Monday, August 3, 2015

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Persoalan estetika tidak dapat dilepaskan dalam mempelajari. Estetika identik dengan seni dan keindahan. Pendapat ini tidak salah, tetapi tidak sepenuhnya tepat. Perkembangan konsep dan bentuk karya seni menyebabkan pembicaraan tetntang estetika tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dilihat mata. Dengan memahami persoalan estetika dan seni diharapkan wawasan kalian dalam apresiasi, kritik atau berkarya seni semakin terbuka. Menghadapi karya-karya seni yang dikategorikan “tidak indah”, kalian tidak serta merta langsung memberi penilaian buruk, tidak pantas atau lain sebagainya. Sebagai seorang pelajar kalian wajib bersikap bijaksana untuk melihat latar belakang dibalik penciptaan sebuah karya dan mencari tahu nilai keindahan dan kebaikan yang tersembunyi dibalik karya itu. Hal ini penting sebab akan membantu kalian menjadi seorang kreator, apresiator atau menjadi kritikus seni yang baik.

Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif. Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi baik, perpaduan warna yang cocok, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya.

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 DimensiKeselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa. Tidak demikian halnya dengan nilai estetis yang bersifat subyektif, keindahan tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh saat kalian melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kalian dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya itu. Kalian merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya itu dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya meskipun kalian tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya itu. Teman kalian mungkin tidak tertarik pada karya itu dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

  1. Carilah berbagai (reproduksi foto/gambar) karya seni rupa tiga dimensi
  2. Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi itu, bandingkan karya yang satu dengan yang lainnya.
  3. Ceritakan masing-masing karya yang kalian amati, berilah tanggapan pada karya-karya itu, aspek apa yang menarik perhatian kalian karya mana yang paling kalian sukai, berikan alasan mengapa kalian menyukai karya itu berdasar pengamatan pada unsur-unsur rupa dan obyek yang tampak pada karya itu.
  4. Bandingkan tanggapan kalian dengan tanggapan teman kalian.

Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Simbol adalah lambang yang mengandung makna atau arti. Kata simbol dalam bahasa Inggris: symbol; Latin symbolium, berasal dari bahasa Yunani symbolon (symballo) yang berarti menarik kesimpulan, berarti atau memberi kesan. Secara konseptual, kata simbol ini mempunyai beberapa pengertian sebagai berikut.

  1. Sesuatu yang biasanya adalah tanda yang kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek tertentu.
  2. Kata; tanda, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.
  3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.
  4. Tanda konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda alamiah.


Dalam pembelajaran seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik wujud objeknya atau unsur-unsur rupanya. Misalnya merah adalah simbol keberanian. Patung katak sebagai simbol pemanggil hujan. Patung kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya.

Dalam cerita sering digunakan beberapa jenis satwa untuk melambangkan sifat-sifat tertentu. Misalnya, simbol kancil melambangkan makna cerdik, lincah dan banyak akal. Serigala seringkali digunakan untuk melambangkan keserakahan dan kelicikan. Lain lagi dengan keledai yang digunakan untuk melambangkan kemalasan dan kebodohan.

Dalam seni rupa, simbol dapat dijumpai pada karya dua dimensi atau tiga dimensi. Patung, tugu dan monumen misalnya, adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat mempunyai makna dan simbol tertentu. Kebiasaan untuk membuat patung, tugu dan monumen yang melambangkan sesuatu sudah dilakukan orang sejak jaman dahulu. Tugu dan monumen ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar dan dibangun untuk memperingati peristiwa-perisitiwa penting atau tempat-tempat bersejarah.
Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi
Sebagai contoh, tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di kota Pontianak Kalimantan Barat untuk menandai tempat yang dilalui garis katulistiwa. Contoh lainya adalah Tugu Jogja, tugu ini berarti atau menyimbolkan persatuan antara raja/ pemimpin dan rakyat dalam perjuangan melawan musuh atau menyatu dalam membentuk pemerintahan dalam suatu negara atau pemerintahan. Arti lain bias dimaknakan sebagai suatu hubungan antara manusia dengan Sang Khalik.

Coba perhatikan di sekitar kalian ada karya seni rupa tiga dimensi yang berbentuk tugu atau monumen? adakah makna simbolik atau dari karya-karya tiga dimensi itu? Pahlawan atau orang yang berjasa dan orang yang dihormati sering dibuatkan patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan dan perjuangannya. Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita. Kepahlawanan dan perjuangan orang –orang itu dikenang hingga saat ini, dijadikan tauladan untuk masyarakat dan bangsa. Coba perhatikan, adakah patung orang yang dianggap berjasa, pahlawan atau dihormati di daerah kalian?

Karya seni rupa tiga dimensi mempunyai unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah bentuknya, unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja mempunyai makna simbolik. Pada bab sebelumnya kalian sudah mempelajari unsur-unsur rupa dan makna dari unsur-unsur rupa itu. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung mempunyai makna simbolik yang berbeda- beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga mempunyai makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebagai contoh, warna hitam seringkali digunakan sebagai lambang duka cita, tetapi suku bangsa tertentu menggunakan warna kuning atau putih sebagai lambang berduka cita.

