Friday, August 7, 2015

Permainan Musik


Permainan musik adalah aktivitas musik yang dilakukan manusia. Dalam prosesnya, permainan musik dapat dilakukan secara perorangan atau tunggal (solo) atau kelompok.

Sekarang, mari kita cobalah melakukan praktik musik secara perorangan. Pilihlah media yang dapat dijadikan sebagai instrumen perkusif sederhana yang ada disekitar kamu, seperti botol dan sendok, bel, tepukan tangan, dan hentakan kaki. Kemudian dengarkan bunyi Pola ritmik 1 yang dimainkan oleh guru. Perhatikan ketukannya.
Permainan Musik
Pola Ritmik 1

Tirulah pola ritmik 1 itu dengan menggunakan media yang kalian pilih. Sesuaikan permainan pola ritmik 1 itu dengan mendengarkan ketukan yang diberikan oleh guru.

Setelah menguasai pola ritmik 1, mari kita lanjutkan dengan pola ritmik 2, 3, dan 4. Dengarkan contoh yang diberikan guru lalu tirukan pola ritmik 2, 3, dan 4 itu dengan menggunakan instrumen perkusif yang menghasilkan bunyi yang berada. Misalnya:

Pola ritmik 2
Permainan Musik

Pola ritmik 3
Permainan Musik

Pola ritmik 4
Permainan Musik

Setelah kalian sudah menguasai keempat pola ritmik itu, mari kita mainkan seluruh pola ritmik itu secara berkelompok. Setelah kalian dapat memainkan keempat pola ritmik itu secara berkelompok, dengan benar, pilihlah beberapa teman untuk menyanyika satu lagu berirama 4 yang kalian dengan baik.

Untuk lebih jelasnya, mari kita nyanyikan sebuah lagu, misalnya Anak Kambing Saya, yang diiringi oleh permainan keempat pola ritmik itu dengan menggunakan instrumen perkusif sederhana.

Estetika dan Fungsi Musik

Estetika Musik

Instrumen yang terbuat dari bambu, misalnya, tidak hanya ditemukan di Indonesia, tetapi digunakan pula di banyak negara lain, seperti Filipina (marimba, angklung, tumpong), Thailand (khene), Vietnam (Dan Bau), Arab (nay atau serunai Arab), Jepang (shakuhachi), dan Cina (dizi). Mengapa para pelaku musik di banyak negara menggunakan bambu untuk membuat instrumen musik? Apakah karena bambu dipandang dapat menghasilkan bunyi yang ‘indah’? Mengapa bunyi yang dihasilkan dari instrumen bambu dipandang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya?

Bunyi instrumen yang terbuat dari bambu seringkali dipandang menghasilkan bunyi yang ‘indah’ oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat Sunda, misalnya. Penilaian ‘indah’ terhadap bunyi yang dihasilkan oleh angklung tersebut tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat Sunda. Masyarakat Sunda dikenal sebagai masyarakat yang akrab atau dekat dengan lingkungan alam. Mereka memandang lingkungan hidupnya sebagai sesuatu yang ‘indah’, yang harus dihormati, diakrabi, dipelihara, dan dirawat. Kedekatan masyarakat Sunda dengan lingkungan alam tampak pada tindakan mereka untuk menjadikan bahan-bahan dari lingkungan sekitar, misalnya bambu, sebagai bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan keindahan.

Ditinjau dari aspek musikal, bunyi yang dihasilkan dari instrumen dari bambu dipandang dapat lebih mengekspresikan gagasan mereka untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dengar dan perhatikan potongan lagu Sampurasun yang diaransemen oleh Tedi Nur Rochmat berikut (bar 31 – 42) dengan menggunakan angklung Sunda/Indonesia.

Estetika dan Fungsi Musik

Kesan apa yang kamu peroleh setelah mendengarkan potongan lagu itu? Apabila kesan tersebut memperlihatkan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat Sunda, yang dapat kamu peroleh. Diskusikan hasil temuan kamu dengan beberapa temanmu

Simbol tidak hanya tampak pada instrumen, tetapi juga pada suara manusia. Sekarang, mari kita dengarkan melodi awal dalam lagu Keroncong Kemayoran yang digolongkan ke dalam genre musik keroncong. Secara teoretis, melodi awal lagu Keroncong Kemayoran dapat dituliskan sebagai berikut:

Estetika dan Fungsi Musik
Keroncong Kemayoran

Lagu keroncong itu umumnya akan dinyanyikan secara berbeda oleh penyanyinya. Dengarkan contoh bagaimana potongan lagu itu dinyanyikan oleh umumnya penyanyi keroncong (contoh audio).

