Friday, August 7, 2015

Musik Sebagai Simbol

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beragam kelompok masyarakat. Keberagaman kelompok masyarakat di Indonesia itu berakibat pada keberagaman hasil kebudayaan pula. Salah satu hasil kebudayaan dari setiap kelompok masyarakat adalah seni, termasuk musik.

Musik seperti halnya cabang seni lain, sangat sarat denga simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Musik memiliki banyak simbol yang merujuk pada berbagai makna dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Contohnya, dalam banyak budaya, nada-nada yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat melambangkan perbedaan antara suasana hati yang ceria atau sedih. Sementara itu, dalam beberapa budaya, ritme tertentu dapat dianggap sebagai lambang kesuburan atau bahkan sebagai pengusir setan.

Selain itu, dalam banyak tradisi musik, alat musik tertentu juga dapat memiliki makna simbolis yang penting. Misalnya, dalam tradisi musik Jepang, biola dapat melambangkan kesedihan dan kehormatan, sementara koto melambangkan keanggunan dan kerendahan hati. Di Afrika, drum dan gendang dapat melambangkan komunikasi dengan dewa-dewi atau roh nenek moyang, serta kekuatan spiritual yang tinggi.

Ketika dimainkan dalam konteks upacara adat, musik juga dapat memiliki makna religius, sosial, atau politis yang dalam. Oleh karena itu, musik tidak hanya dianggap sebagai seni semata, tetapi juga sebagai media komunikasi yang kuat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting dan merangkul identitas budaya masyarakat.

Simbol-simbol itu tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen itu (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti (1) tinggi-rendahnya nada, (2) ritme, (3) dinamika, atau (4) tempo.

Penjelasan :
  • Nada (pitch) : Tinggi-rendahnya bunyi
  • Ritme : Durasi setiap bunyi
  • Dinamika : Perubahan bunyi yang terdengar keras menjadi semakin lembut atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras
  • Tempo : Kecepatan musik/lagu: sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat
Selain empat elemen tersebut, terdapat juga elemen lain dalam musik yang penting untuk dipahami, yaitu harmoni dan tekstur.

Harmoni mengacu pada hubungan nada-nada yang dimainkan secara bersama-sama untuk menciptakan akord dan keterkaitan harmonis di antara mereka. Harmoni dapat menimbulkan perasaan tertentu pada pendengar, seperti kebahagiaan, kesedihan, atau ketegangan.

Tekstur mengacu pada cara elemen-elemen musik, seperti melodi dan harmoni, disusun bersama-sama untuk menciptakan suara keseluruhan. Tekstur dapat mengubah karakteristik suara dan menghasilkan efek yang berbeda pada pendengar. Ada beberapa jenis tekstur musik, seperti monofonik (hanya satu suara atau melodi), homofonik (melodi utama dengan akompanimen), dan polifonik (banyak suara atau melodi yang berbeda-beda).

Ketika elemen-elemen ini digabungkan bersama-sama, maka dapat menghasilkan musik yang indah dan mempesona, dengan berbagai nuansa dan emosi yang berbeda. Oleh karena itu, memahami dan mengembangkan kemampuan dalam memainkan dan mengapresiasi berbagai elemen musik dapat membantu dalam menciptakan dan menikmati musik dengan lebih baik.

Mari kita bahas masing-masing elemen musik sebagai simbol musik. Pertama nada atau melodi yang di perduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kalian memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seoerti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (sperti suara instrumen bas).

Simbol musik selanjutnya adalah ritme. Bagaimana kalian memaknai dua pola ritme berikut:
Musik Sebagai Simbol

Simbol musik juga dapat dilihat dari dinamika musik/bunyi. Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar lembut yang semakin lama semakin keras (crescendo)? Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar keras tetapi semakin lama semakin lembut bahkan menghilang (decrescendo)?

Tempo juga dapat dilihat sebagai simbol musik. Bagianmana kesan kalian ketika mendengar lagu Cublak-Cublak Suweng yang dinyanyikan dengan tempo cepat? Bagaimana kesan kalian apabila mendengar lagu itu dinyanyikan dengan tempo lambat.

Musik Sebagai Simbol


Simbol musik juga  dapat dilihat dari aspek non-musikalnya. Salah satu contoh simbol non-musikal adalah instrumen musikm berdasar pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen itu. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan  dasar instrumennnya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda, seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam atau lubang empat.