Amati karya-karya seni rupa tiga dimensi yang ada di sekitarmu, identifikasikan unsur-unsur rupa pada karya-karya seni rupa tiga dimensi itu lalu cobalah cari pula makna simbolik dari karya- karya seni rupa tiga dimensi berikut ini baik wujudnya secara utuh atau pada unsur-unsur rupanya.

Tanya Jawab Seputar Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Apa saja contoh simbol karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Contoh simbol karya seni rupa 3 dimensi meliputi patung, relief, dan instalasi seni.

Apa itu simbol di dalam karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi adalah elemen visual atau bentuk yang digunakan untuk menggambarkan atau mewakili gagasan, perasaan, atau konsep tertentu dalam karya seni.

Apa simbol dalam karya seni rupa?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa adalah elemen visual yang mewakili ide, konsep, atau perasaan dan memiliki makna tertentu bagi penonton atau seniman yang menciptakannya.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan simbol dan berikan contohnya?

Jawaban: Simbol adalah tanda, bentuk, atau objek yang digunakan untuk mewakili suatu gagasan, konsep, atau perasaan. Contohnya termasuk burung merpati sebagai simbol perdamaian, jantung sebagai simbol cinta, dan tengkorak sebagai simbol kematian.

Sebutkan apa saja simbol simbol karya seni rupa dua dimensi?

Jawaban: Beberapa simbol dalam karya seni rupa dua dimensi meliputi siluet, bentuk geometris, dan simbol budaya seperti batik, kaligrafi, dan hieroglif.

Apa yang membedakan simbol karya seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi?

Jawaban: Simbol karya seni rupa 2 dimensi biasanya terbatas pada bidang datar seperti lukisan atau gambar, sedangkan simbol karya seni rupa 3 dimensi memiliki kedalaman dan volume, seperti patung atau instalasi seni.

Apa yang dimaksud dengan simbol?

Jawaban: Simbol adalah tanda, objek, atau bentuk yang digunakan untuk mewakili gagasan, konsep, atau perasaan tertentu dan memiliki makna yang lebih dalam atau abstrak.

Apa yang dimaksud dengan simbol dan nilai estetis dalam karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Simbol dalam karya seni rupa 3 dimensi adalah elemen visual yang mewakili gagasan atau konsep tertentu, sedangkan nilai estetis adalah apresiasi keindahan atau kualitas artistik dalam karya tersebut.

Apa fungsi lambang atau simbol?

Jawaban: Fungsi lambang atau simbol adalah untuk mengkomunikasikan ide, konsep, atau perasaan tertentu kepada penonton atau pembaca melalui penggunaan tanda, bentuk, atau objek yang memiliki makna lebih dalam atau abstrak.

Apa saja tiga contoh karya seni rupa 3 dimensi?

Jawaban: Tiga contoh karya seni rupa 3 dimensi meliputi patung Liberty, monumen Garuda Wisnu Kencana, dan instalasi seni "Cloud Gate" atau "The Bean" di Chicago.

Apa saja unsur-unsur seni rupa 2 dimensi dan 3 dimensi?

Jawaban: Unsur-unsur seni rupa 2 dimensi meliputi titik, garis, bentuk, tekstur, warna, dan ruang. Unsur-unsur seni rupa 3 dimensi meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.

Apa yang dimaksud jenis simbol dan nilai estetika dalam seni rupa dua dimensi?

Jawaban: Jenis simbol dalam seni rupa dua dimensi adalah elemen visual yang mewakili gagasan atau konsep tertentu, sementara nilai estetika mengacu pada apresiasi keindahan atau kualitas artistik dalam karya tersebut.

Apa unsur dari 3 dimensi?

Jawaban: Unsur-unsur dari 3 dimensi meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.

Apakah unsur 3 dimensi?

Jawaban: Unsur 3 dimensi adalah elemen yang digunakan untuk menciptakan karya seni rupa dengan kedalaman, volume, dan massa, seperti patung atau instalasi seni.

Apa saja unsur-unsur dalam ruang dimensi 3?

Jawaban: Unsur-unsur dalam ruang dimensi 3 meliputi volume, massa, ruang, tekstur, warna, dan cahaya.

Sunday, August 2, 2015

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Seperti juga karya seni rupa dua dimensi, dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

  1. Karya yang mempunyai fungsi pakai (seni rupa terapan - applied art)
  2. Karya seni rupa yang hanya mempunyai fungsi ekspresi saja (seni rupa murni - pure art).

Perbedaan fungsi ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang mempunyai fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa itu akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Tahukah kalian bahwa sepeda motor yang kita kendarai, mobil yang kita tumpangi, kursi yang kita duduki, komputer dan laptop yang kalian gunakan adalah juga karya seni rupa tiga dimensi? Coba kalian jelaskan mengapa benda-benda itu dikategorikan karya seni rupa tiga dimensi.

Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Perhatikan gambar di atas, dapatkah kalian membedakan karya seni rupa 3 dimensi yang mempunyai fungsi pakai dan yang mempunyai fungsi ekspresi saja? Pilih jenis karya apa seni rupa 3 dimensi yang ada pada gambar itu dan jelaskan alasan kalian menentukan jenis karya itu. Diskusikanlah jawaban kalian dengan teman-teman kalian.

Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi



Pada artikel Seni Rupa 2 Dimensi kita dapat mempelajari tentang Unsur-unsur pada Seni Rupa 2 Dimensi. Kalian tentu juga sudah dapat membedakan karya seni rupa dua dimensi dengan karya seni rupa tiga dimensi, kalau belum silahkan baca di artikel ini. Unsur ruang merupakan salah satu ciri pembeda antara karya dua dimensi dengan tiga dimensi. Obyek karya seni rupa dua dimensi hanya bisa di lihat dari satu sisi saja, tetapi karya tiga dimensi dapat di lihat lebih dari dua sisi.


Kalian sudah mengetahui bahwa karya seni rupa ada yang berdimensi 2 dan berdimensi 3. Kalian juga sudah mencoba berkarya seni rupa dua dimensi. Pada bahasan ini kalian akan diajak memahami karya seni rupa 3 dimensi. Di sekitar kalian banyak sekali benda tiga dimensi, tapi tahukah kalian mana saja yang dikategorikan karya seni rupa tiga dimensi? Seperti juga karya seni rupa 2 dimensi, pada karya seni rupa 3 dimensi juga mengandung unsur garis, bentuk, bidang, warna disusun sedemikian rupa sehingga membentuk obyek tertentu. Karya seni rupa 3 dimensi ada yang mempunyai fungsi pakai dan ada yang mempunyai fungsi hias saja. Untuk berkarya seni rupa 3 dimensi ini kalian dapat memilih dan mencoba berbagai bahan, teknik dan medium sesuai dengan obyek dan fungsi yang kalian inginkan.

Ketika kalian melihat sebuah karya seni rupa 3 dimensi, aspek apa saja yang kalian lihat? Coba kalian amati gambar di bawah ini untuk mengidentifikasi aspek-aspek itu!

Pengertian Karya Seni Rupa 3 Dimensi


  1. Dapatkah kalian mengidentifikasi bahan yang digunakan pada karya seni rupa 3D itu?
  2. Dapatkah kalian mengidentifikasi teknik yang digunakan pada karya seni rupa 3D itu?
  3. Dapatkah kalian mengidentifikasi medium yang digunakan pada karya seni rupa 3D itu?
  4. Dapatkah kalian menunjukkan unsur-unsur rupa yang terda- pat pada karya seni rupa 3D itu?
  5. Obyek apa saja yang terdapat pada karya seni rupa 3D itu?
  6. Bagaimanakah penataan unsur-unsur rupa pada karya seni rupa 3D itu?
  7. Manakah karya seni rupa 3D yang mempunyai fungsi benda pakai?
  8. Manakah karya seni rupa 3D yang paling menarik menurut kalian? Jelaskan alasan ketertarikan kalian!


Agar lebih memahami karya seni rupa tiga dimensi, kalian wajib memahami jenis, simbol dan nilai estetis. Selanjutnya, cermati dengan cara melihat secara langsung karya seni rupa tiga dimensi yang ada disekitar kalian. Mengunjungi pameran ataupun melihat dari berbagai reproduksi karya seni rupa di media cetak atau elektronik besar manfaatnya dalam menambah kemampuan kalian.

Karya tiga dimensi terwujud dari berbagai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai perangkat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa tiga dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis. Karya seni rupa tiga dimensi ada yang berfungsi sebagai benda pakai yang biasa disebut karya seni terapan (applied art) dan ada yang dibuat dengan tujuan ekspresi semata yang biasa disebut seni murni (pure art)

Nilai estetis karya seni rupa tiga dimensi tampak secara visual dari wujud karya seni rupa itu. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi wujud karya yang unik dan menarik. Nilai estetis karya seni rupa bersifat obyektif dan subyektif. Nilai obyektif terdapat pada karya seni rupa itu sendiri sedangkan nilai subyektif berada pada penikmatnya.

Karya seni rupa ada yang mempunyai makna simbolik. Unsur-unsur rupa yang terdapat pada karya seni rupa tiga dimensi dapat menunjukkan atau menjadi simbol dari sesuatu.

Berkarya seni rupa tiga dimensi dimulai dengan mencari ide gagasan atau model karya yang akan dibuat. Kegiatan ini dapat diawali dengan membuat rancangan berupa sketsa, dilanjutkan dengan memilih medium, bahan, perangkat dan teknik yang akan digunakan. Alasan-alasan pemilihan gagasan, model hingga teknik berkarya dapat disebut sebagai konsep berkarya seni rupa.

Refleksi

Kekayaan seni budaya Nusantara menghasilkan beraneka ragam karya seni rupa tiga dimensi. Keunikan karya seni rupa tiga dimensi menunjukkan latar belakang budaya, keterampilan dan kreativitas para perupanya. Kekayaan sumber daya alam yang kita miliki menyumbangkan bermacam-macam bahan dan medium untuk berkarya seni rupa tiga dimensi.

Kalian telah menjadi seorang perupa dengan mencoba membuat karya seni rupa tiga dimensi. Melalui proses berkarya seni rupa itu kalian belajar untuk tekun, disiplin dan bertanggung jawab serta menghargai karya seni rupa yang dihasilkan. Tidak ada karya yang jelek jika kalian sungguh-sunguh mengerjakannya. Setiap karya yang dihasilkan oleh seorang perupa memililki keindahan dan keunikannya tersendiri. Melalui penyajian karya dan saling memberikan tanggapan pada karya yang disajikan, kalian belajar untuk berani mengemukakan pendapat, memupuk rasa percaya diri dan terutama saling menghargai perbedaan, menghargai keragaman yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua.

