Sunday, August 9, 2015

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari

Seni tari adalah bagian dari seni pertunjukkan, yang mencakup seni musik, seni rupa dan seni teater. Jika kalian melakukan gerak berjalan, gerak senam atau olah raga apakah sudah dapat dikatakan sebagai aktivitas menari? apakah itu juga merupakan gerak tari? apakah perbedaaan gerak tari dengan gerak berjalan atau gerak olah raga? Gerak adalah subtansi baku dari seni tari, dimana gerak menjadi bahasa media yang dapat mengungkapkan harapan yang berarti berbentuk pesan yang dikomunikasikan lewat gerak tari. Dengan menari seseorang dapat mengekspresikan dirinya melaui gerak. Karena tari adalah rangkaian dari gerak-gerak tubuh yang mempunyai nilai estetis.

Seni tari adalah cabang kesenian yang tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan manusia. Dalam kelompok masyarakat tertentu tari adalah bagian terpenting sebagai bagian upacara keagamaan atau upacara adat. Seperti di Bali seni tari adalah bagian terpenting didalam setiap upacara keagamaan. Dan melalui tari seseorang dapat mengungkapkan perasaan, emosi dan gagasan pirannya yang diungkan melakui gerak Ketika kalian menyaksikan pertunjukan tari? apakah keunikan dari pertunjukan tari itu? Perhatikan dan amatilah gambar dibawah ini gerak dasar apa saja yang terdapat pada gambar dan jelaskan pendapatmu tentang keunikan dari setiap ragam gerak tari itu?

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari


  1. Perhatikan gambar di atas, kelompokkan ragam gerak dasar tari sesuai dengan asal daerahnya
  2. Tirukanlah ragam gerak dasar tari pada gambar di atas (bisa di sesuaikan dengan kontek daerahnya)
  3. Apakah perbedaan yang menonjol dari berbagai gerak dasar tari itu?
  4. Adakah persamaan dalam setiap gerak dasar tari itu?
  5. Bagaimanakah teknik kepala, tangan, badan dan kaki dalam menggerakkan gerak dasar tari itu?
  6. Lakukan ragam gerak tari itu dengan menggunakan hitungan atau ketukan?

Berdasarkan pengamatan kamu, sekarang carilah informasi dari berbagai sumber, untuk dapat menjawab ragam gerak dasar yang terdapat pada gambar di atas dan asal daerah manakah gerak tari itu.

Agar kalian lebih mudah memahami, bacalah konsep-konsep mengenai ragam gerak dasar tari, fungsi tari, simbol pada gerak tari, nilai-nilai estetis yang terkandung dalam gerak tari. Selanjutnya, kalian bisa mengamati lebih lanjut dengan melihat pertunjukan langsung ataupun melihat gambar, tayangan dari video serta membaca referensi dari berbagi sumber belajar yang lain.

A. Pengertian Seni Tari

Setiap orang pasti pernah melihat tarian disadari atau tidak bahkan pernah menari. Seni Tari adalah cabang seni yang menggunakan tubuhnya sebagai media. Gerak adalah elemen pokok dalam tari yang terdapat unsur ruang, waktu dan tenaga. Apa Tari itu? tari dapat diartikan secara universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja. Perlu kalian ketahui bahwa gerak tari mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Setiap tarian mempunyai ciri khas atau keunikan geraknya masing-masing. Sehingga gerak tari tidak hanya terpaku pada gerak tari baku melainkan gerak tari dapat dikembangkan menjadi gerak tari kreasi.

Eksplorasi gerak dllakukan dengan cara proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui panca indera. Objek ini bentuknya bisa Gibang pada tari topeng berupa benda, alam, suara dan rasa. Tari Betawi diklasifikasikan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar pada tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar itu dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas.

Pengertian Seni TariTari adalah bagian dari kehidupan masyakat Bali, nyaris semua rutinitas upacara keagaman atau upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan Ngumbang pada tari Legong Kraton mata (nyeledet).

Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan mempunyai gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah. Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan). Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang mempunyai nilai filosofi yang dianut dalam ketentuan dan adat leluhur mereka.

Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.

Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton mempunyai aturan- ketentuan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak mempunyai makna dan filosofi tersendiri. Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau rakyat mempunyai gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding.

Setelah kalian belajar mengenai konsep-konsep tari. Jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!

  1. Jelaskan yang dimaksud dengan Tari ?
  2. Jelaskan yang dimaksud dengan gerak tari?
  3. Jelaskan yang dimaksud dengan ruang, waktu dan tenaga yang terkandung didalam gerak tari?
  4. Apa yang dimaksud dengan tari tradisional?
  5. Apakah setiap daerah mempunyai tari tradisional?

B. Fungsi Seni Tari

Sebelum memahami fungsi tari, cobalah kamu menjawab pertanyaan berikut ini: pertanyaan yang pertama apa tujuan kalian belajar? diantara jawaban kalian akan menjawab agar pintar dan agar mengetahui banyak pengetahuan. Pertanyaan yang kedua kenapa seseorang itu wajib bekerja? Jelaskan pendapat kalian keduapertanyaan itu.

Pada dasarnya segala aktivitas yang dilakukan manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti belajar, bekerja, bermain dan berkesenian. Namun tari sebagai cabang kesenian bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan, tetapi juga dapat menunjang kepentingan kegiatan manusia. Indonesia adalah negara yang kaya dengan tari-tarian. Dari mulai tarian yang sangat sederhana seperti daerah-daerah pedalaman sampai daerah yang sangat indah seperti Bali dan Jawa. Namun walaupun tarian itu terdapat didaerah pedalaman tetap mempunyai nilai-nilai keindahan.

Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu tari sebagai sarana upacara, tari sebagai sarana hiburan, tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan. Apakah kalian pernah melihat pertunjukan seni tari? dimanakah kalian melihatnya? Masuk kedalam fungsi tari apakah pertunjukan yang kalian tonton? dari masing masing fungsi tari mempunyai peranan yang berbeda-beda.

Setelah kalian belajar mengenai teknik dan prosedur gerak dasar tari, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini!
  1. Jelaskan fungsi tari sebagai upacara, tari sebagai hiburan, tari sebagai pertunjukan dan tari sebagai pendidikan?
  2. Apakah tempat pertunjukan mempengaruhi fungsi dari tarian itu?Jelaskan!

C. Simbol Dalam Seni Tari

Sebelum berangkat pada pemahaman simbol dalam gerak tari. Menurut kalian apakah yang dimaksud dengan simbol? apakah simbol hanya berupa benda, seperti pedang? Coba kalian sebutkan apa saja yang dapat dijadikan sebagai simbol?

Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak adalah aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan - perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian.

Tari adalah ekspresi jiwa, oleh sebab itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.

Untuk dapat lebih memahami tentang simbol gerak tari. perhatikan dan amatilah gambar dibawah ini. Sebutkan simbol gerak yang terdapat pada gambar itu? Setelah mempelajari simbol gerak dasar, amatilah satu pertunjukan seni tari yang ada disekitar daerahmu lalu identifikasikanlah simbol gerak yang terdapat pada tarian itu? Apakah semua gerak mempunyai simbol gerak? jelaskan alasan kalian?