Selain suling, instrumen tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis.  Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang sering kali kita lihat dalam pertunjukan-pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu bauh angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam permainan di bawah ini:

Musik Sebagai Simbol

Dapat kita katakan bahwa tiga jenis angklung atau tiga jenis instrumen yang berasal dari tiga kelompok masyarakat yang berbeda memiliki karakter musikal dan non-musikal yang berbeda pula. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa musik, sebagai alat untuk mengekspresikan gagasan atau ide pelaku musik, berhubungan erat dengan cara-cara pelaku musik mengekspresikan gagasan-gagasan mereka.

Cara-cara pelaku dalam mengekspresikan gagasan dalam musik tidak dapat terlepas dari beragam pengalaman yang diperoleh dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, karakter musikal maupun non-musikal dari musik yang dihasilkan oleh pelaku musik tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang ia pelajari dalam masyarakatnya. Sebagai anggota masyarakat, seorang pelaku musik memperoleh beragam pengalaman untuk berperilaku sesuai dengan nilai- nilai yang berlaku dalam masyarakat, termasuk perilaku musikalnya.

Thursday, August 6, 2015

Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan


Jika dilihat dari sisi teknis, pengertian lukisan adalah penggunaan pigmen atau warna dengan menggunakan bahan pelarut yang dibubuhkan di atas permukaan bidang dasar sebagai media untuk menghasilkan sensasi atau ilusi ruang, tekstur, gerakan, untuk mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif, baik yang bersifat emosional, intelektual, simbolik, relegius, dan lain sebagainya.

Secara lebih terperinci dan cermat Herbert Read dalam bukunya Education Trhough Art, mendasarkan klasifikasi empirisnya untuk membedakan gaya lukisan para peserta didik. Setelah meneliti ribuan gambar dari berbagai tipe sekolah dia mengklasifikasikan adanya 12 kategori lukisan, yang secara singkat akan dijelaskan di bawah ini.

1. Organik
Pelukisannya sangat visual dan menunjukkan hubungan dengan objek-objek eksternal, sebagai hasil pengamatan yang intensif pada proporsi alam dalam kesatuannya yang organis. Sehingga lukisannya tampak realistis.
Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan

2. Liris
Wujud lukisannya sama realistisnya dengan organik, tetapi lebih menyukai objek-objek lukisan yang statis, diam, seperti halnya objek alam benda, still life, adalah karakteristik lukisan peserta didik perempuan.

3. Impresionis
Wujud lukisan lebih banyak sekedar melukiskan hasil penangkapan kesan sesaat pada situasi objek secara cepat, kurang menunjukkan perhatian pada penyelesaian bagian-bagian rinci, detail, dan objek.

4. Ritmis
Wujud lukisannya tidak menampilkan motif-motif bentuk visual. Bentuk-bentuk alam tidak digambarkan secara imitatif, tidak ditiru dengan persis, tetapi dengan distorsi menjadi motif-motif yang diulang-ulangi secara ritmis dengan berbagai variasi, sehingga memenuhi bidang lukisan.

5. Strukturalis
Di sini nampak kecenderungan peserta didik untuk mendeformasi objek menjadi bentuk-bentuk geometrik, walaupun tema-temanya masih berorientasi kepada gejala objektif. Stilisasi sebuah tema adalah hasil pengamatan pada pola-pola bentuk sebagai struktur objek visual. Pada biasanya peserta didik tidak memanfaatkan bentuk-bentuk alami untuk menciptakan pola atau motif lukisannya.

6. Skematik
Menggunakan bentuk-bentuk
geometrik, tetapi lepas sama sekali dengan struktur organis objek alam. Bentuk-bentuk bagan seperti periode awal anak melukis secara konsisten dipergunakan, lebih sebagai desain simbolik dari pada penggambaran bagan secara realistik.

7. Haptic (ekspresi aspek internal subyektif).
Menunjukkan sikap pelukisan yang tidak mendasarkan pengamatan visual pada objek eksternal, melainkan representasi citra non visual dari dunia internal seorang peserta didik.

8. Ekspresionis
Di sini terdapat kecenderungan untuk mendistorsi bentuk dan warna objek untuk mengungkapkan sensasi internal-subjektif peserta didik secara spontan.Ekspresionisme, faktor ekspresi lebih menonjol dari pada faktor peniruan rupa manusia.