Proses dan Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa mempunyai bentuk dan fungsi yang beraneka ragam. Berdasarkan dimensinya kita mengenal karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Karya dua dimensi terwujud dari bergai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai perangkat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa 2 dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis. Keindahan karya seni rupa tampak secara visual dari bentuk dan obyek pada karya seni rupa itu. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi obyek gambar atau lukisan yang unik dan menarik.

Obyek pada karya seni rupa dua dimensi dapat berwujud abstrak atau dapat juga menyerupai kenyataan yang ada disekitar kita. Mahluk hidup dan benda mati dapat digunakan sebagai model objek berkarya seni rupa dua dimensi. Melalui serangkaian tahapan proses berkarya seni rupa dua dimensi akan terwujud karya seni rupa dua dimensi yang unik dan menarik. Untuk terampil berkarya seni rupa tidak hanya ditentukan oleh bakat, akan tetapi terutama oleh latihan dan kesungguhan dalam berkarya.

Kemampuan berkarya seni rupa adalah anugerah Tuhan yang patut kalian syukuri. Kemampuan ini disyukuri oleh banyak perupa dengan membuat berbagai karya seni rupa yang memiliki manfaat bagi dirinya atau sesamanya baik secara fisik atau bathin. Kekayaan alam Nusantara kita syukuri sebab memiliki keanekaragaman objek dan bahan yang dapat digunakan untuk berkarya seni rupa dua dimensi. Budaya Nusantara yang beraneka ragam menghasilkan banyak karya seni rupa dua dimensi yang membanggakan di dunia internasional. Kita patut merasa bangga, pengakuan UNESCO pada Batik sebagai salah satu warisan dunia tidak benda menunjukkan penghargaan dunia Internasional pada karya seni rupa yang adalah bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Kalian telah mencoba membuat karya seni rupa dua dimensi. Melalui proses berkarya seni rupa itu kalian belajar untuk tekun, disiplin dan bertanggung jawab serta menghargai karya seni rupa yang dihasilkan. Tidak ada karya yang jelek jika kalian sungguh-sunguh mengerjakannya. Setiap karya yang dihasilkan oleh teman kalian memilki keindahan dan keunikannya tersendiri. Karya yang indah tidak selalu karya yang mirip dengan kenyataan yang digambarkannya. Melalui penyajian karya dan saling memberikan tanggapan pada karya yang disajikan, kalian belajar untuk saling mnghargai perbedaan, menghargai keragaman yang Tuhan anugerahkan kepada kita semua.

Proses Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Karya seni rupa 2 dimensi tidaklah tercipta dengan sendirinya. Pembuatan karya seni rupa 2 dimensi harus dilakukan melalui sebuah proses secara bertahap. Tahapan dalam berkarya ini berbeda  antara satu jenis karya dengan jenis karya lainnya mengukuti karakteristik bahan, teknik, perangkat dan medium yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu.

Tahapan pertama dalam berkarya seni rupa dua dimensi ini adalah adanya motivasi untuk berkarya. Motivasi ini dapat berasal dari dalam diri atau dari luar diri perupanya. Benda-benda yang kecil atau hal-hal sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi ide untuk berkarya seni rupa dua dimensi. Cobalah perhatipkan benda-benda dan peristiwa sehari-hari disekitar kita lalu kembangkan hasil pengamatan anda menjadi gagasan berkarya seni rupa. Pilihlah bahan, media , perangkat dan teknik yang kalian kuasai dan ingin anda coba. Mulailah berkreasi menciptakan karya seni rupa.

Perharikan karya seni rupa dua dimensi gambar karikatur tokoh Naruto berikut ini ceritakan kembali langkah-langkah dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi yang ditunjukan oleh gambar karikatur itu.

Proses dan Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi


Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Proses dan Berlatih Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

Amati karya seni rupa dua dimensi di atas, perhatikan obyek pada masing-masing karya itu. Kalian tentu dapat membedakan mana objek yang merupakan makhluk hidup dan mana obyek benda mati. Kalian juga dapat mencoba mengidentifikasi bahan dan teknik yang digunakan untuk membuat karya itu. Sekarang cobalah berlatih untuk membuat karya seni rupa dengan melihat model benda mati dan mahluk hidup yang ada disekitar kalian. Mulailah dengan model yang bentuknya sederhana terlebih dahulu. Cobalah amati kembali bagaimana unsur-unsur rupa dan prinsip-prinsip penataannya membentuk sebuah obyek dalam karya seni rupa. Jangan takut salah atau malu jika karya kalian tidak terlalu mirip dengan model yang kalian jadikan contoh.

Keindahan sebuah karya tidak hanya kemiripan bentuknya saja, tetapi kesungguhan dalam membaut karya itu akan menjadikan karya kalian unik dan menarik. Setiap manusia mempunyai karakter dan keunikan yangbeda -beda, demikian juga dengan karya yang kalian buat. Cobalah berkali-kali menggunakan berbagai model, bahan, teknik dan medium yang berbeda -beda. Rasakan oleh kalian dan kemukakan obyek mana yang menurut kalian paling menarik, bahan, media, dan teknik apa yang kalian sukai. Jelaskan mengapa obyek itu menarik dan bahan, media serta teknik itu kalian sukai.