D. Nilai Estetis Dalam Gerak Tari


Estetis sering dikatakan estetika dan diartikan hanya sebatas indah atau keindahan dan dari keindahan akan muncul suatu nilai seni. Pernahkah kalian mengalami pengalaman dalam melihat pementasan seni tari? apakah yang kalian rasakan saat melihat pementasan seni tari? setiap jawaban pasti tak akan sama sebab keindahan muncul dari pengalaman yang dialami oleh masing-masing individu.

Nilai estetis pada gerak tari adalah kemampuan dari gerak itu untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetika dari seorang penari dalam melaksanakan gerak wajib dilihat pula dalam kualiatas gerak yang dilakukannya. Setiap gerak tarian pasti mempunyai nilai estetis tersendiri yang dapat diuraikan dan dijelaskan secara cermat. Jadi apa itu estetis? Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis sebab adanya sifat yang melekat pada benda dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya estetis itu sebab adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, estetis itu ada sebab proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati.

Pengertian, Fungsi, Simbol, dan Nilai Estetis Seni Tari
Tari Saman dari Aceh
Masing-masing gerak setiap daerah mempunyai keunikannya tersendiri yang tidak bisa terlepas dari pengaruh kebudayaan yang ada pada daerah itu sendiri. Genre dalam suatu daerah juga mempunyai pengaruh besar dalam menilai nilai estetis suatu gerak tari. Jenis tari berdasar penyajiannya terbagi menjadi dua yaitu tari tradisional dan kreasi baru. Tari tradisional terbagi lagi menjadi tiga yaitu tari primitif, tari rakyat dan tari klasik. Mengapa pada tari Bali mempunyai ciri khas pada mata yang melotot ( dalam istilah Balinya adalah Nuding) sedangkan pada tari Jawa gerak mata mengarah kebawah. Begitu pula pada tari saman dari Aceh yang mempunyai ciri khas kecepatan dalam menggerakkan tangan sedangkan pada tari pakarena dari Sulawesi gerak tangannya sangat lembut dan mengalir? Diskusikan bersama dengan teman-teman kalian dan berikan alasannya?

Tari Gambyong dari Jawa tengah Tari Gitek dari Betawi Setelah mempelajari nilai estetis pada gerak tari, jelaskan nilai estetika gerak pada tari primitif, tari rakyat dan tari klasik? Mengapa gerak pada tari mempunyai nilai estetika yang berbeda-beda?

E. Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan

Melakukan gerak tari dengan menggunakan hitungan akan lebih mengetahui bagaimana teknik dan proses dalam melakukannya. Dalam prosesnya melaksanakan gerak tari dapat dilakukan dengan perorangan, berpasangan atau berkelompok.

Sekarang, cobalah kita melaksanakan salah satu gerak burung terbang dengan hitungan 2 x 8, dengan tempo lambat dan lakukan kembali gerakan itu dengan tempo cepat. Apakah ada perbedaan dari gerak yang kalian lakukan? Berikan pendapat kalian?

Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut. Hoyog, yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri. Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan. Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang. Entrag, yaitu menghentakkan badan ke bawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.

Gerak kepala dalam tari jawa yaitu pacak gulu, gebesan, gileg, gelieur, anggukan dan gelengan kepala tengok kanan dan kiri Gerakan kaki Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit. Trecet, yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam. Gerakan tangan Malangkerik, yaitu gerakan posisi tangan berkacak pinggang. Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping. Nggrodha, yaitu gerakan siku di tekuk. Panggel, yaitu mengadu pangkal pergelangan tangan

Setelah kalian belajar dan merangkai serta melaksanakan gerak tari, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan Ya atau Tidak.
  1. Saya berusaha belajar ragam gerak dasar tari dengan sungguh-sungguh
  2. Saya berusaha belajar gerak tari daerah lain dengan sungguh-sungguh
  3. Saya mengikuti pembelajaran ragam gerak tari dengan tanggung jawab
  4. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu
  5. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami
  6. Saya berperan aktif dalam kelompok
  7. Saya menyerahkan tugas tepat waktu
  8. Saya menghargai perbedaan gerak yang terkandung di dalam tari tradisional yang lain


Rangkuman

Setiap tari mempunyai ragam gerak dasar yang dirangkai menjadi sebuah tarian. Gerak dasar tari terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan atau kaki. Gerak dan sikap yang dilakukan dengan teknik yang tepat akan melahirkan rasa dalam melakukannya. Teknik dalam melaksanakan gerak yang tepat akan mempengaruhi kesatuan struktur gerak yang dibuatnya.

Setiap tarian mempunyai simbol dan jenis ragam gerak dasar untuk menjadikan ciri khas gerak pada tarian itu. Sehingga tarian itu mempunyai nilai estetis tinggi untuk dapat dinikmati oleh penonton.

Refleksi

Ragam gerak dasar yang berbeda antara tarian satu dengan yang lainnya akan menjadi ciri khas tersendiri, menghargai perbedaan itu dan mensyukurinya bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan suku dan bangsa yang berbeda-beda.

Keanekaragaman ragam gerak dasar tari adalah rahmat Tuhan dan adalah kenyataan maka perlu dihargai dan disyukuri keberadaannya. Tuhan menciptakan manusia dari berbagai macam suku dan bangsa. Gerak berawal dari gerak-gerak tari primitif, gerak klasik dan gerak rakyat. Dari perbedaan gerak tari itu maka terlahir tarian yang mempunyai ciri khas gerak tertentu.

Tari telah menjadi bagian dari kehidupan seorang seniman tari. Dengan menari seorang penari dapat mengekspresikan jiwanya melalui gerak tari yang mempunyai nilai estetika tinggi. Gerak dasar tari yang mempunyai simbol atau makna dalam tarian itu akan mempunyai nilai estetis tersendiri. Melaluui gerak seorang penari dapat berkomunikasi dengan penikmatnya, dan sebab gerak seseorang dapat berekpresi dengan terus mengembangkan gerak itu menjadi lebih gerak yang baru.

Friday, August 7, 2015

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Kita telah mempunyai pemahaman mengenai pengertian musik sebagai simbol, nilai estetik dalam musik, fungsi musik, dan permainan musik. Pada artikel ini materi akan difokuskan pada kolaborasi unsur-unsur dasar seni tari (gerak) dan seni rupa (imaji atau visual) dalam permainan musik.

Penjelasan dalam artikel ini akan diawali dengan pengertian kolaborasi seni, eksplorasi musik, kolaborasi musik dengan gerak, serta kolaborasi musik dengan. Dalam prosesnya, kolaborasi seni dalam permainan musik bertujuan untuk turut melestarikan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dan meningkatkan apresiasi murid terhadap budaya lokal. Berdasarkan tujuan itu maka kolaborasi seni dalam permainan musik diharapkan dapat menjadi wadah bagi murid untuk dapat mengekspresikan gagasan atau ide mereka dalam bidang seni budaya.

Untuk lebih memahami mengenai kolaborasi seni dalam permainan musik, carilah beberapa referensi dari bermacam-macam sumber. Kalian dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dengan mendengar dan menyaksikan beragam aktivitas kolaborasi seni dalam permainan musik yang dilakukan pelaku- pelaku musik, baik dengan menyaksikan pertunjukan musik secara langsung, melihat dokumentasi pertunjukan musik di suatu situs internet (misalnya youtube), mendengarkan dokumentasi audio bermacam-macam karya musik, maupun membaca banyak referensi mengenai instrumen musik.

