan yang erat antara musik dan gerakan telah lama diketahui oleh para ahli pendidikan musik. Bahkan Barrett, McCoy, dan Veblen (1997) pernah mengemukakan bahwa, “melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan musik, misalnya, memperlihatkan cara seseorang menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan antara bunyi dan gerakan”.

Untuk memahami hubungan antara musik dan gerakan, amati perilaku orang-orang di sekitar kalian yang mendengar atau bermain musik. Apa yang mereka lakukan? Diskusikan dengan beberapa temanmu.
Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Bagaimana dengan Gambar diatas? Hal-hal apa saja yang kalian lihat dalam gambar itu? Apabila melihat secara langsung, kalian akan mengetahui bahwa ketiga orang dalam gambar itu sedang menggerakkan badan sambil berjalan mengikuti irama permainan musik. Bila diamati, di antara jari-jari kaki mereka terdapat benda yang terbuat dari tempurung kelapa yang menghasilkan bunyi tertentu ketika mereka berjalan. Perhatikan potongan Gambar itu. Tempurung kelapa yang berada di antara jari-jari kaki pemain dalam Gambar 2 dapat dianggap sebagai salah satu perangkat perkusif. Alat dapat dilihat sebagai salah satu peralatan atau properti dalam permainan musik. Untuk memahami kegunaan tempurung kelapa dalam gambar itu, coba diskusikan pertanyaan Alat perkusif dari tempurung kelapa

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Selanjutnya, bagaimana pendapat kalian mengenai Gambar di atas? Pada gambar itu kita melihat beberapa orang sedang bergerak sesuai dengan irama musik. Dalam penampilannya, wajah mereka ditutupi dengan topeng. Perhatikan potongan gambar yang memfokuskan pada topeng yang digunakan oleh beberapa orang dalam gambar itu.

Topeng juga seringkali digunakan sebagai salah satu peralatan atau properti dalam permainan musik. Untuk memahami kegunaan topeng dalam itu, coba diskusikan pertanyaan berikut: Apa kegunaan topeng saat mereka sedang menari dengan diiringi oleh permainan musik?

Perlu diketahui bahwa kolaborasi beberapa cabang seni dalam permainan musik dapat saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa apa pun gerakan atau peralatan (properti) yang digunakan dalam permainan musik, harus disesuaikan dengan tema karya musiknya. Berdasarkan pengamatan dan hasil diskusi kalian mengenai gerakan dan peralatan atau properti yang digunakan, Gambar-gambar di atas berhubungan dengan tema apa?

B. Eskplorasi Musik

Kita tentu sering melihat sekelompok orang memainkan musik dengan menggunakan instrumen-instrumen yang sudah kita kenal dengan baik, seperti gitar, drum, atau keyboard. Namun, pernahkah kalian melihat sekelompok orang bermain musik dengan menggunakan alat-alat perkusif sederhana, seperti potongan bambu, botol, bel, atau gelas berisi air yang dipukul dengan sendok?

Kolaborasi Seni Dalam Permainan MusikApakah sekelompok orang yang menggunakan beberapa perangkat perkusif sederhana itu dapat dikatakan memainkan musik? Ingat kembali definisi musik yang telah kalian pelajari. Walaupun hanya menggunakan alat-alat perkusif sederhana, bunyi yang mereka hasilkan tetap dapat disebut musik. Mengapa? Ya. Karena para pemain perangkat perkusif sederhana tersebut menghasilkan bunyi sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pembuat musiknya.

Sekarang, sebutkan 3 (tiga) buah perangkat perkusif yang ada di lingkungan sekitar kalian yang dapat digunakan dalam permainan musik. Cantumkan nama ketiga perangkat perkusif tersebut dan gambarnya dalam kolom berikut:

Pada saat ini, alat-alat perkusif sederhana sudah banyak digunakan oleh pemain musik di banyak negara, termasuk Indonesia. Umumnya, alat-alat sederhana itu digunakan oleh pemain musik untuk mengeksplorasi beragam bunyi yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka. Dapat dikatakan bahwa eksplorasi bunyi adalah salah satu usaha manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide mereka mengenai kehidupan melalui permainan musik.