9. Enumeratif
Menunjukkan pelukisan objek dengan merekam tiap bagian objek serinci mungkin yang dapat dilihat dan diingat, lalu menempatkannya dalam satu struktur yang kurang organis. Efek lukisannya kurang menunjukkan ciri realisme sesuai dengan pengamatan visual, bersifat linier dan tidak mengesankan plasitisitas bentuk, dapat dikatakan sejenis realismenya gambar arsitektur.

10. Dekoratif
Di sini peserta didik memanfaatkan sifat-sifat dua dimensional, baik dalam penampilan tema, bentuk, dan pewarnaan yang bersifat datar, tidak menampilkan ilusi ruang.

11. Romantik
Di sini peserta didik mengambil tema-tema kehidupan, tetapi diintensifkan dengan fantasinya sendiri, lalu dipadukan dengan rekonstruksi ingatan dan kenangannya pada sesuatu yang berhubungan dengan tema itu.

12. Naratif
Di sini peserta didik menggunakan tema-tema ceritera atau dongeng, mungkin yang diperoleh dari guru atau yang didapat sendiri dari bacaan-bacaan dan diungkapkan kembali lewat bentuk dan warna.

Tuesday, August 4, 2015

Mereview Pengertian Musik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah, sekolah, kendaraan umum, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita mendefinisikan istilah ‘musik’ itu dengan tepat? Apa saja definisi musik yang pernah kalian ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
  1. Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia
  2. Musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur
  3. Musik adalah bunyi yang enak untuk didengar (Schafer, 1995).
  4. Musik adalah bunyi yang disukai manusia.
Benarkah demikian ?

Mari kita mereview ketiga definisi di atas. Jenis atau genre musik apa yang kalian sukai? Sekarang, cobalah kamu dengarkan beberapa genre musik, seperti dangdut, tradisional, pop (Indonesia atau Barat), jazz, keroncong, atau musik campur sari. Genre musik apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai? Misalnya, salah satu di antara kalian ada yang menyukai genre musik pop (Indonesia atau Barat), tetapi tidak menyukai dangdut. Berdasarkan definisi “musik adalah bunyi yang disukai manusia” maka kalian memandang bahwa jazz adalah musik, sedangkan dangdut mungkin tidak disukai akan kalian anggap sebagai ‘bukan musik’.

Bagaimana dengan definisi kedua, “musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi”? Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi ini? Coba kalian cari dokumentasi audio dari internet atau sumber lain mengenai musik yang banyak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Afrika atau Irian, misalnya. Mereka seringkali memainkan instrumen-instrumen perkusif atau instrumen tidak bernada, seperti gendang atau drum, tepukan tangan, atau hentakan kaki, yang menghasilkan bunyi ritmis tanpa melodi. Dengarkan contoh berikut:


Keterangan:
CL = tepukan tangan
ST = hentakan kaki

Apakah kalian setuju dengan definisi yang menyatakan bahwa, “musik adalah bunyi yang enak untuk didengar”? “Enak” adalah suatu konsep yang mempunyai makna yang berbeda pada masing-masing orang. Coba kalian bandingkan musik yang terdengar di telinga dengan rasa pedas pada suatu jenis makanan yang dirasakan oleh lidah kita, misalnya. Bagi sekelompok orang yang terbiasa dengan rasa pedas, makanan itu dikatakan ‘enak’ sebab mereka terbiasa dengan rasa pedas itu. Namun, rasa pedas dapat dirasakan ‘tidak enak’ oleh kelompok orang lain sebab mereka tidak biasa dengan rasa pedas itu.

Musik adalah bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga. Benarkah?

Kondisi ini dapat digunakan untuk mendefinisikan musik. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi musik sebagai bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga? Misalnya, apabila kalian memandang musik pop sebagai musik yang ‘enak’ dan keroncong dilihat sebagai musik yang ‘tidak enak’, apakah kalian akan menganggap keroncong bukan musik? Jelaskan pendapat kamu!

Musik merupakan bahasa yang universal. Benarkah?

Ada pula sekelompok orang yang memandang musik sebagai bahasa yang universal. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi itu? Sekarang cobalah bayangkan. Misalkan kalian berkunjung ke salah satu kelompok masyarakat di daerah yang berbeda dari daerah asal kamu. Apakah kelompok masyarakat itu menggunakan bahasa sebagai perangkat untuk berkomunikasi antar-anggota masyarakat? Apakah komunikasi antar-anggota masyarakat itu dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami apa yang sedang mereka komunikasikan, apakah bahasa dapat dikatakan bersifat universal?