A. Pengertian Kolaborasi Seni

Kolaborasi seni dapat diartikan sebagai kerjasama dua atau lebih cabang seni. Pernahkah kalian menyaksikan kolaborasi antara musik dengan gerak yang adalah substansi dasar seni tari? Atau, kolaborasi antara musik dengan imaji atau visual yang adalah substansi dasar seni rupa? Atau, kolaborasi antara seni musik, gerak tubuh, dan imaji atau visual dalam suatu pertunjukan? Perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik
Sumber : Dokumen Kemdikbud
Perhatikan gambar  diatas! Dalam gambar itu kita dapat melihat beberapa orang menyesuaikan gerakan mereka dengan musik yang terdengar. Hubungan yang erat antara musik dan gerakan telah lama diketahui oleh para ahli pendidikan musik. Bahkan Barrett, McCoy, dan Veblen (1997) pernah mengemukakan bahwa, “melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan musik, misalnya, memperlihatkan cara seseorang menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan antara bunyi dan gerakan”.

Untuk memahami hubungan antara musik dan gerakan, amati perilaku orang-orang di sekitar kalian yang mendengar atau bermain musik. Apa yang mereka lakukan? Diskusikan dengan beberapa temanmu.
Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Bagaimana dengan Gambar diatas? Hal-hal apa saja yang kalian lihat dalam gambar itu? Apabila melihat secara langsung, kalian akan mengetahui bahwa ketiga orang dalam gambar itu sedang menggerakkan badan sambil berjalan mengikuti irama permainan musik. Bila diamati, di antara jari-jari kaki mereka terdapat benda yang terbuat dari tempurung kelapa yang menghasilkan bunyi tertentu ketika mereka berjalan. Perhatikan potongan Gambar itu. Tempurung kelapa yang berada di antara jari-jari kaki pemain dalam Gambar 2 dapat dianggap sebagai salah satu perangkat perkusif. Alat dapat dilihat sebagai salah satu peralatan atau properti dalam permainan musik. Untuk memahami kegunaan tempurung kelapa dalam gambar itu, coba diskusikan pertanyaan Alat perkusif dari tempurung kelapa

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Selanjutnya, bagaimana pendapat kalian mengenai Gambar di atas? Pada gambar itu kita melihat beberapa orang sedang bergerak sesuai dengan irama musik. Dalam penampilannya, wajah mereka ditutupi dengan topeng. Perhatikan potongan gambar yang memfokuskan pada topeng yang digunakan oleh beberapa orang dalam gambar itu.

Topeng juga seringkali digunakan sebagai salah satu peralatan atau properti dalam permainan musik. Untuk memahami kegunaan topeng dalam itu, coba diskusikan pertanyaan berikut: Apa kegunaan topeng saat mereka sedang menari dengan diiringi oleh permainan musik?

Perlu diketahui bahwa kolaborasi beberapa cabang seni dalam permainan musik dapat saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa apa pun gerakan atau peralatan (properti) yang digunakan dalam permainan musik, harus disesuaikan dengan tema karya musiknya. Berdasarkan pengamatan dan hasil diskusi kalian mengenai gerakan dan peralatan atau properti yang digunakan, Gambar-gambar di atas berhubungan dengan tema apa?

B. Eskplorasi Musik

Kita tentu sering melihat sekelompok orang memainkan musik dengan menggunakan instrumen-instrumen yang sudah kita kenal dengan baik, seperti gitar, drum, atau keyboard. Namun, pernahkah kalian melihat sekelompok orang bermain musik dengan menggunakan alat-alat perkusif sederhana, seperti potongan bambu, botol, bel, atau gelas berisi air yang dipukul dengan sendok?

Kolaborasi Seni Dalam Permainan MusikApakah sekelompok orang yang menggunakan beberapa perangkat perkusif sederhana itu dapat dikatakan memainkan musik? Ingat kembali definisi musik yang telah kalian pelajari. Walaupun hanya menggunakan alat-alat perkusif sederhana, bunyi yang mereka hasilkan tetap dapat disebut musik. Mengapa? Ya. Karena para pemain perangkat perkusif sederhana tersebut menghasilkan bunyi sesuai dengan tema yang diinginkan oleh pembuat musiknya.

Sekarang, sebutkan 3 (tiga) buah perangkat perkusif yang ada di lingkungan sekitar kalian yang dapat digunakan dalam permainan musik. Cantumkan nama ketiga perangkat perkusif tersebut dan gambarnya dalam kolom berikut:

Pada saat ini, alat-alat perkusif sederhana sudah banyak digunakan oleh pemain musik di banyak negara, termasuk Indonesia. Umumnya, alat-alat sederhana itu digunakan oleh pemain musik untuk mengeksplorasi beragam bunyi yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka. Dapat dikatakan bahwa eksplorasi bunyi adalah salah satu usaha manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide mereka mengenai kehidupan melalui permainan musik.

Untuk lebih memahami mengenai eksplorasi bunyi, cobalah jawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan eksplorasi bunyi?
  2. Apa tujuan pemain musik melaksanakan eksplorasi bunyi? 
  3. Mengapa para pemain musik itu melaksanakan eksplorasi bunyi dalam permainan musik mereka?

Diskusikan jawaban kalian dengan beberapa teman. Kemudian, coba kemukakan pendapat kalian.

Eksplorasi bunyi tidak hanya dilakukan dengan mengembangkan sumber bunyinya atau instrumen, tetapi juga melalui pengembangan pada simbol- simbol musik, seperti nada dan ritme. Pertama, eksplorasi nada dengan menggunakan dua buah suling yang mempunyai diameter dan panjang yang berbeda. Perhatikan contoh bentuk eksplorasi yang dilakukan anggota masyarakat di Bali pada gambar berikut:
Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Pada gambar di atas kita dapat melihat terdapat dua musisi yang sedang memainkan suling yang mempunyai ukuran panjang dan diameter yang berbeda.

Coba carilah beberapa potong bambu dengan diameter dan panjang yang berbeda. Kemudian, mainkan 5 (lima) potong bambu itu dengan cara dipukul. Bagaimana bunyi yang dihasilkan oleh kelima bambu itu?

Selain eksplorasi nada, kita juga dapat melaksanakan eksplorasi ritme untuk memainkan alat-alat perkusif sederhana. Perhatikan 4 (empat) pola ritme yang dapat dilihat pada artikel : Permainan Musik.

Sekarang, coba kalian secara perorangan menirukan permainan keempat pola ritme di atas. Mulailah dari pola ritmik 1. Dengarkan dengan seksama contoh yang diberikan guru, lalu tirulah dengan perangkat perkusif. Setelah kalian dapat menguasai pola ritmik 4, lanjutkan ke pola ritmik 2, 1, dan 3 dengan terlebih dahulu mendengar contoh guru dan menirukan contoh dengan menggunakan perangkat perkusif yang berbeda.

Setelah kalian menguasai seluruh pola ritmik di atas, coba menggabungkan dua jenis pola ritmik yang dimainkan secara berkelompok. Masing-masing kelompok minimal terdiri dari dua siswa.