Sajikan karya kalian bersama-sama lalu diskusikan bersama-sama berilah tanggapan tidak hanya pada karya yang kalian buat tetapi karya yang dibuat teman-teman yang lain.


Tuesday, July 28, 2015

Medium, Bahan, dan Teknik Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi


Sebelum melaksanakan kegiatan berkarya seni rupa 2 dimensi, sangat penting untuk kalian untuk mempunyai pengetahuan dan pemahaman berbagai alat, bahan, dan teknik yang biasa digunakan dalam praktek berkarya seni. Usaha untuk mengenal karakter bahan, alat, dan teknik ini dengan baik hanya dapat kalian lakukan dengan kegiatan praktek secara langsung. Cobalah melaksanakan kegiatan apresiasi karya seni rupa dengan pendekatan aplikatif. Dengan demikian, selain wawasan apresiasi kalian semakin kaya, keterampilan kalian dalam berkarya seni rupa juga akan menjadi lebih baik

1. Medium dan Bahan Karya Seni Rupa

Bahan berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa itu. Sesuai dengan keragaman jenis karya seni rupa, bahan untuk berkarya seni rupa ini juga banyak macam dan ragamnya, ada yang berfungsi sebagai bahan utama (medium) dan ada pula sebagai bahan penunjang. Sebagai contoh, pada biasanya perupa membuat karya lukisan menggunakan kanvas dan cat sebagai bahan utamanya serta kayu dan paku sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bahan bingkai (spanram) untuk menempatkan kanvas dan paku untuk mengaitkan kanvas pada permukaan kayu bingkai itu.

Bahan untuk berkarya seni rupa dapat dikategorikan menjadi bahan alami dan bahan sintetis berdasar sumber bahan dan proses pengolahannya. Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam. Bahan-bahan ini dapat digunakan secara langsung tanpa proses pengolahan secara kimiawi di pabrik atau industri terlebih dahulu. Adapun bahan baku olahan adalah bahan-bahan alam yang telah diolah melalui proses pabriksasi atau industri tertentu menjadi bahan baru yang mempunyai sifat dan karakter khusus. Berdasarkan sifat materialnya, bahan berkarya seni rupa ini dapat juga dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan bahan padat dan sebagainya.

Medium, Bahan, dan Teknik Berkarya Seni Rupa 2 Dimensi

2. Alat Berkarya Seni Rupa

Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa karya seni rupa bahkan mempunyai peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga perangkat atau bahan yang dipergunakan nyaris disemua proses berkarya seni rupa. Alat-alat tulis (gambar) misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan nyaris seluruh jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni itu.

Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori perangkat utama untuk berkarya yaitu perangkat untuk membentuk, menggambar dan mewarnai serta perangkat mencetak (mendupilkasi). Seperti juga bahan, selain kategori perangkat utama itu, kita juga mengenal alat-alat bantu lainnya yaitu alat-alat yang peruntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti: perangkat pemotong (pisau dan gunting), perangkat pengering, perangkat pengukur dan sebagainya. Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau melancarkan proses pembuatan karya.

Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi perangkat yang dipergunakan dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan komputer. Walaupun demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah perangkat bantu. Karya seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimilki manusia,beda  antara satu orang dengan orang lainnya.

3. Teknik Berkarya Seni Rupa

Dalam membuat karya seni rupa murni atau terapan dibutuhkan keterampilan teknis menggunakan perangkat dan mengolah bahan untuk mewujudkan objek pada bidang garap. Sebagai contoh, untuk mewujudkan sebuah objek dalam karya lukisan, seorang perupa atau seniman lukis dituntut menguasai keterampilan teknis menggunakan perangkat (kuas) dan mengolah bahan (cat) pada kanvas (medium). Seorang pematung dituntut menguasai keterampilan teknis menggunakan perangkat memahat dan mengolah bahan kayu untuk mewujudkan karya seni patung.

Karya seni rupa ada juga yang dinamai berdasar teknik utama yang digunakan dalam pembuatannya. Seni kriya Batik misalnya, menunjukkan jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik membatik, begitu pula Seni kriya anyam, untuk menamai jenis karya seni rupa yang dibuat dengan teknik menganyam.

Beragam jenis dan karakteristik bahan yang digunakan dalam berkarya seni rupa memerlukan bermacam-macam alat dan teknik untuk mengolahnya. Suatu teknik berkarya seni rupa mungkin saja secara khusus digunakan sebagai teknik utama dalam mewujudkan satu jenis karya seni rupa tetapi mungkin juga digunakan untuk mewujudkan jenis karya seni rupa lainnya.

Tugas :

  1. Carilah bahan-bahan alam di daerah kalian yang dapat dipergunakan untuk berkarya seni rupa dua dimensi.
  2. Sebutkan berbagai perangkat yang dapat digunakan dalam berkarya seni rupa dua dimensi beserta fungsinya.
  3. Identifikasi masalah bermacam-macam teknik yang digunakan untuk mewujudkan bermacam-macam jenis karya seni rupa dua dimensi.