Untuk lebih memahami mengenai eksplorasi bunyi, cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan eksplorasi bunyi?
  2. Apa tujuan pemain musik melaksanakan eksplorasi bunyi? 
  3. Mengapa para pemain musik itu melaksanakan eksplorasi bunyi dalam permainan musik mereka?

Diskusikan jawaban kalian dengan beberapa teman. Kemudian, coba kemukakan pendapat kalian.

Eksplorasi bunyi tidak hanya dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyinya atau instrumen, tetapi juga melalui pengembangan pada simbol- simbol musik, seperti nada dan ritme. Pertama, eksplorasi nada dengan menggunakan dua buah suling yang mempunyai diameter dan panjang yang berbeda. Perhatikan contoh bentuk eksplorasi yang dilakukan anggota masyarakat di Bali pada gambar berikut:
Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Pada gambar di atas kita dapat melihat terdapat dua musisi yang sedang memainkan suling yang mempunyai ukuran panjang dan diameter yang berbeda.

Coba carilah beberapa potong bambu dengan diameter dan panjang yang berbeda. Kemudian, mainkan 5 (lima) potong bambu itu dengan cara dipukul. Bagaimana bunyi yang dihasilkan oleh kelima bambu itu?

Selain eksplorasi nada, kita juga dapat melaksanakan eksplorasi ritme untuk memainkan alat-alat perkusif sederhana. Perhatikan 4 (empat) pola ritme yang dapat dilihat pada artikel : Permainan Musik.

Sekarang, coba kalian secara perorangan menirukan permainan keempat pola ritme di atas. Mulailah dari pola ritmik 1. Dengarkan dengan seksama contoh yang diberikan guru, lalu tirulah dengan perangkat perkusif. Setelah kalian dapat menguasai pola ritmik 4, lanjutkan ke pola ritmik 2, 1, dan 3 dengan terlebih dahulu mendengar contoh guru dan menirukan contoh dengan menggunakan perangkat perkusif yang berbeda.

Setelah kalian menguasai seluruh pola ritmik di atas, coba menggabungkan dua jenis pola ritmik yang dimainkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok minimal terdiri dari dua siswa.

Dengarkan dengan seksama permainan dua pola ritmik yang dilakukan kelompok lain. Tuliskan kesan yang kalian peroleh dari permainan kedua pola ritmik itu.

C. Gerak Dalam Permainan Musik

Gerakan tubuh seringkali dilakukan seseorang saat tampil dalam suatu acara yang diiringi dengan permainan musik. Umumnya, acara-acara seperti itu menggunakan tema tertentu. Namun, apa pun tema acara, peserta yang turut serta dalam acara itu akan melibatkan gerakan-gerakan tertentu yang dapat dilihat sebagai simbol. Bagi penonton-penonton, gerakan-gerakan itu seringkali dihubungkan dengan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dari mana peserta itu berasal.

Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui gerakan, seperti gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam permainan musik, gerakan anggota badan itu dilakukan dengan cara-cara tertentu yang dilihat sesuai dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakatnya. Hal ini dapat dipahami karena gerakan tubuh seseorang dilihat sebagai salah satu pola perilaku yang dipelajari orang itu dalam lingkungan masyarakatnya, termasuk keluarga. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Amati gambar di atas dan coba jawab pertanyaan berikut:
1.Apakah dalam gambar itu para peserta melaksanakan gerak tertentu yang pernah kalian kenal?
2.Gerakan apakah yang diperlihatkan oleh para peserta itu?
3.Gerakan itu berhubungan dengan nilai estetik dari masyarakat apa?

Diskusikan ketiga pertanyaan di atas dengan beberapa orang teman.

Gerakan tubuh dalam permainan musik tidak hanya memperlihatkan nilai- nilai estetik suatu masyarakat, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerakan dan musik, khususnya tempo dan irama. Pada bagian ini kalian mempelajari pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Mari kita gunakan pola-pola ragam gerak anggota tubuh itu sesuai dengan tempo dan irama lagu yang terdengar.