Apakah cara penyanyi keroncong menyanyikan lagu itu dan penampilan visualnya mengingatkan kamu pada suatu kelompok masyarakat tertentu? Elemen-elemen musikal apa saja yang dapat dimaknai berhubungan dengan nilai-nilai keindahan dalam masyarakat pendukung musik keroncong?

Ditinjau dari aspek nonmusikalnya, penampilan visual para penyanyi, khususnya wanita, dalam pertunjukan musik keroncong pun berbeda dari penyanyi dalam jenis/genre musik lainnya.

Apa yang kamu rasakan ketika mendengarkan lagu Keroncong Kemayoran tersebut? Bagaimana nada dan keteraturan irama/ metrumnya? Bagaimana penampilan visual penyanyinya? Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Sekarang, cari satu contoh musik yang dapat dipandang memiliki simbol musikal dan non-musikal bagi lingkungan masyarakat kamu atau masyarakat lain. Kemudian, hubungkan simbol tersebut dengan nilai-nilai estetik dalam budaya masyarakat tersebut. Diskusikan temuan-temuan kamu dengan beberapa temanmu.

Fungsi Musik


Sebelum membahas tentang fungsi musik secara lebih mendalam, sebelumnya kita harus memahami konsep ‘guna’ dan ‘fungsi’. Menurut kamu, apakah ada perbedaan di antara kedua konsep tersebut? Untuk menjawab pertanyaan itu, coba jawab pertanyaan ini:

  1. Apa tujuan kamu mendengarkan musik?. Kamu mungkin akan menjawab “agar tidak terasa sepi” atau “sebagai hiburan”. Jawaban itu kemudian menimbulkan pertanyaan selanjutnya.
  2. Mengapa kamu memandang musik “sebagai “hiburan” ketika sedang belajar? Jawaban dari pertanyaan pertama bertujuan untuk memahami arti kata ‘guna’, sedangkan jawaban dari pertanyaan kedua bertujuan untuk memahami arti kata ‘fungsi’. 

Konsep ‘fungsi’ mengundang pandangan subjektif seseorang tentang suatu pengalaman yang pernah ia peroleh dalam kehidupannya. Sekarang, mari kita coba terapkan penggunaan dua istilah itu dalam kehidupan kita sehari- hari. Pernahkah kamu mengamati proses upacara yang selalu dilakukan pada setiap Senin di sekolah? Apakah seluruh peserta upacara diminta untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya? Apa gunanya seluruh peserta upacara menyanyikan lagu tersebut? Kamu mungkin akan menjawab bahwa Indonesia Raya dinyanyikan dalam upacara bendera karena lagu itu adalah lagu kebangsaan negara kita. Mengapa dalam upacara itu seluruh siswa harus menyanyikan lagu tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kamu harus dapat mengenal dengan baik atau mengidentifikasi peristiwa (konteks) yang terjadi ketika lagu itu dinyanyikan.

Sekarang, pernahkah kamu menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan acara penyerahan piala ketika tim Indonesia memperoleh penghargaan sebagai juara umum dalam kejuaraan bulu tangkis tingkat Internasional di luar negeri? Kamu pasti akan mendengar lagu Indonesia Raya secara instrumental yang seringkali juga ikut dinyanyikan oleh anggota tim Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan kejuaraan internasional tersebut secara langsung di sana. Apa fungsi lagu Indonesia Raya dalam peristiwa itu? Diskusikan pendapat kamu dengan teman-temanmu.

Musik Sebagai Simbol

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beragam kelompok masyarakat. Keberagaman kelompok masyarakat di Indonesia itu berakibat pada keberagaman hasil kebudayaan pula. Salah satu hasil kebudayaan dari setiap kelompok masyarakat adalah seni, termasuk musik.