Friday, May 22, 2015

Tokoh-tokoh Seni Lukis Indonesia


Indonesia sangat dikenal di mata dunia dengan kekayaan alam, budaya, dan kulinernya yang beragam. Bukan hanya itu, Indonesia ternyata juga juga memiliki segudang seniman-seniman senirupa hebat yang juga sangat tersohor di dunia. Berikut ini Top 10 Pelukis Maestro Legendaris Indonesia versi JAVADESINDO Art Gallery, diapresiasi berdasar talenta, kontribusi dan dedikasi para pelukis tersebut dalam perkembangan bidang seni rupa khususnya karya seni lukis di Indonesia oleh para pengamat dan kritisi seni.

1. RADEN SALEH ( Semarang 1807 – 1880 )

Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaSalah satu Pelukis Maestro Legendaris Indonesia pada era sebelum kemerdekaan, saat Indonesia masih dijajah Belanda. Raden Saleh adalah salah satu Pelukis Maestro Indonesia yang diakui sebagai Pelukis kelas Dunia. Karya-karya lukisanya adalah saksi sejarah, banyak menceritakan mengenai situasi pada jaman perjuangan dan kehidupan masyarakat khususnya Jawa. Salah satu karya lukisanya yang terkenal adalah “Penangkapan Diponegoro”, Raden Saleh juga memperoleh pengahargaan atas talenta karya seninya, sehingga Beliau memperoleh beasiswa dari pemerintah Belanda untuk Studi di Negara Belanda dan Negara-negara Eropa lainya. Gaya aliran Lukisan saleh adalah gaya Naturalism, Realism dan Klasik.

Salah satu karya lukisan Raden Saleh berjudul " Berburu" media lukisan cat minyak diatas canvas, dikoleksi oleh Museum Mesdag, Belanda.

2. AFFANDI ( Cirebon 1907 – 1990 )

Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaMerupakan salah satu Pelukis Maestro Legendaris Indonesia yang namanya telah mendunia sebab karya-karya lukisan abstraknya yang unik dan berkarakter, dimana gaya lukisanya itu belum pernah ada, atau belum pernah diciptakan oleh pelukis sebelumya. Gaya aliran Lukisanya adalah gaya baru dalam aliran lukisan modern khususnya ekspresionism. Karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni baik dari dalam dan luar negeri, beliau aktif berpameran tunggal di Negara-negara seperti: Inggris, Eropa, Amerika dan India, pada masa Tahun 1950-an.

Affandi adalah salah satu Pelukis yang paling produktif, dimana beliau telah menciptakan lebih dari 2 ribu lukisan selama hidupnya, karyanya telah tersebar diseluruh pelosok Dunia dan dikoleksi oleh para Kolektor kelas lokal dan Dunia.
Gaya aliran Lukisan Affandi adalah Abstrak yang masuk dalam bagian aliran ekspresionism.

Salah satu karya lukisan Affandi berjudul "Wajah - wajah putra Irian" , media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 98cm X 126cm, dibuat tahun 1974

3. BASUKI ABDULLAH ( Surakarta 1915 – 1993 )

Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaPelukis Maestro Legendaris Indonesia yang lahir di Surakarta, bakat dan talenta melukisnya yang luar biasa terlihat dari setiap karya Lukisanya, warna-warna yang terkombinasi matang, kehalusan goresan, kesempurnaan anatomi obyek dan komposisi obyek.

Basuki Abdullah semasa karirnya sebagai seorang Pelukis Maestro, pernah mengawali karirnya studi di Belanda, dan mengadakan perjalanan ke Negara-negar Eropa untuk memperdalam pengetahuanya mengenai Seni rupa, diantaranya adalah Negara Prancis dan Italia, Negara asal dari para Pelukis Maestro kelas Dunia ( Picasso, Leonardo da Vinci, Renoir, Monet, Paul Gaugin, Dll. ).

Salah satu prestasinya yang mengharumkan nama Bangsa Indonesia di mata Dunia adalah kesuksesanya menjuarai lomba sayembara melukis pada waktu penobatan Ratu Yuliana (Belanda ) pada 6 September 1948, Basuki Abdullah menjadi juara dan berhasil menyingkirkan 87 Pelukis dari Eropa, beliau juga pernah diangkat menjadi Pelukis tetap di Istana Merdeka, dan karya-karyanya banyak menghiasi ruangan Istana Merdeka.

Semasa hidupnya Basuki Abdullah banyak menerima penghargaan baik dari dalam dan luar Negeri atas Dedikasinya dalam Dunia seni khususnya Lukisan, gaya aliran Lukisan Basuki Abdullah adalah Realism dan Naturalism.

Salah satu lukisan Basuk Abdullah berjudul " Diponegoro memimpin pertempuran " media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 150cm X 120cm, dibuat tahun 1940

4. HENDRA GUNAWAN ( Bandung 1918 – 1983 )

Hendra Gunawan lahir di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1918, dan Wafat di Denpasar, Bali. 17 Juli 1983. Hendra Gunawan adalah seorang pelukis, penyair, pematung dan pejuang gerilya. Selama masa mudanya dia bergabung dengan tentara pelajar dan adalah anggota aktif dari Poetera (Pusat Tenaga Rakyat) dan organisasi yang dipimpin oleh Sukarno dan lain-lain. Dia juga aktif dalam Persagi (Asosiasi Pelukis Indonesia, sebuah organisasi yang didirikan oleh S. Soedjojono dan Agus Djaya pada tahun 1938.

Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaHendra Gunawan mempunyai komitmen dalam pandangan politiknya, mengabdikan hidupnya untuk memerangi kemiskinan, ketidak adilan dan kolonialisme. Ia dipenjara di Kebon Waru atas keterlibatannya di Institut Budaya Populer (Lekra), sebuah organisasi budaya yang berafiliasi dengan komunis sekarang sudah tidak berfungsi, Partai Indonesia (PKI). Penahanan Hendra Gunawan selama 13 Tahun dimulai pada tahun 1965 hingga tahun 1978. Selama di dalam penjara beliau tetap aktif berkarya membuat lukisan bertema mengenai kehidupan masyarakat pedesaan pada jamanya, seperti: Panen Padi, berjualan buah, kehidupan nelayan, suasana panggung tari-tarian, dll. Hampir disemua Lukisanya berlatar belakang alam.

Dengan talenta sebagai seorang Pelukis senior dan mempunyai karakter karya Lukisan yang khas, menjadikan namanya masuk dalam daftar Pelukis Maestro Legendaris ternama Indonesia.

Karakter Lukisan beliau sangat berani dengan ekspresi goresan cat tebal, dan ekspresi warna kontras apa adanya, karya Lukisanya banyak dikoleksi oleh para kolektor dalam negeri. Perjalanan Aliran Lukisan karya Hendra Gunawan pada awalnya adalah realism yang melukiskan tema-tema mengenai perjuangan sebelum kemerdekaan, namun setelah era kemerdekaan, karya-karya lukisan ber metamorfosa kedalam aliran lukisan ekspresionism, tema-tema lukisanya mengenai sisi-sisi kehidupan masyarakat pedesaan.

Salah satu lukisan karya Hendra Gunawan berjudul " Mencari kutu rambut " media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 84cm X 65cm, dibuat tahun 1953.

5. S. SUDJOJONO (Kisaran, Sumatera Utara 1913 - 1985

Tokoh-tokoh Seni Lukis IndonesiaS. Sudjojono lahir di Kisaran, Sumatera Utara 14 Desember 1913 , dan wafat  di Jakarta 25 Maret 1985. Soedjojono lahir dari keluarga transmigran asal Pulau Jawa. Ayahnya, Sindudarmo, adalah mantri kesehatan di perkebunan karet Kisaran, Sumatera Utara, beristrikan seorang buruh perkebunan. Dia lalu dijadikan anak angkat oleh seorang guru HIS, Yudhokusumo. Oleh bapak angkat inilah, Djon (nama panggilannya) diajak ke Jakarta (waktu itu masih bernama Batavia) pada tahun 1925. Dia menamatkan HIS di Jakarta, lalu melanjutkan SMP di Bandung, dan menyelesaikan SMA di Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta. Di Yogyakarta itulah dia sempat belajar montir sebelum belajar melukis kepada R.M. Pringadie selama beberapa bulan. Sewaktu di Jakarta, dia belajar kepada pelukis Jepang, Chioji Yazaki.

S. Sudjojono sempat menjadi guru di Taman Siswa seusai lulus dari Taman Guru di perguruan yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara itu. Dia ditugaskan oleh Ki Hajar Dewantara untuk membuka sekolah baru di Rogojampi, Banyuwangi, tahun 1931. Namun dia kemudian memutuskan untuk menjadi pelukis. Pada tahun 1937, dia ikut pameran bersama pelukis Eropa di Kunstkring Jakarya, Jakarta. Inilah awal namanya dikenal sebagai pelukis, Pada tahun itu juga dia menjadi pionir mendirikan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi). Oleh sebab itu, masa itu disebut sebagai tonggak awal seni lukis modern berciri Indonesia. Dia sempat menjabat sebagai sekretaris dan juru bicara Persagi. Selain sebagai pelukis, dia juga dikenal sebagai kritikus seni rupa pertama di Indonesia. Lukisanya mempunyai karakter Goresan ekspresif dan sedikit bertekstur, goresan dan sapuan bagai dituang begitu saja ke kanvas.

Pada periode sebelum kemerdekaan, karya lukisan S.Sudjojono banyak bertema mengenai semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mengusir penjajahan Belanda, namun setelah jaman kemerdekaan lalu karya Lukisanya banyak bertema mengenai pemandangan Alam, Bunga, aktifitas kehidupan masayarakat, dan cerita budaya.

Salah satu lukisan karya S. Sudjojono berjudul " Seko (perintis gerilya), media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 173,5cm X 194cm

6. POPO ISKANDAR ( Garut, Jawa Barat 1929 – 2000 )

Sang Pelukis Maestro ini terkenal dengan ciri khas Lukisan bertema kucing, dilukis dalam gaya ekspresionism bernuansa minimalis, cat tebal dan bertekstur. Salah satu alasan Popo Iskandar gemar melukis kucing, seperti yang pernah beliau ucapkan semasa hidup “ Tabiat kucing variatif, manja, binal dan buas, tapi penurut. Karena itu saya menyukainya” katanya. Ia juga melukis tema-tema binatang lainya seperti ayam dan harimau.