Dengarkan dengan seksama permainan dua pola ritmik yang dilakukan kelompok lain. Tuliskan kesan yang kalian peroleh dari permainan kedua pola ritmik itu.

C. Gerak Dalam Permainan Musik

Gerakan tubuh seringkali dilakukan seseorang saat tampil dalam suatu acara yang diiringi dengan permainan musik. Umumnya, acara-acara seperti itu menggunakan tema tertentu. Namun, apa pun tema acara, peserta yang turut serta dalam acara itu akan melibatkan gerakan-gerakan tertentu yang dapat dilihat sebagai simbol. Bagi penonton-penonton, gerakan-gerakan itu seringkali dihubungkan dengan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dari mana peserta itu berasal.

Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui gerakan, seperti gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam permainan musik, gerakan anggota badan itu dilakukan dengan cara-cara tertentu yang dilihat sesuai dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakatnya. Hal ini dapat dipahami karena gerakan tubuh seseorang dilihat sebagai salah satu pola perilaku yang dipelajari orang itu dalam lingkungan masyarakatnya, termasuk keluarga. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Amati gambar di atas dan coba jawab pertanyaan berikut:
1.Apakah dalam gambar itu para peserta melaksanakan gerak tertentu yang pernah kalian kenal?
2.Gerakan apakah yang diperlihatkan oleh para peserta itu?
3.Gerakan itu berhubungan dengan nilai estetik dari masyarakat apa?

Diskusikan ketiga pertanyaan di atas dengan beberapa orang teman.

Gerakan tubuh dalam permainan musik tidak hanya memperlihatkan nilai- nilai estetik suatu masyarakat, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara kesesuaian pola gerakan dan musik, khususnya tempo dan irama. Pada bagian ini kalian mempelajari pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Mari kita gunakan pola-pola ragam gerak anggota tubuh itu sesuai dengan tempo dan irama lagu yang terdengar.

Dengarkanlah salah satu lagu dalam masyarakat Timor, Bolelebo. Dengarkan lagu itu dengan cermat serta ‘rasakan’ irama dan tempo atau kecepatan lagunya!

Bagaimana tempo atau kecepatan lagu Bolelebo itu? Kalian benar apabila menjawab bahwa lagu itu dimainkan atau dinyanyikan dengan tempo lambat. Bagaimana perasaan kalian saat mendengarkan lagu itu? Sekarang, dengarkan lagu itu kembali, rasakan, dan bayangkan gerakan apa yang sesuai dengan tempo dan irama lagu itu.

Mari kita dengarkan lagu lain dari daerah lain, misalnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah. Dengarkan dengan cermat serta rasakan irama dan tempo lagunya!

Bagaimana tempo atau kecepatan lagu Cublak-Cublak Suweng itu? Kalian benar apabila menjawab bahwa lagu itu dimainkan atau dinyanyikan dengan tempo cepat. Bagaimana perasaan kalian saat mendengarkan lagu itu? Sekarang, dengarkan lagu itu kembali, rasakan, dan bayangkan pola- pola ragam gerak anggota tubuh apa yang cocok dengan tempo dan irama lagu itu.

Bandingkanlah tempo atau kecepatan kedua lagu di atas. Kemudian, jawablah beberapa pertanyaan di bawah ini:

  1. Apa kesan yang dapat kalian rasakan dari kedua lagu itu?
  2. Bagaimana pengaruh tempo lagu pada gerakan tubuh kalian ketika bergerak mengikuti iramanya?
  3. Bagian tubuh mana saja yang kalian gerakkan? 
  4. Gerakan-gerakan apa saja yang dapat kalian lakukan sesuai dengan irama lagu?
Diskusikan keempat pertanyaan itu dalam kelompok.

Kita telah mencoba melaksanakan kolaborasi lagu dengan gerakan tubuh melalui dua lagu dengan tempo berbeda. Bagaimana apabila sekarang kita melakukan kolaborasi permainan pola ritmik yang telah kalian kuasai dengan gerakan tubuh. Kita mulai dengan memainkan salah satu pola ritmik yang telah kita pelajari di Bagian B. Pilihlah satu perangkat perkusif untuk memainkan pola ritmik ini:

Untuk kolaborasi permainan pola ritmik dengan gerakan dibutuhkan dua kelompok siswa. Buatlah dua kelompok, A dan B. Kelompok A bertugas memainkan pola ritmik 1 secara berulang dengan menggunakan perangkat perkusif yang kalian pilih. Kelompok B mendengarkan dengan seksama dan membayangkan pola-pola ragam gerak anggota tubuh yang cocok dengan tempo dan irama lagu itu. Setelah kelompok B dapat merasakan iramanya maka setiap anggota kelompok B diharapkan dapat melakukan gerakan sesuai dengan irama musiknya.

Perhatikan bahwa tekanan atau aksen pada ketukan 1 dan 2 dalam pola ritmik itu lebih keras daripada ketukan 3 dan 4. Dengarkan bunyinya dengan seksama dan ‘rasakan’ perbedaan tekanan atau aksen pada ketukan 1 – 2 dan 3 – 4. Kesan apa yang timbul dari perbedaan tekanan atau aksen tersebut? Bagaimana kalian merespon perbedaan tekanan atau aksen tersebut dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala? Cobalah kalian lakukan gerakan sesuai dengan irama, tempo, dan tekanan atau aksen yang diberikan pola ritme itu.

Setelah kalian melaksanakan praktik kolaborasi musik dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala, tuliskan beberapa hal yang kalian temui dalam Kolaborasi Musik dan Gerakan Tubuh,

Sekarang, cobalah ubah letak tekanan atau aksen dalam pola ritmik itu. Kelompok A memainkan pola ritmik itu dengan memberi tekanan atau aksen lemah pada ketukan 1 – 2, sementara ketukan 3 – 4 memperoleh aksen kuat. Kelompok B mendengarkan dengan cermat dan membayangkan permainan

pola ritmik itu dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala yang sesuai.

Cobalah pola ritmik itu dan kolaborasikan dengan pola- pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala yang cocok. Apakah kalian menggunakan gerakan yang sama untuk merespon tekanan atau aksen dalam pola ritmik itu?

Bagaimana apabila dua pola ritmik yang telah kita pelajari dalam Bagian B? Untuk melakukannya, bentuklah dua kelompok untuk memainkan dua pola ritmik itu. Masing-masing kelompok menggunakan perangkat perkusif yang berbeda nada dan warna bunyinya. Perhatikan contoh berikut: Pola ragam gerak apa yang dapat disesuaikan dengan gabungan pola ritmik tersebut? Coba terlebih dahulu kalian dengarkan gabungan permainan musiknya, lalu bayangkan pola ragam gerak apa yang cocok dengan bunyi yang dihasilkan dalam gabungan kedua pola ritmik itu? Kolaborasi Seni Dalam Permainan

D. Kolaborasi Seni dalam Permainan Musik

Dalam bagian C kita telah mencoba melaksanakan kolaborasi permainan musik dengan pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Namun, kolaborasi musik dapat dilakukan pula dengan cabang seni lainnya, misalnya seni rupa. John Paynter (1972) pernah mengemukakan mengenai kemungkinan melibatkan aktivitas lain dalam pembelajaran musik. Hal ini menyebabkan pembelajaran musik dapat dilakukan melalui aktivitas yang bermacam-macam yang dilakukan sesuai dengan potensi dan pengetahuan yang kalian miliki. Berdasarkan pemikiran Paynter itu, cobalah kita kolaborasikan gerak tubuh, properti, dan ekspresi dalam permainan musik. Karya seni rupa apa saja yang dapat kita gunakan dalam kolaborasi seni itu? Perhatikan gambar berikut:

Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Keempat gambar itu dapat saja digunakan dalam permainan musik. Namun, kegunaannya tentu saja berbeda. Dari beberapa karya seni rupa tersebut ada yang dapat digunakan untuk memainkan musik, tetapi beberapa karya lainnya hanya dapat digunakan sebagai hiasan atau properti. Properti yang digunakan dalam permainan musik itu tentu saja harus disesuaikan dengan tema yang ada. Carilah gambar beberapa peserta yang menggunakan properti berupa topeng wajah manusia atau hewan dalam permainan musik secara teatrikal itu. Berdasarkan bentuk topeng yang digunakan oleh dua kelompok peserta dalam kedua gambar itu, kita dapat melihat upaya para peserta untuk menggunakan gerakan dan properti secara teatrikal. Untuk mencoba memahami kolaborasi gerakan dan properti dalam permainan musik yang lakukan secara teatrikal, coba kalian jawab beberapa pertanyaan berikut:

1.Bagaimana pola ragam gerak yang dilakukan peserta?
2.Bagaimana kesan topeng yang digunakan?
3.Bagaimana hubungan gerakan dan properti dengan tema acara?

Diskusikan beberapa pertanyaan itu dengan beberapa teman.

Sebagai hasil karya seni rupa, properti atau hiasan yang digunakan dalam permainan musik atau pertunjukan seni tidak hanya terdiri dari instrumen perkusif yang dihias atau topeng, tetapi juga properti lainnya, seperti kerajinan tangan, asesoris, dan kostum.

Seperti halnya gerakan tubuh, properti yang digunakan para pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan atau permainan musik dapat dipandang sebagai simbol yang memperlihatkan nilai-nilai estetik dalam suatu masyarakat. Perhatikan properti-properti yang digunakan pemain yang terlibat dalam suatu pertunjukan. Properti tersebut kadangkala mempunyai nilai-nilai estetik di kalangan masyarakat dari mana peserta itu berasal.

Sekarang, rancanglah sebuah kolaborasi seni dalam permainan musik yang kalian mainkan secara teatrikal. Tentukan tema, gerakan, properti, dan ekspresi yang cocok dengan permainan musik yang kalian mainkan.

Setelah kalian memahami kolaborasi seni dalam pertunjukan musik, jawablah apa yang dinyatakan berikut dengan Ya atau Tidak :

  1. Saya mengamati contoh yang diberikan oleh guru dengan cermat
  2. Saya mencoba meniru contoh yang diberikan oleh guru
  3. Saya berusaha menguasai seluruh materi pelajaran
  4. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak saya pahami
  5. Saya berperan aktif dalam kelompok
  6. Saya berusaha untuk berani mengemukakan pendapat
  7. Saya berusaha bekerjasama dengan baik dalam kelompok
  8. Saya menghargai permainan musik yang dilakukan kelompok lain
  9. Saya menghormati dan menghargai guru
  10. Saya menghormati dan menghargai pendapat teman atas permainan saya, baik secara perorangan atau dalam kelompok

E.Rangkuman Kolaborasi Seni Dalam Permainan Musik

Kolaborasi seni diharapkan dapat digunakan untuk menghadirkan gagasan dan ide para murid dalam berkesenian, sebagai media hiburan, memperindah, merencanakan, dan menata karya-karya seni yang fungsional dan ekspresif. Kegiatan bereksperimen dan menciptakan seni berakibat pada kebahagiaan seumur hidup pada murid dan dapat digunakan sebagai perangkat untuk berekspresi dan menganalisis karya-karya seni. Salah satu bentuk eksperimen adalah melakukan eksplorasi bunyi.

Eksplorasi sumber bunyi dilihat penting sebab dengan tersedianya beragam bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi yang beragam, siswa dapat lebih termotivasi untuk melaksanakan kolaborasi seni sesuai dengan pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki. Eksplorasi sumber bunyi dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar dan memodifikasi alat-alat perkusif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mengekspresikan gagasan atau ide para siswa di sekolah dalam bidang musik.

Kolaborasi seni dalam permainan musik memperlihatkan bahwa dalam prosesnya, musik tidak dapat dilepaskan dari cabang seni lainnya, seperti seni tari dan seni rupa. Kolaborasi musik dan gerak tubuh memperlihatkan keterkaitan yang erat di antara keduanya. Kenyataan memperlihatkan bahwa di dalam musik terdapat gerak dan di dalam gerak terdapat musik. Hal yang sama terjadi pula pada kolaborasi musik dengan seni rupa. Properti sebagai hasil dari seni rupa sangat dibutuhkan dalam permainan musik untuk memperkuat tema yang dipilih oleh murid berdasarkan pengamatan yang ia lakukan dalam lingkungan sosialnya. Properti yang digunakan seseorang juga dilihat penting untuk memperlihatkan nilai-nilai estetik masyarakatnya.

Kolaborasi seni dapat dilihat sebagai suatu aktivitas yang tidak hanya melatih ‘rasa’ (feeling) para siswa, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir secara logis pada siswa. Kolaborasi seni dalam permainan musik juga dilihat dapat meningkatkan apresiasi para murid terhadap nilai-nilai estetik dalam masyarakat lokal, seperti tampak pada pola ragam gerakan tubuh dan properti yang digunakan.

F. Refleksi

Pembelajaran musik melalui aktivitas kolaborasi seni melalui permainan musik mempunyai manfaat yang sangat besar untuk perkembangan wawasan dan kemampuan murid dalam bidang seni, khususnya musik. Kemampuan siswa untuk memahami kolaborasi seni dalam permainan musik tidak hanya meningkatkan sensitivitas murid terhadap lingkungan sosialnya dan meningkatkan apresiasi mereka pada nilai-nilai estetik masyarakat lokal, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir secara sistematis dan logis yang berkaitan dengan ‘rasa’ (feeling).

G. Uji Kompetensi

Praktik kolaborasi seni, baik dalam bentuk kerjasama musik dan gerak tubuh atau kerjasama musik, gerak tubuh, dan properti, mempunyai akibat sangat besar pada peningkatan rasa percaya diri, kemampuan untuk bekerjasama antar-teman, tanggung jawab pribadi atau kelompok dalam melakukan kolaborasi seni, toleransi, dan disiplin para murid di sekolah.

  1. Amati gambar yang memperlihatkan aktivitas beberapa murid di salah satu SMP dalam pelajaran Seni Budaya. Sebutkan instrumen musik apa saja yang mereka gunakan, apa yang sedang mereka lakukan, dan menurut prakiraan kalian, di mana lokasi sekolah para murid tersebut?
  2. Coba kalian gabungkan keempat pola ritmik di bawah ini dalam suatu permainan musik. Masing-masing pola ritmik dimainkan dengan instrumen perkusif yang berbeda.
  3. Kolaborasikan penggabungan keempat pola ritmik itu dengan gerakan dan properti yang cocok. Lakukan kolaborasi seni itu dalam kelompok musik, tari, dan rupa.