Musik seperti halnya cabang seni lain, sangat sarat denga simbol-simbol tertentu yang berhubungan erat dengan makna tertentu dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Musik memiliki banyak simbol yang merujuk pada berbagai makna dalam kehidupan masyarakat penduduknya. Contohnya, dalam banyak budaya, nada-nada yang lebih tinggi atau lebih rendah dapat melambangkan perbedaan antara suasana hati yang ceria atau sedih. Sementara itu, dalam beberapa budaya, ritme tertentu dapat dianggap sebagai lambang kesuburan atau bahkan sebagai pengusir setan.

Selain itu, dalam banyak tradisi musik, alat musik tertentu juga dapat memiliki makna simbolis yang penting. Misalnya, dalam tradisi musik Jepang, biola dapat melambangkan kesedihan dan kehormatan, sementara koto melambangkan keanggunan dan kerendahan hati. Di Afrika, drum dan gendang dapat melambangkan komunikasi dengan dewa-dewi atau roh nenek moyang, serta kekuatan spiritual yang tinggi.

Ketika dimainkan dalam konteks upacara adat, musik juga dapat memiliki makna religius, sosial, atau politis yang dalam. Oleh karena itu, musik tidak hanya dianggap sebagai seni semata, tetapi juga sebagai media komunikasi yang kuat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan penting dan merangkul identitas budaya masyarakat.

Simbol-simbol itu tampak pada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen itu (musikal), termasuk vokal/suara manusia. Secara musikal, simbol-simbol musik dapat tampak pada elemen-elemen di dalamnya, seperti (1) tinggi-rendahnya nada, (2) ritme, (3) dinamika, atau (4) tempo.

Penjelasan :
  • Nada (pitch) : Tinggi-rendahnya bunyi
  • Ritme : Durasi setiap bunyi
  • Dinamika : Perubahan bunyi yang terdengar keras menjadi semakin lembut atau bunyi yang terdengar lembut menjadi semakin keras
  • Tempo : Kecepatan musik/lagu: sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat
Selain empat elemen tersebut, terdapat juga elemen lain dalam musik yang penting untuk dipahami, yaitu harmoni dan tekstur.

Harmoni mengacu pada hubungan nada-nada yang dimainkan secara bersama-sama untuk menciptakan akord dan keterkaitan harmonis di antara mereka. Harmoni dapat menimbulkan perasaan tertentu pada pendengar, seperti kebahagiaan, kesedihan, atau ketegangan.

Tekstur mengacu pada cara elemen-elemen musik, seperti melodi dan harmoni, disusun bersama-sama untuk menciptakan suara keseluruhan. Tekstur dapat mengubah karakteristik suara dan menghasilkan efek yang berbeda pada pendengar. Ada beberapa jenis tekstur musik, seperti monofonik (hanya satu suara atau melodi), homofonik (melodi utama dengan akompanimen), dan polifonik (banyak suara atau melodi yang berbeda-beda).

Ketika elemen-elemen ini digabungkan bersama-sama, maka dapat menghasilkan musik yang indah dan mempesona, dengan berbagai nuansa dan emosi yang berbeda. Oleh karena itu, memahami dan mengembangkan kemampuan dalam memainkan dan mengapresiasi berbagai elemen musik dapat membantu dalam menciptakan dan menikmati musik dengan lebih baik.

Mari kita bahas masing-masing elemen musik sebagai simbol musik. Pertama nada atau melodi yang di perduksi oleh instrumen, termasuk suara manusia atau vokal. Misalnya, bagaimana kalian memaknai suara tinggi, nyaring, atau melengking (seoerti kicauan burung, sirene ambulan, suara bel sepeda) dan suara rendah (sperti suara instrumen bas).

Simbol musik selanjutnya adalah ritme. Bagaimana kalian memaknai dua pola ritme berikut:
Musik Sebagai Simbol

Simbol musik juga dapat dilihat dari dinamika musik/bunyi. Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar lembut yang semakin lama semakin keras (crescendo)? Bagaimana kalian memaknai rangkaian bunyi yang awalnya terdengar keras tetapi semakin lama semakin lembut bahkan menghilang (decrescendo)?