Lukisan Popo Iskandar banyak dikoleksi dan sekaligus dijadikan sebagai icon dalam rumah bergaya modern dan minimalis, karya-karya Lukisanya banyak mendapatkan apresiasi dari para pengamat seni, baik dalam dan luar negeri.

Salah satu lukisan karya Popo Iskandar berjudul " Kucing mata hijau ", media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 30cm X 40cm

7. SRIHADI SOEDARSONO ( Solo 1931 )

Pelukis maestro asal Solo – Jawa Tengah, karya-karya Lukisanya adalah saksi perjalanan sejarah yang beliau goreskan sejak jaman kemerdekaan hingga jaman modern, tema mengenai perjuangan, kehidupan, alam dan cinta, semua terkumpul dalam karya-karya lukisanya, baik dalam sketsa atau dalam karya lukisan dengan berbagai media.

Srihadi Soedarsono adalah alumni ITB Tahun 1959, beliau juga mengenyam pendidikan di Ohio State University, Amerika Tahun 1960 – 1962. Belaiu pernah mengajar di ITB dan menjadi ketua Institut Seni Jakarta.

Srihadi Soedarsono termasuk pelukis produktif, yang banyak menciptakan karya-karya Lukisan berkualitas tinggi, dan sering mengadakan event pameran tunggal baik dalam dan luar negeri. Karyanya telah banyak dikoleksi kolektor berkelas, dan hingga saat ini lukisanya masih banyak diburu kolektor baik dalam dan luar negeri. Gaya aliran lukisan karya Srihadi Soedarsono masuk dalam gaya aliran lukisan modern kontemporer.

Salah satu lukisan karya Srihadi berjudul " Borobudur II ", media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 95cm X 140cm, dibuat tahun 1982

8. JOKO PEKIK ( Grobogan, Jawa Tengah 1938 )

Pernah mengenyam pendidikan ASRI di Jogja ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) yang sekarang menjadi ISI ( Institut Seni Indonesia ), mempunyai gaya dan karakter Lukisan yang khas, beliau banyak mengkritisi dalam tatanan kehidupan sosial melalui karya Lukisanya.

Perjalanan hidupnya adalah petualangan getir menuju kesuksesan, sebab kasus LEKRA beliau dikucilkan dari masyarakat, karya-karya lukisanya tidak dihargai hingga pada era reformasi beliau mulai menemukan secercah harapan. Karya-karyanya mulai diapresiasi oleh para pengamat seni, dan beberapa karya Lukisanya yang bertema “Celeng” memperoleh apresiasi yang luar biasa dari para pengamat atau para pecinta Lukisan, sehingga karya Lukisan Joko pekik mulai diburu banyak kolektor dengan harga tinggi. Gaya aliran lukisan karya Joko Pekik masuk dalam gaya aliran lukisan realisme sosialis.

Salah satu lukisan karya Djoko Pekik berjudul "Berburu celeng" lukisan seharga Rp. 1 Miliar, dibuat tahun 1998.

9. JEIHAN SUKMANTORO ( Solo 1938 )

Sebagai salah satu Pelukis senior dengan karya-karya lukisan figuratifnya yang khas dan unik, dimana selalu melukiskan figur manusia dengan mata hitam pekat, seolah mengandung makna dan misteri yang dalam.

Kini karya lukisan Jeihan seolah menemukan makna baru dalam tema yang lebih religius, yang mungkin terinspirasi dari perjalanan Hajinya beberapa Tahun yang lalu.

Lukisan karya Jeihan harganya terus merangkak naik seiring dengan naiknya kepopuleran nama dan karya-karya Lukisanya. Lukisan karya Jeihan termasuk dalam gaya aliran lukisan figurative modern.

Salah satu lukisan Jeihan berjudul "Gadis berbaju putih" media lukisan cat minyak diatas canvas, ukuran 60cm X 49cm, dibuat tahun 1975

10. WIDAYAT ( Kutoarjo, Jawa Tengah 1919 – 2002 )

Salah satu Pelukis Maestro asal Kutoarjo – Jawa Tengah, sebagian besar karya Lukisanya bertemakan Flora dan Fauna, terinspirasi dari pengalamanya yang membekas pada Tahun 1939 saat beliau pernah bekerja sebagai mantri opnamer ( juru ukur ) pada bidang kehutanan di Palembang selama tiga Tahun, dari pengamatanya mengenai alam, satwa dan tumbuhan selama beliau bekerja itulah yang mengilhami sebagain besar karya Lukisanya bertema mengenai Alam, tumbuhan dan fauna dilukis dalam gaya batik kontemporer.

Sang Pelukis maestro Widayat mengasah talentanya di ASRI ( Akademi Seni Rupa Indonesia ) Jogja, yang di lalu hari didaulat untuk mengajar di akademi seni rupa itu. Semasa hidupnya beliau sering mengadakan pameran baik tunggal ataupun kelompok, di dalam dan luar negeri ( Italy, Kuwait dan Singapura ). Beberapa penghargaan dibidang seni pernah disandangnya, atas dedikasinya dalam bidang seni rupa.