Sekarang, kita ganti kata ‘bahasa’ menjadi ‘musik’. Apakah musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat? Apakah musik yang mereka mainkan dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami musik yang dimainkan oleh sekelompok musisi dari budaya yang berbeda, apakah musik adalah bahasa yang universal? Jelaskan pendapat kamu! Setelah kita mereview beberapa definisi musik yang biasanya diketahui masyarakat umum, cobalah diskusikan definisi musik menurut pendapat kalian sendiri dan jelaskan alasan dari definisi itu.

Pengertian musik yang telah kalian diskusikan itu diharapkan dapat digunakan untuk memahami seluruh jenis/genre musik dalam seluruh kelompok masyarakat di dunia.

Apakah definisi itu dapat menjelaskan bermacam-macam jenis/genre musik yang ada dalam masyarakat? Diskusikan pendapat kalian dalam kelompok, Genre-genre musik : Musik Klasik (Barat), Musik Pop, Musik Jazz, Musik Keroncong, Musik Tradisional, Musik Perkusif, Musik Kreatif (Kontemporer), Musik Dangdut, Musik Tanjidor, Musik Gamelan Musik Melayu

Jenis-jenis (Genre) Musik


Setelah mempelajari materi Jenis/Genre Musik ini, kalian diharapkan dapat:

  1. Mengidentifikasi beberapa definisi musik dalam masyarakat.
  2. Mendiskusikan beberapa definisi musik yang berkembang dalam masyarakat.
  3. Menemukan suatu definisi musik yang dapat digunakan untuk memahami keragaman jenis atau genre musik dalam masyarakat.
  4. Mengidentifikasi simbol-simbol yang tampak dalam suatu jenis/genre musik.
  5. Mengidentifikasi simbol musikal dalam suatu jenis/genre musik.
  6. Mengidentifikasi simbol non-musikal dalam suatu jenis/genre musik.
  7. Membandingkan simbol musik pada beberapa instrumen dari budaya yang berbeda.
  8. Mendiskusikan hubungan simbol musikal pada instrumen dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pendukungnya.
  9. Mendiskusikan hubungan simbol non-musikal dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pendukungnya.
  10. Membedakan pengertian guna dan fungsi musik
  11. Memberi contoh guna dan fungsi musik.
  12. Membandingkan peranan atau fungsi musik dalam konteks yang berbeda.
  13. Mengidentifikasi suatu pola ritmik yang terdengar dalam suatu karya musik.
  14. Menirukan permainan suatu pola ritmik dengan memainkan instrumen perkusif sederhana secara individual.
  15. Memainkan beberapa pola ritmik dalam permainan musik secara berkelompok.


Brbeda dari cabang seni lain, musik mempunyai elemen dasar berupa bunyi. Apabila bunyi dilihat sebagai elemen dasar musik, apakah bunyi yang dihasilkan oleh seseorang yang sedang mengetuk pintu dapat disebut sebagai menghasilkan musik? Apakah bedanya mengetuk pintu yang dilakukan seorang tamu dengan mengetuk pintu dalam konteks pertunjukan musik? Apakah sama tujuannya?

Sebagai salah satu cabang seni, musik tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Sebagai bagian dari kehidupan manusia, musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat di seluruh dunia, Barat, dan Timur. Musik dapat dilihat sebagai kebutuhan ekspresif manusia, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kemampuan manusia untuk mengekspresikan perasaan, emosi, atau gagasannya mengenai kehidupan.

Pernahkan kalian menyaksikan pertunjukan musik? Hal apa saja yang menarik perhatian kalian dari pertunjukan itu? Perhatikan beberapa gambar berikut dan cobalah identifikasi hal- hal apa saja yang dapat ditemui serta kemukakan pendapat kalian mengenai gambar itu!

Jenis-jenis (Genre) Musik

Musik adalah salah satu bentuk kebutuhan ekspresif manusia. Sebagai kebutuhan ekspresif, musik digunakan manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide melalui bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh bermacam-macam media atau instrumen yang ada di lingkungan sekitar mereka, baik instrumen bernada atau tidak bernada (perkusif). Kemampuan manusia dalam mengekspresikan gagasan atau ide mereka melalui bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen musik tidak dapat terlepas dari tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Sebagai kebutuhan ekspresif, aktivitas musik dilakukan setiap kelompok manusia di seluruh dunia, Timur dan Barat. Karena masing-masing kelompok manusia hidup dalam lingkungan berbeda maka instrumen dan produksi bunyi yang dihasilkan pun berbeda. Perbedaan pada bentuk instrumen dan bunyi musik yang dihasilkan menyebabkan instrumen dan musik dapat mengandung makna tertentu sehingga musik dan instrumen musik dapat dilihat sebagai simbol.