Tempo juga dapat dilihat sebagai simbol musik. Bagianmana kesan kalian ketika mendengar lagu Cublak-Cublak Suweng yang dinyanyikan dengan tempo cepat? Bagaimana kesan kalian apabila mendengar lagu itu dinyanyikan dengan tempo lambat.

Musik Sebagai Simbol


Simbol musik juga  dapat dilihat dari aspek non-musikalnya. Salah satu contoh simbol non-musikal adalah instrumen musikm berdasar pada bentuk, bahan pembuat instrumen, warna, atau ornamen-ornamen yang tampak pada instrumen itu. Salah satu contoh bentuk simbol ditinjau dari bahan  dasar instrumennnya adalah instrumen tradisional masyarakat Sunda, seperti suling Sunda, baik suling Sunda lubang enam atau lubang empat.

Selain suling, instrumen tradisional Sunda yang terbuat dari bambu adalah angklung. Dalam masyarakat Sunda, angklung terdiri dari beberapa jenis.  Salah satunya adalah jenis Angklung Sunda/Indonesia, yaitu jenis angklung yang sering kali kita lihat dalam pertunjukan-pertunjukan musik. Dalam proses permainan musik angklung, pemain ada yang memegang satu bauh angklung, tetapi dapat pula satu orang pemain dapat memegang banyak nada dalam permainan di bawah ini:

Musik Sebagai Simbol

Dapat kita katakan bahwa tiga jenis angklung atau tiga jenis instrumen yang berasal dari tiga kelompok masyarakat yang berbeda memiliki karakter musikal dan non-musikal yang berbeda pula. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa musik, sebagai alat untuk mengekspresikan gagasan atau ide pelaku musik, berhubungan erat dengan cara-cara pelaku musik mengekspresikan gagasan-gagasan mereka.

Cara-cara pelaku dalam mengekspresikan gagasan dalam musik tidak dapat terlepas dari beragam pengalaman yang diperoleh dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, karakter musikal maupun non-musikal dari musik yang dihasilkan oleh pelaku musik tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang ia pelajari dalam masyarakatnya. Sebagai anggota masyarakat, seorang pelaku musik memperoleh beragam pengalaman untuk berperilaku sesuai dengan nilai- nilai yang berlaku dalam masyarakat, termasuk perilaku musikalnya.

Thursday, August 6, 2015

Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan


Jika dilihat dari sisi teknis, pengertian lukisan adalah penggunaan pigmen atau warna dengan menggunakan bahan pelarut yang dibubuhkan di atas permukaan bidang dasar sebagai media untuk menghasilkan sensasi atau ilusi ruang, tekstur, gerakan, untuk mengekspresikan berbagai makna atau nilai subjektif, baik yang bersifat emosional, intelektual, simbolik, relegius, dan lain sebagainya.

Secara lebih terperinci dan cermat Herbert Read dalam bukunya Education Trhough Art, mendasarkan klasifikasi empirisnya untuk membedakan gaya lukisan para peserta didik. Setelah meneliti ribuan gambar dari berbagai tipe sekolah dia mengklasifikasikan adanya 12 kategori lukisan, yang secara singkat akan dijelaskan di bawah ini.

1. Organik
Pelukisannya sangat visual dan menunjukkan hubungan dengan objek-objek eksternal, sebagai hasil pengamatan yang intensif pada proporsi alam dalam kesatuannya yang organis. Sehingga lukisannya tampak realistis.
Klasifikasi Jenis-jenis Gaya Lukisan

2. Liris
Wujud lukisannya sama realistisnya dengan organik, tetapi lebih menyukai objek-objek lukisan yang statis, diam, seperti halnya objek alam benda, still life, adalah karakteristik lukisan peserta didik perempuan.

3. Impresionis
Wujud lukisan lebih banyak sekedar melukiskan hasil penangkapan kesan sesaat pada situasi objek secara cepat, kurang menunjukkan perhatian pada penyelesaian bagian-bagian rinci, detail, dan objek.

4. Ritmis
Wujud lukisannya tidak menampilkan motif-motif bentuk visual. Bentuk-bentuk alam tidak digambarkan secara imitatif, tidak ditiru dengan persis, tetapi dengan distorsi menjadi motif-motif yang diulang-ulangi secara ritmis dengan berbagai variasi, sehingga memenuhi bidang lukisan.