Dengarkanlah salah satu lagu dalam masyarakat Timor, Bolelebo. Dengarkan lagu itu dengan cermat serta ‘rasakan’ irama dan tempo atau kecepatan lagunya!

Bagaimana tempo atau kecepatan lagu Bolelebo itu? Kalian benar apabila menjawab bahwa lagu itu dimainkan atau dinyanyikan dengan tempo lambat. Bagaimana perasaan kalian saat mendengarkan lagu itu? Sekarang, dengarkan lagu itu kembali, rasakan, dan bayangkan gerakan apa yang sesuai dengan tempo dan irama lagu itu.

Mari kita dengarkan lagu lain dari daerah lain, misalnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah. Dengarkan dengan cermat serta rasakan irama dan tempo lagunya!

Bagaimana tempo atau kecepatan lagu Cublak-Cublak Suweng itu? Kalian benar apabila menjawab bahwa lagu itu dimainkan atau dinyanyikan dengan tempo cepat. Bagaimana perasaan kalian saat mendengarkan lagu itu? Sekarang, dengarkan lagu itu kembali, rasakan, dan bayangkan pola- pola ragam gerak anggota tubuh apa yang cocok dengan tempo dan irama lagu itu.

Bandingkanlah tempo atau kecepatan kedua lagu di atas. Kemudian, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

  1. Apa kesan yang dapat kalian rasakan dari kedua lagu itu?
  2. Bagaimana pengaruh tempo lagu pada gerakan tubuh kalian ketika bergerak mengikuti iramanya?
  3. Bagian tubuh mana saja yang kalian gerakkan? 
  4. Gerakan-gerakan apa saja yang dapat kalian lakukan sesuai dengan irama lagu?
Diskusikan keempat pertanyaan itu dalam kelompok.

Kita telah mencoba melaksanakan kolaborasi lagu dengan gerakan tubuh melalui dua lagu dengan tempo berbeda. Bagaimana apabila sekarang kita melakukan kolaborasi permainan pola ritmik yang telah kalian kuasai dengan gerakan tubuh. Kita mulai dengan memainkan salah satu pola ritmik yang telah kita pelajari di Bagian B. Pilihlah satu perangkat perkusif untuk memainkan pola ritmik ini:

Untuk kolaborasi permainan pola ritmik dengan gerakan dibutuhkan dua kelompok siswa. Buatlah dua kelompok, A dan B. Kelompok A bertugas memainkan pola ritmik 1 secara berulang dengan menggunakan perangkat perkusif yang kalian pilih. Kelompok B mendengarkan dengan seksama dan membayangkan pola-pola ragam gerak anggota tubuh yang cocok dengan tempo dan irama lagu itu. Setelah kelompok B dapat merasakan iramanya maka setiap anggota kelompok B diharapkan dapat melakukan gerakan sesuai dengan irama musiknya.

Perhatikan bahwa tekanan atau aksen pada ketukan 1 dan 2 dalam pola ritmik itu lebih keras daripada ketukan 3 dan 4. Dengarkan bunyinya dengan seksama dan ‘rasakan’ perbedaan tekanan atau aksen pada ketukan 1 – 2 dan 3 – 4. Kesan apa yang timbul dari perbedaan tekanan atau aksen tersebut? Bagaimana kalian merespon perbedaan tekanan atau aksen tersebut dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala? Cobalah kalian lakukan gerakan sesuai dengan irama, tempo, dan tekanan atau aksen yang diberikan pola ritme itu.

Setelah kalian melaksanakan praktik kolaborasi musik dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala, tuliskan beberapa hal yang kalian temui dalam Kolaborasi Musik dan Gerakan Tubuh,

Sekarang, cobalah ubah letak tekanan atau aksen dalam pola ritmik itu. Kelompok A memainkan pola ritmik itu dengan memberi tekanan atau aksen lemah pada ketukan 1 – 2, sementara ketukan 3 – 4 memperoleh aksen kuat. Kelompok B mendengarkan dengan cermat dan membayangkan permainan

pola ritmik itu dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala yang sesuai.