Sebagai simbol, musik dan instrumen musik mempunyai nilai keindahan atau estetika tersendiri untuk masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai keindahan musik pada satu masyarakat berbeda dari masyarakat lainnya yang bergantung pada nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. Sebagai kebutuhan ekspresif, musik mempunyai beberapa fungsi dalam masyarakat. Musik seringkali digunakan manusia dalam acara hiburan atau bahkan ritual keagamaan. Sebagai hiburan, musik berfungsi untuk menghibur atau menyenangkan pendengar, sedangkan fungsi musik sebagai ritual sangat berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan atau agama yang diyakini oleh anggota masyarakat yang mempunyai musik itu.

Refleksi

Pemahaman atas definisi musik adalah hal mendasar untuk dapat mengapresiasi segala bentuk musik yang dihasilkan oleh setiap anggota masyarakat di seluruh belahan dunia. Apresiasi pada beragam bentuk musik di masyarakat memperlihatkan sikap penghayatan dan pengamalan serta kebanggaan kita pada karya-karya seni musik sebagai anugerah Tuhan melalui gagasan atau ide para pencipta musik di seluruh belahan dunia.

Dengan dimilikinya pemahaman atas seluruh jenis musik pada setiap masyarakat di seluruh belahan dunia maka kita dapat mengapresiasi simbol-simbol musik. Apresiasi baik pada keragaman simbol, nilai-nilai keindahan, atau fungsi musik dalam masyarakat, memperlihatkan sikap toleran, peduli, santun, responsif, dan proaktif saat berinteraksi dalam lingkungan yang berbeda sehingga mencerminkan sikap anggota masyarakat yang berwawasan luas.

Uji Kompetensi

Aktivitas musikal dengan cara mendengar bermacam-macam bentuk musik merefleksikan apresiasi pada musik. Aktivitas musikal melalui permainan musik memperlihatkan sikap kerjasama, toleransi, tanggung jawab, dan disiplin, yang sangat dibutuhkan oleh seorang anggota masyarakat yang santun, jujur, dan cinta damai dalam mengapresiasi keragaman musik di Indonesia atau dunia.

  1. Sebutkan 3 (tiga) instrumen yang dapat dilihat sebagai simbol musik dari 3 (tiga) daerah berbeda. Tuliskan nama masing-masing instrumen itu, daerah asal, serta karakter musikal dan nonmusikalnya. Lengkapi penjelasan kalian dengan gambar ketiga instrumen itu!
  2. Sebutkan salah satu jenis atau genre musik yang kalian pandang ‘indah’? Jenis musik apakah itu dan mengapa kalian memandang musik itu ‘indah’?
  3. Sebutkanlah satu jenis musik atau lagu yang sering digunakan dalam acara-acara tertentu di lingkungan masyarakat kamu. Dalam konteks apa musik atau lagu itu dimainkan atau dinyanyikan, di mana lokasi acara itu, dan apa fungsi musik atau lagu itu?

Monday, August 3, 2015

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya akan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, perangkat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam atau diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar kalian. Amatilah berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak atau elektronik, lalu kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan berkarya. Pilihlah bahan, media, perangkat dan teknik yang kalian kuasai atau ingin kalian cobalah dan mulailah berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi.

Perhatikan bagan berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi yang ditunjukan oleh bagan itu.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


  1. Kalian telah mengamati dan belajar mengenai proses berkarya seni rupa tiga dimensi.
  2. Kalian dapat membuatnya juga
  3. Perhatikan contoh karya seni rupa tiga dimensi di bawah ini!

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Perhatikan karya seni rupa tiga dimensi di atas, cermati obyek pada masing- masing karya itu. Kalian tentu dapat membedakan mana obyek mahluk hidup dan mana obyek benda mati. Sekarang coba berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model. Mulailah dengan memilih model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Langkah selanjutnya, buatlah sketsa bentuk dan ukuran karya yang akan kalian buat. Kemudian pilih bahan yang cocok serta siapkan peralatan yang akan digunakan.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya itu akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah menulis rencana karya yang akan kalian buat. Tuliskan alasan kalian dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium, dan teknik yang akan digunakan. Cobalah juga membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda-beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek itu menarik dan bahan, media serta teknik itu kalian sukai.