5. Strukturalis
Di sini nampak kecenderungan peserta didik untuk mendeformasi objek menjadi bentuk-bentuk geometrik, walaupun tema-temanya masih berorientasi kepada gejala objektif. Stilisasi sebuah tema adalah hasil pengamatan pada pola-pola bentuk sebagai struktur objek visual. Pada biasanya peserta didik tidak memanfaatkan bentuk-bentuk alami untuk menciptakan pola atau motif lukisannya.

6. Skematik
Menggunakan bentuk-bentuk
geometrik, tetapi lepas sama sekali dengan struktur organis objek alam. Bentuk-bentuk bagan seperti periode awal anak melukis secara konsisten dipergunakan, lebih sebagai desain simbolik dari pada penggambaran bagan secara realistik.

7. Haptic (ekspresi aspek internal subyektif).
Menunjukkan sikap pelukisan yang tidak mendasarkan pengamatan visual pada objek eksternal, melainkan representasi citra non visual dari dunia internal seorang peserta didik.

8. Ekspresionis
Di sini terdapat kecenderungan untuk mendistorsi bentuk dan warna objek untuk mengungkapkan sensasi internal-subjektif peserta didik secara spontan.Ekspresionisme, faktor ekspresi lebih menonjol dari pada faktor peniruan rupa manusia.

9. Enumeratif
Menunjukkan pelukisan objek dengan merekam tiap bagian objek serinci mungkin yang dapat dilihat dan diingat, lalu menempatkannya dalam satu struktur yang kurang organis. Efek lukisannya kurang menunjukkan ciri realisme sesuai dengan pengamatan visual, bersifat linier dan tidak mengesankan plasitisitas bentuk, dapat dikatakan sejenis realismenya gambar arsitektur.

10. Dekoratif
Di sini peserta didik memanfaatkan sifat-sifat dua dimensional, baik dalam penampilan tema, bentuk, dan pewarnaan yang bersifat datar, tidak menampilkan ilusi ruang.

11. Romantik
Di sini peserta didik mengambil tema-tema kehidupan, tetapi diintensifkan dengan fantasinya sendiri, lalu dipadukan dengan rekonstruksi ingatan dan kenangannya pada sesuatu yang berhubungan dengan tema itu.

12. Naratif
Di sini peserta didik menggunakan tema-tema ceritera atau dongeng, mungkin yang diperoleh dari guru atau yang didapat sendiri dari bacaan-bacaan dan diungkapkan kembali lewat bentuk dan warna.

Tuesday, August 4, 2015

Mereview Pengertian Musik

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar musik, seperti di rumah, sekolah, kendaraan umum, mall, tempat-tempat rekreasi, dan lain-lain. Dapatkah kita mendefinisikan istilah ‘musik’ itu dengan tepat? Apa saja definisi musik yang pernah kalian ketahui? Sampai saat ini terdapat beberapa definisi yang diketahui masyarakat umum, di antaranya adalah:
  1. Musik adalah bunyi yang disukai oleh manusia
  2. Musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi yang teratur
  3. Musik adalah bunyi yang enak untuk didengar (Schafer, 1995).
  4. Musik adalah bunyi yang disukai manusia.
Benarkah demikian ?

Mari kita mereview ketiga definisi di atas. Jenis atau genre musik apa yang kalian sukai? Sekarang, cobalah kamu dengarkan beberapa genre musik, seperti dangdut, tradisional, pop (Indonesia atau Barat), jazz, keroncong, atau musik campur sari. Genre musik apa yang kalian sukai dan tidak kalian sukai? Misalnya, salah satu di antara kalian ada yang menyukai genre musik pop (Indonesia atau Barat), tetapi tidak menyukai dangdut. Berdasarkan definisi “musik adalah bunyi yang disukai manusia” maka kalian memandang bahwa jazz adalah musik, sedangkan dangdut mungkin tidak disukai akan kalian anggap sebagai ‘bukan musik’.