Permainan Musik


Permainan musik adalah aktivitas musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan secara perorangan atau tunggal (solo) atau kelompok.

Sekarang, mari kita cobalah melakukan praktik musik secara perorangan. Pilihlah media yang dapat dijadikan sebagai instrumen perkusif sederhana yang ada disekitar kamu, seperti botol dan sendok, bel, tepukan tangan, dan hentakan kaki. Kemudian dengarkan bunyi Pola ritmik 1 yang dimainkan oleh guru. Perhatikan ketukannya.
Permainan Musik
Pola Ritmik 1

Tirulah pola ritmik 1 itu dengan menggunakan media yang kalian pilih. Sesuaikan permainan pola ritmik 1 itu dengan mendengarkan ketukan yang diberikan oleh guru.

Setelah menguasai pola ritmik 1, mari kita lanjutkan dengan pola ritmik 2, 3, dan 4. Dengarkan contoh yang diberikan guru lalu tirukan pola ritmik 2, 3, dan 4 itu dengan menggunakan instrumen perkusif yang menghasilkan bunyi yang berada. Misalnya:

Pola ritmik 2
Permainan Musik

Pola ritmik 3
Permainan Musik

Pola ritmik 4
Permainan Musik

Setelah kalian sudah menguasai keempat pola ritmik itu, mari kita mainkan seluruh pola ritmik itu secara berkelompok. Setelah kalian dapat memainkan keempat pola ritmik itu secara berkelompok, dengan benar, pilihlah beberapa teman untuk menyanyika satu lagu berirama 4 yang kalian dengan baik.

Untuk lebih jelasnya, mari kita nyanyikan sebuah lagu, misalnya Anak Kambing Saya, yang diiringi oleh permainan keempat pola ritmik itu dengan menggunakan instrumen perkusif sederhana.

Estetika dan Fungsi Musik

Estetika Musik

Instrumen yang terbuat dari bambu, misalnya, tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi digunakan pula di banyak negara lain, seperti Filipina (marimba, angklung, tumpong), Thailand (khene), Vietnam (Dan Bau), Arab (nay atau serunai Arab), Jepang (shakuhachi), dan Cina (dizi). Mengapa para pelaku musik di banyak negara menggunakan bambu untuk membuat instrumen musik? Apakah karena bambu dipandang dapat menghasilkan bunyi yang ‘indah’? Mengapa bunyi yang dihasilkan dari instrumen bambu dipandang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya?

Bunyi instrumen yang terbuat dari bambu seringkali dipandang menghasilkan bunyi yang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat Sunda, misalnya. Penilaian ‘indah’ terhadap bunyi yang dihasilkan oleh angklung tersebut tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat yang akrab atau dekat dengan lingkungan alam. Mereka memandang lingkungan hidupnya sebagai sesuatu yang ‘indah’, yang harus dihormati, diakrabi, dipelihara, dan dirawat. Kedekatan masyarakat Sunda dengan lingkungan alam tampak pada tindakan mereka untuk menjadikan bahan-bahan dari lingkungan sekitar, misalnya bambu, sebagai bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan keindahan.

Ditinjau dari aspek musikal, bunyi yang dihasilkan dari instrumen dari bambu dipandang dapat lebih mengekspresikan gagasan mereka untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dengar dan perhatikan potongan lagu Sampurasun yang diaransemen oleh Tedi Nur Rochmat berikut (bar 31 – 42) dengan menggunakan angklung Sunda/Indonesia.

Estetika dan Fungsi Musik

Kesan apa yang kamu peroleh setelah mendengarkan potongan lagu itu? Apabila kesan tersebut memperlihatkan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat Sunda, yang dapat kamu peroleh. Diskusikan hasil temuan kamu dengan beberapa temanmu

Simbol tidak hanya tampak pada instrumen, tetapi juga pada suara manusia. Sekarang, mari kita dengarkan melodi awal dalam lagu Keroncong Kemayoran yang digolongkan ke dalam genre musik keroncong. Secara teoretis, melodi awal lagu Keroncong Kemayoran dapat dituliskan sebagai berikut:

Estetika dan Fungsi Musik
Keroncong Kemayoran

Lagu keroncong itu umumnya akan dinyanyikan secara berbeda oleh penyanyinya. Dengarkan contoh bagaimana potongan lagu itu dinyanyikan oleh umumnya penyanyi keroncong (contoh audio).

Apakah cara penyanyi keroncong menyanyikan lagu itu dan penampilan visualnya mengingatkan kamu pada suatu kelompok masyarakat tertentu? Elemen-elemen musikal apa saja yang dapat dimaknai berhubungan dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat pendukung musik keroncong?

Ditinjau dari aspek nonmusikalnya, penampilan visual para penyanyi, khususnya wanita, dalam pertunjukan musik keroncong pun berbeda dari penyanyi dalam jenis/genre musik lainnya.

Apa yang kamu rasakan ketika mendengarkan lagu Keroncong Kemayoran tersebut? Bagaimana nada dan keteraturan irama/ metrumnya? Bagaimana penampilan visual penyanyinya? Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Sekarang, cari satu contoh musik yang dapat dipandang memiliki simbol musikal dan non-musikal bagi lingkungan masyarakat kamu atau masyarakat lain. Kemudian, hubungkan simbol tersebut dengan nilai-nilai estetik dalam budaya masyarakat tersebut. Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Fungsi Musik


Sebelum membahas tentang fungsi musik secara lebih mendalam, sebelumnya kita harus memahami konsep ‘guna’ dan ‘fungsi’. Menurut kamu, apakah ada perbedaan di antara kedua konsep tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba jawab pertanyaan ini:

  1. Apa tujuan kamu mendengarkan musik?. Kamu mungkin akan menjawab “agar tidak terasa sepi” atau “sebagai hiburan”. Jawaban itu kemudian menimbulkan pertanyaan selanjutnya.
  2. Mengapa kamu memandang musik “sebagai “hiburan” ketika sedang belajar? Jawaban dari pertanyaan pertama bertujuan untuk memahami arti kata ‘guna’, sedangkan jawaban dari pertanyaan kedua bertujuan untuk memahami arti kata ‘fungsi’. 

Konsep ‘fungsi’ mengundang pandangan subjektif seseorang tentang suatu pengalaman yang pernah ia peroleh dalam kehidupannya. Sekarang, mari kita coba terapkan penggunaan dua istilah itu dalam kehidupan kita sehari- hari. Pernahkah kamu mengamati proses upacara yang selalu dilakukan pada setiap Senin di sekolah? Apakah seluruh peserta upacara diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apa gunanya seluruh peserta upacara menyanyikan lagu tersebut? Kamu mungkin akan menjawab bahwa Indonesia Raya dinyanyikan dalam upacara bendera karena lagu itu adalah lagu kebangsaan negara kita. Mengapa dalam upacara itu seluruh siswa harus menyanyikan lagu tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus dapat mengenal dengan baik atau mengidentifikasi peristiwa (konteks) yang terjadi ketika lagu itu dinyanyikan.