Cobalah pola ritmik itu dan kolaborasikan dengan pola- pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala yang cocok. Apakah kalian menggunakan gerakan yang sama untuk merespon tekanan atau aksen dalam pola ritmik itu?

Bagaimana apabila dua pola ritmik yang telah kita pelajari dalam Bagian B? Untuk melakukannya, bentuklah dua kelompok untuk memainkan dua pola ritmik itu. Masing-masing kelompok menggunakan perangkat perkusif yang berbeda nada dan warna bunyinya. Perhatikan contoh berikut: Pola ragam gerak apa yang dapat disesuaikan dengan gabungan pola ritmik tersebut? Coba terlebih dahulu kalian dengarkan gabungan permainan musiknya, lalu bayangkan pola ragam gerak apa yang cocok dengan bunyi yang dihasilkan dalam gabungan kedua pola ritmik itu? Kolaborasi Seni Dalam Permainan

D. Kolaborasi Seni dalam Permainan Musik

Dalam bagian C kita telah mencoba melaksanakan kolaborasi permainan musik dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Namun, kolaborasi musik dapat dilakukan pula dengan cabang seni lainnya, misalnya seni rupa. John Paynter (1972) pernah mengemukakan mengenai kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik. Hal ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang bermacam-macam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang kalian miliki. Berdasarkan pemikiran Paynter itu, cobalah kita kolaborasikan gerak tubuh, properti, dan ekspresi dalam permainan musik. Karya seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan dalam kolaborasi seni itu? Perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Keempat gambar itu dapat saja digunakan dalam permainan musik. Namun, kegunaannya tentu saja berbeda. Dari beberapa karya seni rupa tersebut ada yang dapat digunakan untuk memainkan musik, tetapi beberapa karya lainnya hanya dapat digunakan sebagai hiasan atau properti. Properti yang digunakan dalam permainan musik itu tentu saja harus disesuaikan dengan tema yang ada. Carilah gambar beberapa peserta yang menggunakan properti berupa topeng wajah manusia atau hewan dalam permainan musik secara teatrikal itu. Berdasarkan bentuk topeng yang digunakan oleh dua kelompok peserta dalam kedua gambar itu, kita dapat melihat upaya para peserta untuk menggunakan gerakan dan properti secara teatrikal. Untuk mencoba memahami kolaborasi gerakan dan properti dalam permainan musik yang lakukan secara teatrikal, coba kalian jawab beberapa pertanyaan berikut:

1.Bagaimana pola ragam gerak yang dilakukan peserta?
2.Bagaimana kesan topeng yang digunakan?
3.Bagaimana hubungan gerakan dan properti dengan tema acara?

Diskusikan beberapa pertanyaan itu dengan beberapa teman.

Sebagai hasil karya seni rupa, properti atau hiasan yang digunakan dalam permainan musik atau pertunjukan seni tidak hanya terdiri dari instrumen perkusif yang dihias atau topeng, tetapi juga properti lainnya, seperti kerajinan tangan, asesoris, dan kostum.

Seperti halnya gerakan tubuh, properti yang digunakan para pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan atau permainan musik dapat dipandang sebagai simbol yang memperlihatkan nilai-nilai estetik dalam suatu masyarakat. Perhatikan properti-properti yang digunakan pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan. Properti tersebut kadangkala mempunyai nilai-nilai estetik di kalangan masyarakat dari mana peserta itu berasal.

Sekarang, rancanglah sebuah kolaborasi seni dalam permainan musik yang kalian mainkan secara teatrikal. Tentukan tema, gerakan, properti, dan ekspresi yang cocok dengan permainan musik yang kalian mainkan.