Bagaimana dengan definisi kedua, “musik adalah bunyi yang terdiri dari ritmik dan melodi”? Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi ini? Coba kalian cari dokumentasi audio dari internet atau sumber lain mengenai musik yang banyak dimainkan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Afrika atau Irian, misalnya. Mereka seringkali memainkan instrumen-instrumen perkusif atau instrumen tidak bernada, seperti gendang atau drum, tepukan tangan, atau hentakan kaki, yang menghasilkan bunyi ritmis tanpa melodi. Dengarkan contoh berikut:


Keterangan:
CL = tepukan tangan
ST = hentakan kaki

Apakah kalian setuju dengan definisi yang menyatakan bahwa, “musik adalah bunyi yang enak untuk didengar”? “Enak” adalah suatu konsep yang mempunyai makna yang berbeda pada masing-masing orang. Coba kalian bandingkan musik yang terdengar di telinga dengan rasa pedas pada suatu jenis makanan yang dirasakan oleh lidah kita, misalnya. Bagi sekelompok orang yang terbiasa dengan rasa pedas, makanan itu dikatakan ‘enak’ sebab mereka terbiasa dengan rasa pedas itu. Namun, rasa pedas dapat dirasakan ‘tidak enak’ oleh kelompok orang lain sebab mereka tidak biasa dengan rasa pedas itu.

Musik adalah bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga. Benarkah?

Kondisi ini dapat digunakan untuk mendefinisikan musik. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi musik sebagai bunyi yang terdengar ‘enak’ di telinga? Misalnya, apabila kalian memandang musik pop sebagai musik yang ‘enak’ dan keroncong dilihat sebagai musik yang ‘tidak enak’, apakah kalian akan menganggap keroncong bukan musik? Jelaskan pendapat kamu!

Musik merupakan bahasa yang universal. Benarkah?

Ada pula sekelompok orang yang memandang musik sebagai bahasa yang universal. Bagaimana pendapat kalian mengenai definisi itu? Sekarang cobalah bayangkan. Misalkan kalian berkunjung ke salah satu kelompok masyarakat di daerah yang berbeda dari daerah asal kamu. Apakah kelompok masyarakat itu menggunakan bahasa sebagai perangkat untuk berkomunikasi antar-anggota masyarakat? Apakah komunikasi antar-anggota masyarakat itu dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami apa yang sedang mereka komunikasikan, apakah bahasa dapat dikatakan bersifat universal?

Sekarang, kita ganti kata ‘bahasa’ menjadi ‘musik’. Apakah musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat? Apakah musik yang mereka mainkan dapat kalian pahami dengan baik? Apabila kalian tidak memahami musik yang dimainkan oleh sekelompok musisi dari budaya yang berbeda, apakah musik adalah bahasa yang universal? Jelaskan pendapat kamu! Setelah kita mereview beberapa definisi musik yang biasanya diketahui masyarakat umum, cobalah diskusikan definisi musik menurut pendapat kalian sendiri dan jelaskan alasan dari definisi itu.

Pengertian musik yang telah kalian diskusikan itu diharapkan dapat digunakan untuk memahami seluruh jenis/genre musik dalam seluruh kelompok masyarakat di dunia.

Apakah definisi itu dapat menjelaskan bermacam-macam jenis/genre musik yang ada dalam masyarakat? Diskusikan pendapat kalian dalam kelompok, Genre-genre musik : Musik Klasik (Barat), Musik Pop, Musik Jazz, Musik Keroncong, Musik Tradisional, Musik Perkusif, Musik Kreatif (Kontemporer), Musik Dangdut, Musik Tanjidor, Musik Gamelan Musik Melayu

Jenis-jenis (Genre) Musik


Setelah mempelajari materi Jenis/Genre Musik ini, kalian diharapkan dapat:

  1. Mengidentifikasi beberapa definisi musik dalam masyarakat.
  2. Mendiskusikan beberapa definisi musik yang berkembang dalam masyarakat.
  3. Menemukan suatu definisi musik yang dapat digunakan untuk memahami keragaman jenis atau genre musik dalam masyarakat.
  4. Mengidentifikasi simbol-simbol yang tampak dalam suatu jenis/genre musik.
  5. Mengidentifikasi simbol musikal dalam suatu jenis/genre musik.
  6. Mengidentifikasi simbol non-musikal dalam suatu jenis/genre musik.
  7. Membandingkan simbol musik pada beberapa instrumen dari budaya yang berbeda.
  8. Mendiskusikan hubungan simbol musikal pada instrumen dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pendukungnya.
  9. Mendiskusikan hubungan simbol non-musikal dengan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat pendukungnya.
  10. Membedakan pengertian guna dan fungsi musik
  11. Memberi contoh guna dan fungsi musik.
  12. Membandingkan peranan atau fungsi musik dalam konteks yang berbeda.
  13. Mengidentifikasi suatu pola ritmik yang terdengar dalam suatu karya musik.
  14. Menirukan permainan suatu pola ritmik dengan memainkan instrumen perkusif sederhana secara individual.
  15. Memainkan beberapa pola ritmik dalam permainan musik secara berkelompok.


Brbeda dari cabang seni lain, musik mempunyai elemen dasar berupa bunyi. Apabila bunyi dilihat sebagai elemen dasar musik, apakah bunyi yang dihasilkan oleh seseorang yang sedang mengetuk pintu dapat disebut sebagai menghasilkan musik? Apakah bedanya mengetuk pintu yang dilakukan seorang tamu dengan mengetuk pintu dalam konteks pertunjukan musik? Apakah sama tujuannya?

Sebagai salah satu cabang seni, musik tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Sebagai bagian dari kehidupan manusia, musik terdapat dalam setiap kelompok masyarakat di seluruh dunia, Barat, dan Timur. Musik dapat dilihat sebagai kebutuhan ekspresif manusia, yaitu kebutuhan yang berkaitan dengan kemampuan manusia untuk mengekspresikan perasaan, emosi, atau gagasannya mengenai kehidupan.

Pernahkan kalian menyaksikan pertunjukan musik? Hal apa saja yang menarik perhatian kalian dari pertunjukan itu? Perhatikan beberapa gambar berikut dan cobalah identifikasi hal- hal apa saja yang dapat ditemui serta kemukakan pendapat kalian mengenai gambar itu!

Jenis-jenis (Genre) Musik

Musik adalah salah satu bentuk kebutuhan ekspresif manusia. Sebagai kebutuhan ekspresif, musik digunakan manusia untuk mengekspresikan gagasan atau ide melalui bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh bermacam-macam media atau instrumen yang ada di lingkungan sekitar mereka, baik instrumen bernada atau tidak bernada (perkusif). Kemampuan manusia dalam mengekspresikan gagasan atau ide mereka melalui bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen musik tidak dapat terlepas dari tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Sebagai kebutuhan ekspresif, aktivitas musik dilakukan setiap kelompok manusia di seluruh dunia, Timur dan Barat. Karena masing-masing kelompok manusia hidup dalam lingkungan berbeda maka instrumen dan produksi bunyi yang dihasilkan pun berbeda. Perbedaan pada bentuk instrumen dan bunyi musik yang dihasilkan menyebabkan instrumen dan musik dapat mengandung makna tertentu sehingga musik dan instrumen musik dapat dilihat sebagai simbol.

Sebagai simbol, musik dan instrumen musik mempunyai nilai keindahan atau estetika tersendiri untuk masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai keindahan musik pada satu masyarakat berbeda dari masyarakat lainnya yang bergantung pada nilai-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat. Sebagai kebutuhan ekspresif, musik mempunyai beberapa fungsi dalam masyarakat. Musik seringkali digunakan manusia dalam acara hiburan atau bahkan ritual keagamaan. Sebagai hiburan, musik berfungsi untuk menghibur atau menyenangkan pendengar, sedangkan fungsi musik sebagai ritual sangat berkaitan dengan nilai-nilai kepercayaan atau agama yang diyakini oleh anggota masyarakat yang mempunyai musik itu.

Refleksi

Pemahaman atas definisi musik adalah hal mendasar untuk dapat mengapresiasi segala bentuk musik yang dihasilkan oleh setiap anggota masyarakat di seluruh belahan dunia. Apresiasi pada beragam bentuk musik di masyarakat memperlihatkan sikap penghayatan dan pengamalan serta kebanggaan kita pada karya-karya seni musik sebagai anugerah Tuhan melalui gagasan atau ide para pencipta musik di seluruh belahan dunia.