Sajikan karya kalian lalu diskusikan bersama-sama, berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman- teman yang lain juga.

Sumber: mendikbud.go.id

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Persoalan estetika tidak dapat dilepaskan dalam mempelajari. Estetika identik dengan seni dan keindahan. Pendapat ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya tepat. Perkembangan konsep dan bentuk karya seni menyebabkan pembicaraan tetntang estetika tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dilihat mata. Dengan memahami persoalan estetika dan seni diharapkan wawasan kalian dalam apresiasi, kritik atau berkarya seni semakin terbuka. Menghadapi karya-karya seni yang dikategorikan “tidak indah”, kalian tidak serta merta langsung memberi penilaian buruk, tidak pantas atau lain sebagainya. Sebagai seorang pelajar kalian wajib bersikap bijaksana untuk melihat latar belakang dibalik penciptaan sebuah karya dan mencari tahu nilai keindahan dan kebaikan yang tersembunyi dibalik karya itu. Hal ini penting sebab akan membantu kalian menjadi seorang kreator, apresiator atau menjadi kritikus seni yang baik.

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif. Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 DimensiKeselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa. Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subyektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat kalian melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kalian dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Kalian merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya meskipun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya itu. Teman kalian mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

  1. Carilah berbagai (reproduksi foto/gambar) karya seni rupa tiga dimensi
  2. Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi itu, bandingkan karya yang satu dengan yang lainnya.
  3. Ceritakan masing-masing karya yang kalian amati, berilah tanggapan pada karya-karya itu, aspek apa yang menarik perhatian kalian karya mana yang paling kalian sukai, berikan alasan mengapa kalian menyukai karya itu berdasar pengamatan pada unsur-unsur rupa dan obyek yang tampak pada karya itu.
  4. Bandingkan tanggapan kalian dengan tanggapan teman kalian.

Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Simbol adalah lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol dalam bahasa Inggris: symbol; Latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, berarti atau memberi kesan. Secara konseptual, kata simbol ini mempunyai beberapa pengertian sebagai berikut.

  1. Sesuatu yang biasanya adalah tanda yang kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek tertentu.
  2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.
  3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
  4. Tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.


Dalam pembelajaran seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik wujud objeknya atau unsur-unsur rupanya. Misalnya merah adalah simbol keberanian. Patung katak sebagai simbol pemanggil hujan. Patung kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya.

Dalam cerita sering digunakan beberapa jenis satwa untuk melambangkan sifat-sifat tertentu. Misalnya, simbol kancil melambangkan makna cerdik, lincah dan banyak akal. Serigala seringkali digunakan untuk melambangkan keserakahan dan kelicikan. Lain lagi dengan keledai yang digunakan untuk melambangkan kemalasan dan kebodohan.

Dalam seni rupa, simbol dapat dijumpai pada karya dua dimensi atau tiga dimensi. Patung, tugu dan monumen misalnya, adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat mempunyai makna dan simbol tertentu. Kebiasaan untuk membuat patung, tugu dan monumen yang melambangkan sesuatu sudah dilakukan orang sejak jaman dahulu. Tugu dan monumen ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar dan dibangun untuk memperingati peristiwa-perisitiwa penting atau tempat-tempat bersejarah.
Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Sebagai contoh, tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di kota Pontianak Kalimantan Barat untuk menandai tempat yang dilalui garis katulistiwa. Contoh lainya adalah Tugu Jogja, tugu ini berarti atau menyimbolkan persatuan antara raja/ pemimpin dan rakyat dalam perjuangan melawan musuh atau menyatu dalam membentuk pemerintahan dalam suatu negara atau pemerintahan. Arti lain bias dimaknakan sebagai suatu hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.

Coba perhatikan di sekitar kalian ada karya seni rupa tiga dimensi yang berbentuk tugu atau monumen? adakah makna simbolik atau dari karya-karya tiga dimensi itu? Pahlawan atau orang yang berjasa dan orang yang dihormati sering dibuatkan patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan dan perjuangannya. Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita. Kepahlawanan dan perjuangan orang –orang itu dikenang hingga saat ini, dijadikan tauladan untuk masyarakat dan bangsa. Coba perhatikan, adakah patung orang yang dianggap berjasa, pahlawan atau dihormati di daerah kalian?