Setelah kalian memahami kolaborasi seni dalam pertunjukan musik, jawablah apa yang dinyatakan berikut dengan Ya atau Tidak :

  1. Saya mengamati contoh yang diberikan oleh guru dengan cermat
  2. Saya mencoba meniru contoh yang diberikan oleh guru
  3. Saya berusaha menguasai seluruh materi pelajaran
  4. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami
  5. Saya berperan aktif dalam kelompok
  6. Saya berusaha untuk berani mengemukakan pendapat
  7. Saya berusaha bekerjasama dengan baik dalam kelompok
  8. Saya menghargai permainan musik yang dilakukan kelompok lain
  9. Saya menghormati dan menghargai guru
  10. Saya menghormati dan menghargai pendapat teman atas permainan saya, baik secara perorangan atau dalam kelompok

E.Rangkuman Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Kolaborasi seni diharapkan dapat digunakan untuk menghadirkan gagasan dan ide para murid dalam berkesenian, sebagai media hiburan, memperindah, merencanakan, dan menata karya-karya seni yang fungsional dan ekspresif. Kegiatan bereksperimen dan menciptakan seni berakibat pada kebahagiaan seumur hidup pada murid dan dapat digunakan sebagai perangkat untuk berekspresi dan menganalisis karya-karya seni. Salah satu bentuk eksperimen adalah melakukan eksplorasi bunyi.

Eksplorasi sumber bunyi dilihat penting sebab dengan tersedianya beragam bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang beragam, siswa dapat lebih termotivasi untuk melaksanakan kolaborasi seni sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki. Eksplorasi sumber bunyi dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar dan memodifikasi alat-alat perkusif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mengekspresikan gagasan atau ide para siswa di sekolah dalam bidang musik.

Kolaborasi seni dalam permainan musik memperlihatkan bahwa dalam prosesnya, musik tidak dapat dilepaskan dari cabang seni lainnya, seperti seni tari dan seni rupa. Kolaborasi musik dan gerak tubuh memperlihatkan keterkaitan yang erat di antara keduanya. Kenyataan memperlihatkan bahwa di dalam musik terdapat gerak dan di dalam gerak terdapat musik. Hal yang sama terjadi pula pada kolaborasi musik dengan seni rupa. Properti sebagai hasil dari seni rupa sangat dibutuhkan dalam permainan musik untuk memperkuat tema yang dipilih oleh murid berdasarkan pengamatan yang ia lakukan dalam lingkungan sosialnya. Properti yang digunakan seseorang juga dilihat penting untuk memperlihatkan nilai-nilai estetik masyarakatnya.

Kolaborasi seni dapat dilihat sebagai suatu aktivitas yang tidak hanya melatih ‘rasa’ (feeling) para siswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir secara logis pada siswa. Kolaborasi seni dalam permainan musik juga dilihat dapat meningkatkan apresiasi para murid terhadap nilai-nilai estetik dalam masyarakat lokal, seperti tampak pada pola ragam gerakan tubuh dan properti yang digunakan.

F. Refleksi

Pembelajaran musik melalui aktivitas kolaborasi seni melalui permainan musik mempunyai manfaat yang sangat besar untuk perkembangan wawasan dan kemampuan murid dalam bidang seni, khususnya musik. Kemampuan siswa untuk memahami kolaborasi seni dalam permainan musik tidak hanya meningkatkan sensitivitas murid terhadap lingkungan sosialnya dan meningkatkan apresiasi mereka pada nilai-nilai estetik masyarakat lokal, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir secara sistematis dan logis yang berkaitan dengan ‘rasa’ (feeling).

G. Uji Kompetensi

Praktik kolaborasi seni, baik dalam bentuk kerjasama musik dan gerak tubuh atau kerjasama musik, gerak tubuh, dan properti, mempunyai akibat sangat besar pada peningkatan rasa percaya diri, kemampuan untuk bekerjasama antar-teman, tanggung jawab pribadi atau kelompok dalam melakukan kolaborasi seni, toleransi, dan disiplin para murid di sekolah.