Dengan dimilikinya pemahaman atas seluruh jenis musik pada setiap masyarakat di seluruh belahan dunia maka kita dapat mengapresiasi simbol-simbol musik. Apresiasi baik pada keragaman simbol, nilai-nilai keindahan, atau fungsi musik dalam masyarakat, memperlihatkan sikap toleran, peduli, santun, responsif, dan proaktif saat berinteraksi dalam lingkungan yang berbeda sehingga mencerminkan sikap anggota masyarakat yang berwawasan luas.

Uji Kompetensi

Aktivitas musikal dengan cara mendengar bermacam-macam bentuk musik merefleksikan apresiasi pada musik. Aktivitas musikal melalui permainan musik memperlihatkan sikap kerjasama, toleransi, tanggung jawab, dan disiplin, yang sangat dibutuhkan oleh seorang anggota masyarakat yang santun, jujur, dan cinta damai dalam mengapresiasi keragaman musik di Indonesia atau dunia.

  1. Sebutkan 3 (tiga) instrumen yang dapat dilihat sebagai simbol musik dari 3 (tiga) daerah berbeda. Tuliskan nama masing-masing instrumen itu, daerah asal, serta karakter musikal dan nonmusikalnya. Lengkapi penjelasan kalian dengan gambar ketiga instrumen itu!
  2. Sebutkan salah satu jenis atau genre musik yang kalian pandang ‘indah’? Jenis musik apakah itu dan mengapa kalian memandang musik itu ‘indah’?
  3. Sebutkanlah satu jenis musik atau lagu yang sering digunakan dalam acara-acara tertentu di lingkungan masyarakat kamu. Dalam konteks apa musik atau lagu itu dimainkan atau dinyanyikan, di mana lokasi acara itu, dan apa fungsi musik atau lagu itu?

Monday, August 3, 2015

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


Pembuatan karya seni rupa tiga dimensi yang paling sederhana sekalipun dilakukan dalam sebuah proses berkarya. Tahapan dalam berkarya akan berbeda-beda sesuai dengan karakteristik bahan, teknik, perangkat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Tahapan dalam berkarya seni rupa tiga dimensi ini seperti juga karya seni rupa pada umumnya, dimulai dari adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam atau diri perupanya. Ide atau gagasan berkarya seni rupa tiga dimensi dapat diperoleh dari berbagai sumber. Cobalah perhatikan benda-benda dan peristiwa sehari-hari di sekitar kalian. Amatilah berbagai karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai media cetak atau elektronik, lalu kembangkan hasil pengamatan kalian menjadi gagasan berkarya. Pilihlah bahan, media, perangkat dan teknik yang kalian kuasai atau ingin kalian cobalah dan mulailah berkreasi membuat karya seni rupa tiga dimensi.

Perhatikan bagan berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa tiga dimensi yang ditunjukan oleh bagan itu.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


  1. Kalian telah mengamati dan belajar mengenai proses berkarya seni rupa tiga dimensi.
  2. Kalian dapat membuatnya juga
  3. Perhatikan contoh karya seni rupa tiga dimensi di bawah ini!

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi

Perhatikan karya seni rupa tiga dimensi di atas, cermati obyek pada masing- masing karya itu. Kalian tentu dapat membedakan mana obyek mahluk hidup dan mana obyek benda mati. Sekarang coba berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model. Mulailah dengan memilih model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Langkah selanjutnya, buatlah sketsa bentuk dan ukuran karya yang akan kalian buat. Kemudian pilih bahan yang cocok serta siapkan peralatan yang akan digunakan.

Berkarya Seni Rupa 3 Dimensi


Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesunguhan dalam membuat karya itu akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yang berbeda-beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah menulis rencana karya yang akan kalian buat. Tuliskan alasan kalian dalam memilih model yang akan dicontoh serta alasan memilih bahan, medium, dan teknik yang akan digunakan. Cobalah juga membuat rencana dan berkarya menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda-beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang paling kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek itu menarik dan bahan, media serta teknik itu kalian sukai.

Sajikan karya kalian lalu diskusikan bersama-sama, berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman- teman yang lain juga.

Sumber: mendikbud.go.id