Karya seni rupa tiga dimensi mempunyai unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja mempunyai makna simbolik. Pada bab sebelumnya kalian sudah mempelajari unsur-unsur rupa dan makna dari unsur-unsur rupa itu. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung mempunyai makna simbolik yang berbeda- beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga mempunyai makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi yang ada di sekitarmu, identifikasikan unsur-unsur rupa pada karya-karya seni rupa tiga dimensi itu lalu cobalah cari pula makna simbolik dari karya- karya seni rupa tiga dimensi berikut ini baik wujudnya secara utuh atau pada unsur-unsur rupanya.

Tanya Jawab Seputar Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Apa saja contoh simbol karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Contoh simbol karya seni rupa 3 dimensi meliputi patung, relief, dan instalasi seni.

Apa itu simbol di dalam karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi adalah elemen visual atau bentuk yang digunakan untuk menggambarkan atau mewakili gagasan, perasaan, atau konsep tertentu dalam karya seni.

Apa simbol dalam karya seni rupa?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa adalah elemen visual yang mewakili ide, konsep, atau perasaan dan memiliki makna tertentu bagi penonton atau seniman yang menciptakannya.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan simbol dan berikan contohnya?

Jawaban: Simbol adalah tanda, bentuk, atau objek yang digunakan untuk mewakili suatu gagasan, konsep, atau perasaan. Contohnya termasuk burung merpati sebagai simbol perdamaian, jantung sebagai simbol cinta, dan tengkorak sebagai simbol kematian.

Sebutkan apa saja simbol simbol karya seni rupa dua dimensi?

Jawaban: Beberapa simbol dalam karya seni rupa dua dimensi meliputi siluet, bentuk geometris, dan simbol budaya seperti batik, kaligrafi, dan hieroglif.

Apa yang membedakan simbol karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi?

Jawaban: Simbol karya seni rupa 2 dimensi biasanya terbatas pada bidang datar seperti lukisan atau gambar, sedangkan simbol karya seni rupa 3 dimensi memiliki kedalaman dan volume, seperti patung atau instalasi seni.

Apa yang dimaksud dengan simbol?

Jawaban: Simbol adalah tanda, objek, atau bentuk yang digunakan untuk mewakili gagasan, konsep, atau perasaan tertentu dan memiliki makna yang lebih dalam atau abstrak.

Apa yang dimaksud dengan simbol dan nilai estetis dalam karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi adalah elemen visual yang mewakili gagasan atau konsep tertentu, sedangkan nilai estetis adalah apresiasi keindahan atau kualitas artistik dalam karya tersebut.

Apa fungsi lambang atau simbol?

Jawaban: Fungsi lambang atau simbol adalah untuk mengkomunikasikan ide, konsep, atau perasaan tertentu kepada penonton atau pembaca melalui penggunaan tanda, bentuk, atau objek yang memiliki makna lebih dalam atau abstrak.

Apa saja tiga contoh karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Tiga contoh karya seni rupa 3 dimensi meliputi patung Liberty, monumen Garuda Wisnu Kencana, dan instalasi seni "Cloud Gate" atau "The Bean" di Chicago.

Apa saja unsur-unsur seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi?

Jawaban: Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi meliputi titik, garis, bentuk, tekstur, warna, dan ruang. Unsur-unsur seni rupa 3 dimensi meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.

Apa yang dimaksud jenis simbol dan nilai estetika dalam seni rupa dua dimensi?

Jawaban: Jenis simbol dalam seni rupa dua dimensi adalah elemen visual yang mewakili gagasan atau konsep tertentu, sementara nilai estetika mengacu pada apresiasi keindahan atau kualitas artistik dalam karya tersebut.

Apa unsur dari 3 dimensi?

Jawaban: Unsur-unsur dari 3 dimensi meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.

Apakah unsur 3 dimensi?

Jawaban: Unsur 3 dimensi adalah elemen yang digunakan untuk menciptakan karya seni rupa dengan kedalaman, volume, dan massa, seperti patung atau instalasi seni.

Apa saja unsur-unsur dalam ruang dimensi 3?

Jawaban: Unsur-unsur dalam ruang dimensi 3 meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.