  1. Amati gambar yang memperlihatkan aktivitas beberapa murid di salah satu SMP dalam pelajaran Seni Budaya. Sebutkan instrumen musik apa saja yang mereka gunakan, apa yang sedang mereka lakukan, dan menurut prakiraan kalian, di mana lokasi sekolah para murid tersebut?
  2. Coba kalian gabungkan keempat pola ritmik di bawah ini dalam suatu permainan musik. Masing-masing pola ritmik dimainkan dengan instrumen perkusif yang berbeda.
  3. Kolaborasikan penggabungan keempat pola ritmik itu dengan gerakan dan properti yang cocok. Lakukan kolaborasi seni itu dalam kelompok musik, tari, dan rupa.

Permainan Musik


Permainan musik adalah aktivitas musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan secara perorangan atau tunggal (solo) atau kelompok.

Sekarang, mari kita cobalah melakukan praktik musik secara perorangan. Pilihlah media yang dapat dijadikan sebagai instrumen perkusif sederhana yang ada disekitar kamu, seperti botol dan sendok, bel, tepukan tangan, dan hentakan kaki. Kemudian dengarkan bunyi Pola ritmik 1 yang dimainkan oleh guru. Perhatikan ketukannya.
Permainan Musik
Pola Ritmik 1

Tirulah pola ritmik 1 itu dengan menggunakan media yang kalian pilih. Sesuaikan permainan pola ritmik 1 itu dengan mendengarkan ketukan yang diberikan oleh guru.

Setelah menguasai pola ritmik 1, mari kita lanjutkan dengan pola ritmik 2, 3, dan 4. Dengarkan contoh yang diberikan guru lalu tirukan pola ritmik 2, 3, dan 4 itu dengan menggunakan instrumen perkusif yang menghasilkan bunyi yang berada. Misalnya:

Pola ritmik 2
Permainan Musik

Pola ritmik 3
Permainan Musik

Pola ritmik 4
Permainan Musik

Setelah kalian sudah menguasai keempat pola ritmik itu, mari kita mainkan seluruh pola ritmik itu secara berkelompok. Setelah kalian dapat memainkan keempat pola ritmik itu secara berkelompok, dengan benar, pilihlah beberapa teman untuk menyanyika satu lagu berirama 4 yang kalian dengan baik.

Untuk lebih jelasnya, mari kita nyanyikan sebuah lagu, misalnya Anak Kambing Saya, yang diiringi oleh permainan keempat pola ritmik itu dengan menggunakan instrumen perkusif sederhana.

Estetika dan Fungsi Musik

Estetika Musik

Instrumen yang terbuat dari bambu, misalnya, tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi digunakan pula di banyak negara lain, seperti Filipina (marimba, angklung, tumpong), Thailand (khene), Vietnam (Dan Bau), Arab (nay atau serunai Arab), Jepang (shakuhachi), dan Cina (dizi). Mengapa para pelaku musik di banyak negara menggunakan bambu untuk membuat instrumen musik? Apakah karena bambu dipandang dapat menghasilkan bunyi yang ‘indah’? Mengapa bunyi yang dihasilkan dari instrumen bambu dipandang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya?

Bunyi instrumen yang terbuat dari bambu seringkali dipandang menghasilkan bunyi yang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat Sunda, misalnya. Penilaian ‘indah’ terhadap bunyi yang dihasilkan oleh angklung tersebut tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat yang akrab atau dekat dengan lingkungan alam. Mereka memandang lingkungan hidupnya sebagai sesuatu yang ‘indah’, yang harus dihormati, diakrabi, dipelihara, dan dirawat. Kedekatan masyarakat Sunda dengan lingkungan alam tampak pada tindakan mereka untuk menjadikan bahan-bahan dari lingkungan sekitar, misalnya bambu, sebagai bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan keindahan.

Ditinjau dari aspek musikal, bunyi yang dihasilkan dari instrumen dari bambu dipandang dapat lebih mengekspresikan gagasan mereka untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dengar dan perhatikan potongan lagu Sampurasun yang diaransemen oleh Tedi Nur Rochmat berikut (bar 31 – 42) dengan menggunakan angklung Sunda/Indonesia.