Sekarang, pernahkah kamu menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan acara penyerahan piala ketika tim Indonesia memperoleh penghargaan sebagai juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis tingkat Internasional di luar negeri? Kamu pasti akan mendengar lagu Indonesia Raya secara instrumental yang seringkali juga ikut dinyanyikan oleh anggota tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan kejuaraan internasional tersebut secara langsung di sana. Apa fungsi lagu Indonesia Raya dalam peristiwa itu? Diskusikan pendapat kamu dengan teman-temanmu.

Musik Sebagai Simbol

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beragam kelompok masyarakat. Keberagaman kelompok masyarakat di Indonesia itu berakibat pada keberagaman hasil kebudayaan pula. Salah satu hasil kebudayaan dari setiap kelompok masyarakat adalah seni, termasuk musik.

Musik seperti halnya cabang seni lain, sangat sarat denga simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Musik memiliki banyak simbol yang merujuk pada berbagai makna dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Contohnya, dalam banyak budaya, nada-nada yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat melambangkan perbedaan antara suasana hati yang ceria atau sedih. Sementara itu, dalam beberapa budaya, ritme tertentu dapat dianggap sebagai lambang kesuburan atau bahkan sebagai pengusir setan.

Selain itu, dalam banyak tradisi musik, alat musik tertentu juga dapat memiliki makna simbolis yang penting. Misalnya, dalam tradisi musik Jepang, biola dapat melambangkan kesedihan dan kehormatan, sementara koto melambangkan keanggunan dan kerendahan hati. Di Afrika, drum dan gendang dapat melambangkan komunikasi dengan dewa-dewi atau roh nenek moyang, serta kekuatan spiritual yang tinggi.

Ketika dimainkan dalam konteks upacara adat, musik juga dapat memiliki makna religius, sosial, atau politis yang dalam. Oleh karena itu, musik tidak hanya dianggap sebagai seni semata, tetapi juga sebagai media komunikasi yang kuat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting dan merangkul identitas budaya masyarakat.

Simbol-simbol itu tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen itu (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti (1) tinggi-rendahnya nada, (2) ritme, (3) dinamika, atau (4) tempo.

Penjelasan :
  • Nada (pitch) : Tinggi-rendahnya bunyi
  • Ritme : Durasi setiap bunyi
  • Dinamika : Perubahan bunyi yang terdengar keras menjadi semakin lembut atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras
  • Tempo : Kecepatan musik/lagu: sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat
Selain empat elemen tersebut, terdapat juga elemen lain dalam musik yang penting untuk dipahami, yaitu harmoni dan tekstur.

Harmoni mengacu pada hubungan nada-nada yang dimainkan secara bersama-sama untuk menciptakan akord dan keterkaitan harmonis di antara mereka. Harmoni dapat menimbulkan perasaan tertentu pada pendengar, seperti kebahagiaan, kesedihan, atau ketegangan.

Tekstur mengacu pada cara elemen-elemen musik, seperti melodi dan harmoni, disusun bersama-sama untuk menciptakan suara keseluruhan. Tekstur dapat mengubah karakteristik suara dan menghasilkan efek yang berbeda pada pendengar. Ada beberapa jenis tekstur musik, seperti monofonik (hanya satu suara atau melodi), homofonik (melodi utama dengan akompanimen), dan polifonik (banyak suara atau melodi yang berbeda-beda).

Ketika elemen-elemen ini digabungkan bersama-sama, maka dapat menghasilkan musik yang indah dan mempesona, dengan berbagai nuansa dan emosi yang berbeda. Oleh karena itu, memahami dan mengembangkan kemampuan dalam memainkan dan mengapresiasi berbagai elemen musik dapat membantu dalam menciptakan dan menikmati musik dengan lebih baik.

Mari kita bahas masing-masing elemen musik sebagai simbol musik. Pertama nada atau melodi yang di perduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kalian memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seoerti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (sperti suara instrumen bas).

Simbol musik selanjutnya adalah ritme. Bagaimana kalian memaknai dua pola ritme berikut:
Musik Sebagai Simbol

Simbol musik juga dapat dilihat dari dinamika musik/bunyi. Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar lembut yang semakin lama semakin keras (crescendo)? Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar keras tetapi semakin lama semakin lembut bahkan menghilang (decrescendo)?

Tempo juga dapat dilihat sebagai simbol musik. Bagianmana kesan kalian ketika mendengar lagu Cublak-Cublak Suweng yang dinyanyikan dengan tempo cepat? Bagaimana kesan kalian apabila mendengar lagu itu dinyanyikan dengan tempo lambat.

Musik Sebagai Simbol


Simbol musik juga  dapat dilihat dari aspek non-musikalnya. Salah satu contoh simbol non-musikal adalah instrumen musikm berdasar pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen itu. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan  dasar instrumennnya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda, seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam atau lubang empat.

Selain suling, instrumen tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis.  Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang sering kali kita lihat dalam pertunjukan-pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu bauh angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam permainan di bawah ini:

Musik Sebagai Simbol

Dapat kita katakan bahwa tiga jenis angklung atau tiga jenis instrumen yang berasal dari tiga kelompok masyarakat yang berbeda memiliki karakter musikal dan non-musikal yang berbeda pula. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa musik, sebagai alat untuk mengekspresikan gagasan atau ide pelaku musik, berhubungan erat dengan cara-cara pelaku musik mengekspresikan gagasan-gagasan mereka.

Cara-cara pelaku dalam mengekspresikan gagasan dalam musik tidak dapat terlepas dari beragam pengalaman yang diperoleh dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, karakter musikal maupun non-musikal dari musik yang dihasilkan oleh pelaku musik tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang ia pelajari dalam masyarakatnya. Sebagai anggota masyarakat, seorang pelaku musik memperoleh beragam pengalaman untuk berperilaku sesuai dengan nilai- nilai yang berlaku dalam masyarakat, termasuk perilaku musikalnya.

Thursday, August 6, 2015

Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan


Jika dilihat dari sisi teknis, pengertian lukisan adalah penggunaan pigmen atau warna dengan menggunakan bahan pelarut yang dibubuhkan di atas permukaan bidang dasar sebagai media untuk menghasilkan sensasi atau ilusi ruang, tekstur, gerakan, untuk mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif, baik yang bersifat emosional, intelektual, simbolik, relegius, dan lain sebagainya.

Secara lebih terperinci dan cermat Herbert Read dalam bukunya Education Trhough Art, mendasarkan klasifikasi empirisnya untuk membedakan gaya lukisan para peserta didik. Setelah meneliti ribuan gambar dari berbagai tipe sekolah dia mengklasifikasikan adanya 12 kategori lukisan, yang secara singkat akan dijelaskan di bawah ini.

1. Organik
Pelukisannya sangat visual dan menunjukkan hubungan dengan objek-objek eksternal, sebagai hasil pengamatan yang intensif pada proporsi alam dalam kesatuannya yang organis. Sehingga lukisannya tampak realistis.
Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan

2. Liris
Wujud lukisannya sama realistisnya dengan organik, tetapi lebih menyukai objek-objek lukisan yang statis, diam, seperti halnya objek alam benda, still life, adalah karakteristik lukisan peserta didik perempuan.

3. Impresionis
Wujud lukisan lebih banyak sekedar melukiskan hasil penangkapan kesan sesaat pada situasi objek secara cepat, kurang menunjukkan perhatian pada penyelesaian bagian-bagian rinci, detail, dan objek.

4. Ritmis
Wujud lukisannya tidak menampilkan motif-motif bentuk visual. Bentuk-bentuk alam tidak digambarkan secara imitatif, tidak ditiru dengan persis, tetapi dengan distorsi menjadi motif-motif yang diulang-ulangi secara ritmis dengan berbagai variasi, sehingga memenuhi bidang lukisan.

5. Strukturalis
Di sini nampak kecenderungan peserta didik untuk mendeformasi objek menjadi bentuk-bentuk geometrik, walaupun tema-temanya masih berorientasi kepada gejala objektif. Stilisasi sebuah tema adalah hasil pengamatan pada pola-pola bentuk sebagai struktur objek visual. Pada biasanya peserta didik tidak memanfaatkan bentuk-bentuk alami untuk menciptakan pola atau motif lukisannya.

6. Skematik
Menggunakan bentuk-bentuk
geometrik, tetapi lepas sama sekali dengan struktur organis objek alam. Bentuk-bentuk bagan seperti periode awal anak melukis secara konsisten dipergunakan, lebih sebagai desain simbolik dari pada penggambaran bagan secara realistik.

7. Haptic (ekspresi aspek internal subyektif).
Menunjukkan sikap pelukisan yang tidak mendasarkan pengamatan visual pada objek eksternal, melainkan representasi citra non visual dari dunia internal seorang peserta didik.

8. Ekspresionis
Di sini terdapat kecenderungan untuk mendistorsi bentuk dan warna objek untuk mengungkapkan sensasi internal-subjektif peserta didik secara spontan.Ekspresionisme, faktor ekspresi lebih menonjol dari pada faktor peniruan rupa manusia.

9. Enumeratif
Menunjukkan pelukisan objek dengan merekam tiap bagian objek serinci mungkin yang dapat dilihat dan diingat, lalu menempatkannya dalam satu struktur yang kurang organis. Efek lukisannya kurang menunjukkan ciri realisme sesuai dengan pengamatan visual, bersifat linier dan tidak mengesankan plasitisitas bentuk, dapat dikatakan sejenis realismenya gambar arsitektur.

10. Dekoratif
Di sini peserta didik memanfaatkan sifat-sifat dua dimensional, baik dalam penampilan tema, bentuk, dan pewarnaan yang bersifat datar, tidak menampilkan ilusi ruang.

11. Romantik
Di sini peserta didik mengambil tema-tema kehidupan, tetapi diintensifkan dengan fantasinya sendiri, lalu dipadukan dengan rekonstruksi ingatan dan kenangannya pada sesuatu yang berhubungan dengan tema itu.

12. Naratif
Di sini peserta didik menggunakan tema-tema ceritera atau dongeng, mungkin yang diperoleh dari guru atau yang didapat sendiri dari bacaan-bacaan dan diungkapkan kembali lewat bentuk dan warna.

Tuesday, August 4, 2015

Mereview Pengertian Musik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah, sekolah, kendaraan umum, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita mendefinisikan istilah ‘musik’ itu dengan tepat? Apa saja definisi musik yang pernah kalian ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
  1. Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia
  2. Musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur
  3. Musik adalah bunyi yang enak untuk didengar (Schafer, 1995).
  4. Musik adalah bunyi yang disukai manusia.
Benarkah demikian ?

Mari kita mereview ketiga definisi di atas. Jenis atau genre musik apa yang kalian sukai? Sekarang, cobalah kamu dengarkan beberapa genre musik, seperti dangdut, tradisional, pop (Indonesia atau Barat), jazz, keroncong, atau musik campur sari. Genre musik apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai? Misalnya, salah satu di antara kalian ada yang menyukai genre musik pop (Indonesia atau Barat), tetapi tidak menyukai dangdut. Berdasarkan definisi “musik adalah bunyi yang disukai manusia” maka kalian memandang bahwa jazz adalah musik, sedangkan dangdut mungkin tidak disukai akan kalian anggap sebagai ‘bukan musik’.

Bagaimana dengan definisi kedua, “musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi”? Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi ini? Coba kalian cari dokumentasi audio dari internet atau sumber lain mengenai musik yang banyak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Afrika atau Irian, misalnya. Mereka seringkali memainkan instrumen-instrumen perkusif atau instrumen tidak bernada, seperti gendang atau drum, tepukan tangan, atau hentakan kaki, yang menghasilkan bunyi ritmis tanpa melodi. Dengarkan contoh berikut:


Keterangan:
CL = tepukan tangan
ST = hentakan kaki

Apakah kalian setuju dengan definisi yang menyatakan bahwa, “musik adalah bunyi yang enak untuk didengar”? “Enak” adalah suatu konsep yang mempunyai makna yang berbeda pada masing-masing orang. Coba kalian bandingkan musik yang terdengar di telinga dengan rasa pedas pada suatu jenis makanan yang dirasakan oleh lidah kita, misalnya. Bagi sekelompok orang yang terbiasa dengan rasa pedas, makanan itu dikatakan ‘enak’ sebab mereka terbiasa dengan rasa pedas itu. Namun, rasa pedas dapat dirasakan ‘tidak enak’ oleh kelompok orang lain sebab mereka tidak biasa dengan rasa pedas itu.

Musik adalah bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga. Benarkah?

Kondisi ini dapat digunakan untuk mendefinisikan musik. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi musik sebagai bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga? Misalnya, apabila kalian memandang musik pop sebagai musik yang ‘enak’ dan keroncong dilihat sebagai musik yang ‘tidak enak’, apakah kalian akan menganggap keroncong bukan musik? Jelaskan pendapat kamu!

Musik merupakan bahasa yang universal. Benarkah?

Ada pula sekelompok orang yang memandang musik sebagai bahasa yang universal. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi itu? Sekarang cobalah bayangkan. Misalkan kalian berkunjung ke salah satu kelompok masyarakat di daerah yang berbeda dari daerah asal kamu. Apakah kelompok masyarakat itu menggunakan bahasa sebagai perangkat untuk berkomunikasi antar-anggota masyarakat? Apakah komunikasi antar-anggota masyarakat itu dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami apa yang sedang mereka komunikasikan, apakah bahasa dapat dikatakan bersifat universal?

Sekarang, kita ganti kata ‘bahasa’ menjadi ‘musik’. Apakah musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat? Apakah musik yang mereka mainkan dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami musik yang dimainkan oleh sekelompok musisi dari budaya yang berbeda, apakah musik adalah bahasa yang universal? Jelaskan pendapat kamu! Setelah kita mereview beberapa definisi musik yang biasanya diketahui masyarakat umum, cobalah diskusikan definisi musik menurut pendapat kalian sendiri dan jelaskan alasan dari definisi itu.

Pengertian musik yang telah kalian diskusikan itu diharapkan dapat digunakan untuk memahami seluruh jenis/genre musik dalam seluruh kelompok masyarakat di dunia.

Apakah definisi itu dapat menjelaskan bermacam-macam jenis/genre musik yang ada dalam masyarakat? Diskusikan pendapat kalian dalam kelompok, Genre-genre musik : Musik Klasik (Barat), Musik Pop, Musik Jazz, Musik Keroncong, Musik Tradisional, Musik Perkusif, Musik Kreatif (Kontemporer), Musik Dangdut, Musik Tanjidor, Musik Gamelan Musik Melayu