Estetika dan Fungsi Musik

Kesan apa yang kamu peroleh setelah mendengarkan potongan lagu itu? Apabila kesan tersebut memperlihatkan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat Sunda, yang dapat kamu peroleh. Diskusikan hasil temuan kamu dengan beberapa temanmu

Simbol tidak hanya tampak pada instrumen, tetapi juga pada suara manusia. Sekarang, mari kita dengarkan melodi awal dalam lagu Keroncong Kemayoran yang digolongkan ke dalam genre musik keroncong. Secara teoretis, melodi awal lagu Keroncong Kemayoran dapat dituliskan sebagai berikut:

Estetika dan Fungsi Musik
Keroncong Kemayoran

Lagu keroncong itu umumnya akan dinyanyikan secara berbeda oleh penyanyinya. Dengarkan contoh bagaimana potongan lagu itu dinyanyikan oleh umumnya penyanyi keroncong (contoh audio).

Apakah cara penyanyi keroncong menyanyikan lagu itu dan penampilan visualnya mengingatkan kamu pada suatu kelompok masyarakat tertentu? Elemen-elemen musikal apa saja yang dapat dimaknai berhubungan dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat pendukung musik keroncong?

Ditinjau dari aspek nonmusikalnya, penampilan visual para penyanyi, khususnya wanita, dalam pertunjukan musik keroncong pun berbeda dari penyanyi dalam jenis/genre musik lainnya.

Apa yang kamu rasakan ketika mendengarkan lagu Keroncong Kemayoran tersebut? Bagaimana nada dan keteraturan irama/ metrumnya? Bagaimana penampilan visual penyanyinya? Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Sekarang, cari satu contoh musik yang dapat dipandang memiliki simbol musikal dan non-musikal bagi lingkungan masyarakat kamu atau masyarakat lain. Kemudian, hubungkan simbol tersebut dengan nilai-nilai estetik dalam budaya masyarakat tersebut. Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Fungsi Musik


Sebelum membahas tentang fungsi musik secara lebih mendalam, sebelumnya kita harus memahami konsep ‘guna’ dan ‘fungsi’. Menurut kamu, apakah ada perbedaan di antara kedua konsep tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba jawab pertanyaan ini:

  1. Apa tujuan kamu mendengarkan musik?. Kamu mungkin akan menjawab “agar tidak terasa sepi” atau “sebagai hiburan”. Jawaban itu kemudian menimbulkan pertanyaan selanjutnya.
  2. Mengapa kamu memandang musik “sebagai “hiburan” ketika sedang belajar? Jawaban dari pertanyaan pertama bertujuan untuk memahami arti kata ‘guna’, sedangkan jawaban dari pertanyaan kedua bertujuan untuk memahami arti kata ‘fungsi’. 

Konsep ‘fungsi’ mengundang pandangan subjektif seseorang tentang suatu pengalaman yang pernah ia peroleh dalam kehidupannya. Sekarang, mari kita coba terapkan penggunaan dua istilah itu dalam kehidupan kita sehari- hari. Pernahkah kamu mengamati proses upacara yang selalu dilakukan pada setiap Senin di sekolah? Apakah seluruh peserta upacara diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apa gunanya seluruh peserta upacara menyanyikan lagu tersebut? Kamu mungkin akan menjawab bahwa Indonesia Raya dinyanyikan dalam upacara bendera karena lagu itu adalah lagu kebangsaan negara kita. Mengapa dalam upacara itu seluruh siswa harus menyanyikan lagu tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus dapat mengenal dengan baik atau mengidentifikasi peristiwa (konteks) yang terjadi ketika lagu itu dinyanyikan.

Sekarang, pernahkah kamu menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan acara penyerahan piala ketika tim Indonesia memperoleh penghargaan sebagai juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis tingkat Internasional di luar negeri? Kamu pasti akan mendengar lagu Indonesia Raya secara instrumental yang seringkali juga ikut dinyanyikan oleh anggota tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan kejuaraan internasional tersebut secara langsung di sana. Apa fungsi lagu Indonesia Raya dalam peristiwa itu? Diskusikan pendapat kamu dengan teman-temanmu.